Oleh: Andri Safrizal, S.AB
Alumnus STIAPEN
Penulis lahir di Istanbul pada tahun 1969. Ia meniti karier akademiknya di Universitas Hacettepe dan meraih gelar sarjana pada tahun 1997, kemudian melanjutkan pendidikan magister pada tahun 2000 di Institut Timur Tengah dan Negara-Negara Islam.
Peristiwa tsunami Aceh tahun 2004 membuka jalan keterlibatan langsung penulis dengan Aceh. Selain menjadi relawan dari Pemerintah Turki, ia juga berkiprah sebagai pengajar di dua perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala dan Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry, pada periode 2007–2010. Ia mengatakan bahwa tsunami telah menjadi sebab sehingga hubungan lawas Aceh dan Turki utsmani kembali dikenang.
Buku ini menyuguhkan pembacaan yang utuh tentang Aceh melalui perpaduan pengalaman personal, penelusuran arsip dan sejarah lisan. Berangkat dari perjumpaan awal penulis dengan Aceh, narasi kemudian berkembang menjadi keterlibatan intelektual yang berkelanjutan dalam memahami sejarah, dinamika sosial, serta dampak peristiwa besar termasuk tsunami terhadap ingatan kolektif masyarakat Aceh.
Melalui beragam sumber, mulai dari manuskrip lokal hingga catatan kolonial, buku ini menelusuri hubungan historis Aceh dan Turki sebagai relasi politik, budaya dan keagamaan yang telah terbangun sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam. Kisah-kisah simbolik, seperti meriam lada sicupak dan pengiriman utusan ke Istanbul, dibaca secara kritis sebagai bagian dari strategi Aceh membangun jejaring dengan dunia Islam global, sekaligus merespons tekanan kolonial.
Buku ini juga mengangkat sejarah lisan tentang keberadaan keturunan Turki di Aceh dan wilayah sekitarnya, tanpa mengklaimnya sebagai kesimpulan final. Pendekatan ini menegaskan posisi buku sebagai pemantik diskusi dan penelitian lanjutan, bukan penutup perdebatan historis.
Secara keseluruhan, buku ini menempatkan relasi Aceh-Turki dalam konteks sejarah yang lebih luas di Asia Tenggara dan dunia Islam. Dengan mengajak pembaca melampaui ingatan simbolik, buku ini menawarkan refleksi kritis tentang bagaimana sejarah dirawat, dimaknai, dan terus dipertanyakan dalam memahami posisi Aceh di panggung global.
Judul Buku : Kesultanan Aceh dan Turki
Penulis : Mehmet Ozay
Editor : Thayeb Loh Angen
Penerjemah : Afdhal Muchtar
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-673-4
Cetakan : 2026
Jumlah Halaman : 132 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801




















