BANDA ACEH | SAGOE TV – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjajaki kerja sama dengan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) untuk memperluas akses dosen dan sivitas akademika terhadap berbagai program Fulbright Indonesia, termasuk Fulbright Specialist yang memungkinkan perguruan tinggi menghadirkan akademisi atau pakar dari Amerika Serikat.
Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman dan Direktur Eksekutif AMINEF Dr Sandra Hamid di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2026.
Mujiburrahman mengatakan UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi kampus.
“Kami menyambut baik setiap kolaborasi strategis untuk mendukung akselerasi internasionalisasi perguruan tinggi, termasuk memperluas jejaring kemitraan dengan kampus di luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, UIN Ar-Raniry juga membuka peluang bagi akademisi atau tenaga pengajar dari luar negeri untuk terlibat dalam pembelajaran bahasa Inggris di UPT Pusat Bahasa UIN Ar-Raniry.
“Kami juga membuka peluang seluas-luasnya bagi tenaga pengajar atau pakar dari luar negeri untuk mengajar bahasa Inggris di UPT Pusat Bahasa UIN Ar-Raniry,” kata Mujiburrahman.
Sementara itu, Sandra Hamid mengatakan kunjungan AMINEF ke UIN Ar-Raniry salah satunya untuk menyosialisasikan berbagai program Fulbright Indonesia kepada dosen.
Program tersebut mencakup beasiswa jenjang magister dan doktoral serta pendanaan riset bagi dosen. AMINEF juga memperkenalkan Fulbright Specialist Program yang memungkinkan perguruan tinggi menghadirkan akademisi atau pakar dari Amerika Serikat untuk berkontribusi dalam kegiatan akademik di kampus.
Sandra mengatakan program Fulbright Specialist masih belum banyak diketahui, terutama terkait mekanisme dan proses pengajuan proposalnya.
“Fulbright Specialist ini merupakan salah satu program yang ingin kami sosialisasikan karena belum banyak yang mengetahui bagaimana mekanisme dan pengajuan proposalnya,” ujarnya.
Menurut dia, program tersebut dapat menjadi salah satu upaya UIN Ar-Raniry memperkuat rekam jejak internasional kampus, termasuk dalam pemenuhan sejumlah indikator pemeringkatan universitas dunia.
Selain itu, Fulbright memiliki skema penempatan pengajar asing untuk mengajar bahasa Inggris selama enam bulan. Sandra menilai skema tersebut berpotensi diterapkan di UIN Ar-Raniry.
Pertemuan tersebut turut hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Reza Idria PhD, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan Prof Khairuddin, Kepala Pusat Layanan Internasional Prof Saiful Akmal, Direktur Pascasarjana Prof T. Zulfikar, dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof Habiburrahim.




















