BANDA ACEH | SAGOE TV – Portal berita Sagoetv.com diduga menjadi sasaran peretasan setelah menerbitkan berita mengenai rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran hasil survei CELIOS-Kabinet Bayangan. Sejumlah artikel yang sebelumnya dapat diakses mendadak tidak bisa dibuka, memunculkan dugaan adanya gangguan digital terhadap kerja redaksi.
Berita berjudul “Bagaimana Publik Menilai 2 Tahun Prabowo-Gibran? Ini Temuan Survei CELIOS-Kabinet Bayangan” tersebut diterbitkan pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Beberapa jam setelah dipublikasikan, halaman berita itu tidak lagi dapat diakses.
Gangguan tersebut tidak hanya terjadi pada satu artikel. Sejumlah berita lain yang diterbitkan Sagoetv.com pada hari yang sama juga mengalami masalah serupa. Ketika diakses, halaman-halaman tersebut menampilkan keterangan “Page Not Found” atau halaman tidak ditemukan.
Kejadian itu pertama kali disadari oleh tim redaksi ketika Redaktur Pelaksana Sagoetv.com, Husaini Nurdin, memeriksa kembali artikel-artikel yang telah dipublikasikan. Saat pengecekan, berita mengenai rapor pemerintahan Prabowo-Gibran ternyata sudah tidak bisa dibaca.
“Kami baru menyadari ketika Redpel mengecek kembali berita-berita yang sudah tayang. Namun, berita soal Prabowo-Gibran ternyata tidak bisa dibaca lagi alias hilang,” kata Pemimpin Redaksi Sagoetv.com, Mukhtaruddin Yacob, Selasa, 13 Oktober 2026.
Mukhtaruddin menjelaskan, selain berita mengenai survei pemerintahan Prabowo-Gibran, redaksi juga menerbitkan artikel berjudul “Negeri Hahaha Hihihi”, “Dua Akademisi UIN Ar-Raniry Masuk Daftar Ilmuwan Top 2% Dunia 2026”, “Wagub Dek Fadh Terima Kepala BI Aceh, Bahas Penguatan Ekonomi Daerah”, serta “USK Genap 65 Tahun, 5 Peneliti Masuk 2% Saintis Top Dunia dan Fokus pada Dampak Nyata”.
Seluruh artikel tersebut tidak dapat diakses ketika diperiksa kembali. Halaman berita menampilkan pesan bahwa konten yang dicari tidak ditemukan. Redaksi menyayangkan kejadian tersebut karena mengganggu akses publik terhadap informasi yang telah dipublikasikan.
Mukhtaruddin mengaku, Sagoetv.com belum pernah mengalami kejadian serupa sebelumnya, baik hilangnya sejumlah berita maupun dugaan peretasan terhadap portalnya. Meski demikian, redaksi belum dapat memastikan penyebab teknis hilangnya artikel tersebut.
Mukhtaruddin juga tidak menuding pihak tertentu sebagai pelaku. Namun, ia menilai waktu terjadinya gangguan tersebut patut dicermati karena berlangsung tidak lama setelah redaksi menerbitkan berita mengenai hasil survei dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dan artikel “Negeri Hahaha Hihihi”.
“Iya, ini masih dugaan. Kami hanya menyayangkan kejadian ini. Jika ada pihak yang keberatan terhadap pemberitaan, silakan menyampaikan hak jawab atau hak koreksi, bukan mengganggu kerja redaksi tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.
Menurut Mukhtaruddin, keberatan terhadap produk jurnalistik semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, bukan dengan tindakan berpotensi membatasi akses masyarakat terhadap informasi.
Pihak yang merasa dirugikan dapat menghubungi redaksi melalui telepon, surat elektronik, atau media sosial untuk menyampaikan keberatan, dan menggunakan hak jawab maupun hak koreksi sesuai ketentuan berlaku.
Ia menegaskan, dugaan peretasan terhadap media merupakan persoalan serius apabila terbukti dilakukan dengan tujuan mengganggu kerja jurnalistik atau menghilangkan akses publik terhadap informasi. Tindakan semacam itu tidak dapat dipandang sekadar sebagai persoalan teknis apabila ditemukan bukti adanya upaya sengaja untuk mengintervensi ruang redaksi.
“Meretas media bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan keberatan terhadap pemberitaan. Jika memang ada yang merasa dirugikan, gunakan mekanisme yang tersedia. Jangan sampai tindakan digital justru mengganggu kerja jurnalistik dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi,” kata Mukhtaruddin.
Sebagai media yang bekerja dengan mengacu pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Sagoetv.com menyatakan berkomitmen menjalankan kerja jurnalistik secara profesional serta mengutamakan kepentingan publik.
Bagi Sagoetv.com, pers memiliki peran penting sebagai pengawas kekuasaan (watchdog) dan memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, setiap dugaan upaya mengganggu kerja media perlu disikapi secara serius, disertai pemeriksaan teknis dan langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Redaksi menegaskan akan tetap menjalankan fungsi jurnalistiknya, termasuk mengawasi kebijakan dan jalannya pemerintahan. Sagoetv.com berharap gangguan yang terjadi bisa segera ditelusuri agar penyebab hilangnya artikel diketahui, dan akses publik terhadap informasi kembali terjamin.




















