• Tentang Kami
Sunday, October 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 2, 2026
in Analisis
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa, Guru Besar Bidang Hukum dan Pembangunan Universitas Syiah Kuala. Foto: Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Guru Besar Bidang Hukum dan Pembangunan Universitas Syiah Kuala

Setelah dua minggu lalu mengisi satu diskusi kecil, ternyata masuk satu pesan yang berisi pertanyaan dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai peserta diskusi. Pertanyaannya, secara sederhana, “apa pentingnya cara pandang terhadap bencana itu bagi yang lain?”

Seingat saya, waktu diskusi itu, memang saya sebut bahwa tidak semua orang bergeser dari istilah “bencana alam”. Jadi semua bencana yang terjadi, selalu disebut sebagai bencana alam. Dalam dua bulan ini pun, saya masih melihat sejumlah bukti sejumlah posko bantuan “dari rakyat ke rakyat”, juga menuliskan dengan “bencana alam”. Posko droe keu droe, ketika rakyat secara masif bergerak, tidak sebanding dengan yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan kebijakan.

BACA JUGA

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

Saya ingin jelaskan sebelumnya, bahwa diskusi baik formal maupun biasa saja sering berlangsung begitu saja. Sejumlah orang berinisiatif kumpul, lalu meminta seseorang atau beberapa orang menjadi pemantiknya. Saya paling sering mendapat todongan yang tiba-tiba. Atau bahkan, ketika berada di ruang diskusi dengan pemateri yang lain, tetapi karena tidak hadir, tidak jarang juga sering dapat todongan untuk menggantikan.

Atas dasar itulah, istilah ini, sangat penting walau tidak semua sepakat. Saya ingin memposisikan sebagai kepentingan saya sendiri saat berhadapan dengan mahasiswa di ruang-ruang kelas. Ada dua mata kuliah yang terkait: (1) Pengetahuan Kebencanaan dan Lingkungan yang sekarang sudah berubah menjadi Kebencanaan dan Lingkungan pada Unit Mata Kuliah Umum (MKU), (2) hukum lingkungan yang didalamnya juga tersedia sejumlah materi terkait bencana.

Mata kuliah kebencanaan sendiri sebagai pelajaran penting selepas tsunami Aceh 2004, yang kemudian dikembangkan menjadi salah satu mata kuliah unggulan di Universitas Syiah Kuala. Kajian ini, tidak lepas dari banyak para ahli bencana yang inovatif melahirkan kajian-kajian mitigasi bencana bagi masa depan Aceh dan dunia. Bahkan setelah tsunami, USK memiliki satu pusat riset unggulan, Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDRMC). Pusat riset ini memiliki banyak kerjasama ilmiah, baik di Indonesia maupun dunia.

Saya kembali ke pertanyaan di atas. Saya sendiri sebenarnya juga gelisah. Makanya kepada sejumlah sejawat dekat saya tanyakan sejauhmana konsep bencana berkembang dan dipegang. Sejumlah grup diskusi formal juga saya tanyakan hal yang mungkin lebih sederhana, bahwa apakah dalam bencana 25-30 November 2025 di Sumatera itu hanya dilihat sebagai siklon saja? Pertanyaan awam saya, apakah semua dampak yang kita rasakan berdasarkan bencana akhir November itu hanya dalam arena badai dan semacamnya? Jawaban awam saya, sepertinya tidak. Berangkat dari bagaimana memahami bencana, siklon itu hanya salah satu. Bencana yang terjadi, dilengkapi dengan varian lainnya. Jika siklon dianggap sebagai bencana alam, maka ada faktor manusia yang menyebabkan bencana tidak lagi sebagai bencana alam, melainkan juga bencana nonalam istilah yang berdasarkan perkembangan keilmuan hanya dipegang bencana.

BACA JUGA! Psikolog: Aceh Kuat, tapi Luka Pascabencana Tetap Perlu Didampingi

Siklon selalu didasari oleh keadaan badai tropis besar yang berputar (angin kencang, hujan lebat) terbentuk di atas lautan hangat. Ia mendapatkan energi dari penguapan air laut. Wujudnya angin yang sangat kencang, dengan hujan ekstrem, gelombang badai, hingga dapat menyebabkan banjir di wilayah pesisir. Nama siklon tergantung dimana kejadiannya. Dalam salah satu artikel Kompas, “Apa Beda Badai Siklon, Topan, dan Hurikan?” Gloria Setyvani Putri menjelaskan berdasarkan ahli meteorologi, siklon, topan, dan hurikan secara teknis adalah sama: siklon tropis. Perbedaannya utama terletak pada lokasi geografis di mana badai tersebut terbentuk. Siklon (cyclone) digunakan ketika badai muncul di Pasifik Barat Laut dan Samudera Hindia. Topan (typhoon) digunakan ketika badai muncul di Pasifik Barat Laut. Dan hurikan (hurricane) ketika badai muncul di Atlantik Utara, Pasifik Utara bagian Tengah, dan Pasifik Utara bagian Timur. Siklon tropis sendiri didefinisikan sebagai badai yang berputar cepat dan dimulai di atas lautan tropis. Istilah siklon tropis digunakan ketika badai mencapai kecepatan angin berkelanjutan maksimum 74 mph (sekitar 119 km/jam) atau lebih tinggi. Keadaan berbahaya jika mencapai daratan.

Terkait dengan perjumpaan dengan ruang yang lain itulah, bencana menjadi bergeser. Jika disederhanakan, mungkin bisa disebut, dari bencana di balik awan ke bencana darat. Istilah hidrometereologi barangkali bisa mewakili varian tersebut. Bencana hidro untuk menjelaskan bencana terkait air dan cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, kekerIngan, dan gelombang panas, yang sering menjadi akibat dari siklon (atau bisa kategori dampak cuaca).

Saya ingin berangkat dari pertanyaan lainnya, apakah setiap siklon pasti akan menghasilkan banjir, tanah longsor, dan sebagainya? Apakah tidak ditentukan sama sekali oleh bagaimana jalur darat menyiapkan semua potensi bencana? Saya beranggapan, ada hal lain yang berperan di jalur darat, dalam memperlihatkan bencana apapun yang terjadi termasuk apa yang menimpa Sumatera pada 25-20 November 2025. Ada bencana darat yang disebabkan oleh perilaku manusia rakus, dengan alih fungsi lahan yang gila-gilaan. Belum lagi membabat hutan yang ada untuk kepentingan nonhutan dan berpotensi menjadikan lahan tidak terkendali. Bagaimana hutan menjadi lahan food estate atau kebun sawit, menjadi contoh dari alih fungsi itu.

Sejak dua minggu sebelum siklon, sejumlah ahli mengingatkan bencana badai yang harus diantisipasi di darat. Namun mitigasi untuk bencana ini, tidak dilakukan secara maksimal. Bahkan, anggaran untuk bencana pun, menjelang akhir tahun, sangat minimalis. Harusnya berbagai rangkaian tersebut menjadi ruang akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan bencana.

Jelaslah bahwa cara pandang bencana akan sangat berpengaruh bagaimana pemerintah akan merespons (setiap) terjadinya bencana. Dengan bertumpu pada bencana alam, seolah-olah bencana sebagai sesuatu yang terjadi begitu saja dengan berbagai dampaknya bagi manusia. Untuk kondisi Sumatera wa bil khusus Aceh, jika berangkat dari cara pandang semacam itu, maka sungguh sangat berbahaya bagi pertanggungjawaban pemerintah selaku pengelola negara yang harusnya selalu memastikan kebahagiaan rakyatnya. Sebagaimana dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, menjaga segenap tumpah darah menjadi tujuan penting dari upaya membahagiakannya rakyatnya.[]

Tags: AcehAnalisisbencanaCara PandangMakin Tahu IndonesiaPascabencana Sumaterasulaiman tripa
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih
Analisis

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

by SAGOE TV
September 9, 2026
Calvin Ho
Analisis

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

by SAGOE TV
August 16, 2026
Calvin Ho
Analisis

Paradoks Aceh: Mengapa Kekayaan Alam Tidak Menjadi Kemakmuran?

by SAGOE TV
August 7, 2026
Calvin Ho
Analisis

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

by SAGOE TV
July 30, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 17, 2026

EDITOR'S PICK

Keagungan Lailatul Qadar dalam Perspektif Ulama

Keagungan Lailatul Qadar dalam Perspektif Ulama

March 26, 2025
Jembatan Krueng Meureudu Resmi Dibuka, Akses Lintas Timur Aceh Mulai Pulih Bertahap

Jembatan Krueng Meureudu Resmi Dibuka, Akses Lintas Timur Aceh Mulai Pulih Bertahap

December 12, 2025
Wagub Fadhlullah Hadiri Pembagian Dana Wakaf Habib Bugak Asyi untuk Jemaah Haji Aceh di Makkah

Wagub Hadiri Pembagian Dana Wakaf Habib Bugak Asyi untuk Jemaah Haji Aceh di Makkah

June 2, 2025
Mengenal Konsep Legasi dalam Islam sebagai Warisan Nilai yang Abadi

Mengenal Konsep Legasi dalam Islam sebagai Warisan Nilai yang Abadi

March 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.