• Tentang Kami
Friday, June 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Siapakah yang akan Menanggung Beban Lingkungan Kita?

SAGOE TV by SAGOE TV
April 22, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Pada tanggal 10 April 2021, salah seorang ahli hukum lingkungan Universitas Indonesia, M. R. Andri Gunawan Wibisana, dikukuhkan sebagai guru besar. Waktu itu, karena masih dalam suasana Covid-19, acara dilaksanakan secara virtual. Saya tidak mengenal dekat dengan beliau, namun dalam sejumlah kesempatan pertemuan ilmiah, beberapa kali saya berdiskusi.

Saya tertarik pada pidato pengukuhannya yang berjudul “Antroposen dan Hukum: Hukum Lingkungan dalam Masa-masa Penuh Bahaya”. Pidato ini kembali mengingatkan kita tentang betapa lingkungan itu sangat penting. Pidato Wibisana, mengingatkan pentingnya alarm selalu muncul untuk ruang publik. Upaya untuk mengingatkan, kadang penuh tantangan. Perpaduan kesempatan dan kemauan. Hanya sedikit orang yang mau sukarela berjuang dengan integritas yang dimiliki.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Dalam pidatonya, Wibisana menyebut kata antroposen. Saya menelusuri Kamus Besar Bahasa Indonesia online [ttps://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/antroposen], dan saya temukan bahwa yang disebut dengan an-tro-po-sen adalah periode geologis saat aktivitas manusia dianggap sangat berpengaruh terhadap lingkungan, iklim, dan ekologi bumi.

Tentu saja sebagai makna kata, bisa saja berbeda dalam makna istilah. Tak mengherankan, cabang filsafat ada ragam wajahnya, terutama yang menelusuri kata, istilah, dan bahasa. Melalui satu cabang tersendiri yang berbicara metode, juga ada acara tersendiri bagaimana pengetahuan itu ditemukan dan dikembangkan.

Dalam konteks yang disebutkan Wibisana, sebagai sebuah istilah, antroposen dirujuknya dari istilah yang diperkenalkan oleh Crutzen –seorang ahli kimia atmosfer dan peraih Nobel Kimia tahun 1995. Paul Jozef Crutzen nama lengkapnya. Warga Belanda yang lahir pada tanggal 3 Desember 1933 dan meninggal 28 Januari 2021. Mengapa ia mendapatkan nobel? Ada kontribusi besarnya yang dilakukan melalui penelitian tentang lapisan ozon dan perubahan iklim. Dari situlah, istilah antroposen diperkenalkan Crutzen –sebagaimana kemudian digunakan Wibisana. Istilah ini, untuk menjelaskan era baru ketika berbagai tindakan yang dilakukan manusia berpengaruh erat di bumi.

Dari mesin pencari google, saya menemukan sejumlah penjelasan tentang siapa Crutzen dan kajiannya. Ada dua artikelnya bersama tim yang menjelaskan antroposen. Melalui artikel “The Anthropocene: Conceptual and Historical Perspektif”, mereka menjelaskan bahwa jejak manusia pada lingkungan global begitu besar dan aktif sehingga menyaingi beberapa kekuatan besar Alam dalam dampaknya pada fungsi sistem Bumi. Istilah antroposen sendiri, menurut mereka baru diperkenalkan satu dekade lalu. Namun baru-baru ini istilah digunakan secara luas, tetapi tidak resmi. Secara formal ia membutuhkan proses dan evolusi –ketika dilihat perubahan pada hubungan manusia dengan dunia. Mereka menawarkan pengelolaan hubungan manusia dengan siklus geofisika besar yang mendorong sistem iklim bumi (Steffen, Grinevald, Crutzen, & McNeill, 2011; Wibisana, 2021).

Dalam pidato yang disampaikan Wibisana, antroposen dipergunakan untuk menggambarkan dominasi manusia di dunia dan tentang besarnya pengaruh manusia atas perubahan yang terjadi di awal. Ada dua hal penting yang seharusnya tidak ditinggalkan, yakni tanggung jawab (responsibility) dan saling ketergantungan (interdependence). Paradigma inilah yang seharusnya dikembangkan, bukan hiperindividualisme dan dominasi –harusnya kerja sama.

Dalam konteks inilah, hukum memiliki peran penting. Menurut Wibisana, hukum menjadi katalis perubahan –terutama bidang hukum tata negara dan administrasi negara. Ada beberapa saluran yang memungkinkan berubah melalui antroposen. Pertama, bagaimana mendorong penghargaan terhadap hak asasi manusia yang terkait lingkungan hidup –termasuk pengakuan atas hak lingkungan sendiri. Kedua, bagaimana campur tangan manusia dapat mengubah urusan privat menjadi publik –terutama untuk hal-hal terkait lingkungan dan selama ini berbasis pada pertanggungjawaban perdata. Ketiga, mendorong kerja sama dan koordinasi tingkat internasional yang lebih masif –dengan tidak melupakan batas-batas kedaulatan negara.

Semua potensi di atas yang memungkinkan untuk didorong, berhadapan dengan berbagai kondisi yang selama ini sepertinya tidak berpihak pada lingkungan. Pertama, kasus lingkungan yang terjadi terus meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas. Bahkan kasus yang tidak memuliakan lingkungan terjadi terang-benderang di depan mata, tidak sembunyi-sembunyi.

Kedua, kasus yang terjadi juga tidak diimbangi dengan bagaimana proses penanganan dan penegakan hukumnya. Kasus-kasus yang diselesaikan di pengadilan menguap begitu saja, dengan putusan yang tidak memuaskan.

Ketiga, lahirnya berbagai legislasi, regulasi, dan berbagai peraturan teknis cenderung membuat pengelolaan lingkungan dan penegakan hukumnya yang semakin semrawut. Plus masih dipertanyakan politik hukum lingkungan yang berkeadilan sosial hadir di negara ini.

Tiga kondisi penting itulah, menyebabkan pertanyaan dari judul di atas muncul: siapakah yang akan menanggung beban lingkungan kita? Sebagaimana pidato Wibisana, jalan ke sana sepertinya masih jauh.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Senin, 21 April 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaHukumkerusakan lingkunganLingkungan HidupSDA
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

June 18, 2026
UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

June 18, 2026
Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama: SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

June 19, 2026

EDITOR'S PICK

Wagub Aceh Paparkan 4 Hal Penting Termasuk soal Dana Otsus di RDP Komisi II DPR RI

Wagub Aceh Paparkan 4 Hal Penting Termasuk soal Dana Otsus di RDP Komisi II DPR RI

April 29, 2025
Gubernur Muzakir Manaf Tiba Kembali di Aceh

Gubernur Muzakir Manaf Tiba Kembali di Aceh

May 14, 2025
Pelantikan Pengurus DMI Aceh, Jusuf Kalla Dijadwalkan Hadir

Pelantikan Pengurus DMI Aceh, Jusuf Kalla Dijadwalkan Hadir

February 11, 2025
Seleksi Petugas Haji 2025 Tingkat Daerah Dibuka 7 November, Cek Syaratnya

Seleksi Petugas Haji 2025 Tingkat Daerah Dibuka 7 November, Cek Syaratnya

November 8, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.