BANDA ACEH | SAGOE TV – Percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga 14 Februari 2026, sebanyak 6.211 unit Huntara telah rampung 100 persen. Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Aceh, Safrizal ZA, menegaskan capaian ini menjadi langkah nyata memindahkan warga dari tenda darurat menuju hunian yang lebih layak dan aman.
“Berdasarkan data rekapitulasi sementara per 14 Februari 2026, jumlah Huntara yang telah selesai dibangun 100 persen kini mencapai 6.211 unit. Angka ini meningkat tajam dari posisi 6 Februari lalu yang berada di angka 4.401 unit,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Ahad (15/2).
Percepatan Pembangunan di 12 Wilayah
Safrizal ZA menjelaskan bahwa penambahan sebanyak 1.810 unit dalam waktu singkat ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan untuk segera memindahkan warga dari tenda darurat ke hunian yang lebih layak.
“Alhamdulillah, per 14 Februari ini sudah 6.211 unit Huntara yang rampung 100 persen. Kita terus mengejar target agar saudara-saudara kita tidak terlalu lama berada di pengungsian terbuka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia merincikan sebaran unit Huntara yang telah rampung di berbagai kabupaten/kota:
* Kabupaten Aceh Utara: 1.424 Unit
* Kabupaten Aceh Tamiang: 1.110 Unit
* Kabupaten Gayo Lues: 838 Unit
* Kabupaten Aceh Timur: 723 Unit
* Kabupaten Bener Meriah: 611 Unit
* Kabupaten Pidie Jaya: 590 Unit
* Kabupaten Aceh Tengah: 450 Unit
* Kabupaten Nagan Raya: 350 Unit
* Kota Lhokseumawe: 67 Unit
* Kota Langsa: 34 Unit
* Kabupaten Pidie: 12 Unit
* Kabupaten Aceh Barat: 2 Unit
Pengungsi Terus Menurun
Sejalan dengan bertambahnya hunian yang siap huni, Safrizal menegaskan bahwa jumlah pengungsi di barak-barak darurat terus mengalami penurunan. Hal ini sesuai dengan komitmen Satgaswil Aceh untuk memastikan aspek kemanusiaan dan kenyamanan warga terdampak menjadi prioritas utama.
“Dengan rampungnya 6.211 unit ini, ribuan keluarga kini sudah bisa menempati hunian yang lebih terlindungi dari cuaca ekstrem, sembari proses pemulihan pascabencana terus berjalan ke tahap selanjutnya,” ujarnya. []




















