• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dua Dekade Damai Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
June 27, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Dua Dekade Damai Aceh

M Adli Abdullah (kedua kanan) sebagai salah satu pembicara pada bedah buku "Dua Dekade Damai Aceh" di Aula Teater Museum UIN Ar-Raniry, Kamis (26/6/2025). Foto: dok. UIN Ar-Raniry

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Adli Abdullah

Pengantar Redaksi: Tulisan ini merupakan naskah presentasi dari M. Adli Abdullah—pegiat sejarah adat, Dosen Fakultas Hukum USK, dan Tenaga Ahli Kepala Bank Tanah Kementerian ATR/BPN RI—yang disampaikan dalam Bedah Buku “Dua Dekade Damai Aceh”, sebuah forum reflektif yang digelar oleh UIN Ar-Raniry bersama Badan Reintegrasi Aceh (BRA) pada Kamis, 26 Juni 2025, di Aula Teater Museum UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh. Berikut isi lengkap artikelnya:

Pada tanggal 26 Juni 2025, saya dihubungi oleh panitia untuk membedah buku yang berjudul Dua Dekade Damai Aceh, yang ditulis oleh Iskandar Norman dengan editornya Teuku Murdani. Bukunya lebih dari 200 halaman, isinya campuran antara dokumen sejarah, evaluasi kebijakan, atau bahan advokasi perdamaian. Saya melihatnya buku ini lebih dominan menguraikan narasi tentang konflik dan jalan menuju damai. Padahal ketika saya membaca judul Dua Dekade Damai Aceh, awalnya sebagai pembaca saya terobsesi ingin mendapatkan informasi tentang “hasil dan proses transformasi damai”. Akibatnya, buku terkesan lebih sebagai bagian sejarah proses perdamaian daripada evaluasi hasil perdamaian.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Dalam bab satu tentang “Proses Menuju Damai Aceh” dimulai dengan fase sebelum damai Jeda kemanusiaan, zona aman CoHA (2002), tsunami 2004, MoU Helsinki 2005 lahirnya UUPA sehingga lahirnya partai lokal. Maaf, saya melihat bahwa buku ini kurang melakukan evaluasi terhadap “Dua Dekade Damai”. Tidak ditemukan refleksi awal terhadap implementasi hasil MoU Helsinki. Tantangan selama 20 tahun damai, perubahan sosial-politik masyarakat Aceh. Sebaiknya ada pembahasan sedikit tentang overview atas capaian dan tantangan damai Aceh selama dua dekade.

Baca Juga:  Aktualisasi Sosial Syariat Islam: Abstraksi Konseptual Ajaran Sosiologi Islam

Pembahasan bab dua buku ini menggambarkan BRA dan variasi bentuknya BRDA, BPPA secara deskriptif mulai dari pembentukan, bidang kerja, struktur, hingga dinamika internal. Narasi yang dibangun terlalu birokratis dan teknokratis, seolah BRA hanya dipahami sebagai “organisasi administratif”, bukan sebagai aktor utama dalam rekonsiliasi sosial. Dimana didalamnya kurang disentuh dampak sosialnya terhadap masyarakat eks kombatan, korban konflik, dan masyarakat sipil dengan kehadiran BRA ini.

Dalam bab dua ini minim suara dari korban dan masyarakat, nyaris berfokus pada sisi kelembagaan, tanpa menampilkan suara dari eks kombatan yang dibantu atau justru ditinggalkan, Korban sipil (janda, anak yatim konflik) yang tidak masuk dalam skema reintegrasi, masyarakat umum yang merasakan dampak atau ketimpangan pasca reintegrasi, terkesan buku ini “top-down”, bukan “bottom-up” tidak memberi ruang pada persepsi masyarakat terhadap BRA. Buku ini tidak membahas apakah BRA bebas dari politisasi, oligarki elit lokal, atau intervensi elite eks GAM.

Khusus untuk bab “Merawat Perdamaian” dimana dibahas konsistensi semua pihak, damai berkelanjutan, alokasi lahan eks kombatan, isu keadilan, ancaman konflik baru. Namun, agar lebih komprehensif, reflektif, dan berorientasi masa depan, bab ini masih bisa disempurnakan dengan Dimensi Keadilan Transisional yang Inklusif, rehabilitasi korban sipil dan perempuan korban konflik, termasuk janda, anak yatim, dan penyintas kekerasan seksual.

Memang selama ini yang muncul ke publik di Aceh,  rehabilitasi korban agar perdamaian “sustain” terfokus pada eks kombatan, padahal damai sejati membutuhkan pemulihan korban sipil dan pengakuan atas luka masa lalu. Peran generasi muda dalam memelihara damai. Bagaimana pendidikan damai diajarkan di sekolah-sekolah Aceh? Apa peran pemuda dalam mencegah radikalisasi atau kekerasan baru? Perlu program peace leadership untuk generasi baru. Mengapa ini penting kita bahas, karena banyak anak muda lahir pasca-MoU Helsinki, tidak memahami sejarah konflik dan nilai damai, kalau tidak dikelola dengan baik,  mereka bisa apatis atau malah akan terseret ke konflik baru. Damai ini bukan hanya soal tiadanya senjata, tapi penghapusan ketidakadilan struktural. Perdamaian bukan hanya soal berakhirnya konflik bersenjata, tetapi tentang bagaimana menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan partisipasi inklusif agar konflik tidak terulang kembali. Karena:

  • Damai itu mahal dan harus dirawat terus-menerus.
  • Reintegrasi dan keadilan bagi korban adalah syarat utama dari positive peace.
  • Peran serta semua pihak negara, masyarakat sipil, eks kombatan, perempuan, dan generasi muda sangat penting untuk keberlanjutan perdamaian.
Baca Juga:  Rumah Amal Masjid Jamik USK Sediakan Dapur Umum untuk Mahasiswa Terdampak Banjir

Secara dokumentasi buku ini sangat berguna sebagai arsip sejarah dan lembaga-lembaga perdamaian. Perlu dilanjutkan buku lain yang analisisnya lebih mendalam terhadap keberlanjutan damai (sustainability of peace), Bagaimana efektivitas program reintegrasi? Bagaimana persepsi masyarakat? Apakah keadilan transisional terwujud pascadamai Aceh? Juga perlu dilanjutkan pembahasannya tentang nasib perempuan korban konflik, peran generasi muda pasca konflik dan ketimpangan dalam distribusi ekonomi damai.

Perlu juga dilanjutkan bahasannya Apakah damai Aceh benar-benar berkelanjutan?  ketidakadilan ekonomi, dan kekecewaan eks kombatan. Efektivitas BRA sebagai instrumen reintegrasi, Apakah BRA hanya menyalurkan dana, atau benar-benar melakukan reintegrasi sosial dan ekonomi? Dimana peran masyarakat sipil?

Isi buku ini lebih elitis (tokoh, lembaga), sedikit suara dari rakyat biasa, Apakah sudah ada keadilan untuk korban pelanggaran HAM di masa konflik? Bagaimana transformasi Gerakan Politik GAM, Bagaimana GAM berubah menjadi partai politik? Apakah nilai-nilai perjuangan masih relevan atau sudah bergeser?

Penutup

Apakah damai yang kita alami hari ini adalah damai yang adil dan bermartabat? Damai tidak cukup diingat dalam seremonial tahunan. Damai harus dipelihara dalam kebijakan, dalam ruang sekolah, dalam cara kita menyusun anggaran, dan dalam cara pemimpin mendengar suara rakyat. Dua puluh tahun damai adalah babak, bukan akhir cerita. Mari menulis bab berikutnya tentang damai Aceh lebih berpihak pada mereka yang selama ini tak terdengar. Damai, Harus Terus Diperjuangkan.

Terima kasih, selamat membaca, menulis adalah menciptakan sejarah. Buku ini bagian dari sejarah! []

Penulis adalah Pegiat Sejarah Adat, Dosen Fakultas Hukum USK dan Tenaga Ahli Kepala Bank Tanah Kementerian ATR/BPN RI.

Tags: acehArtikelBedah BukuBukuDamaidamai acehM Adli AbdullahPerdamaian
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

March 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026

EDITOR'S PICK

PW ISNU Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Jelang Lebaran, PW ISNU Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

March 14, 2026
Pemerintah Aceh Serahkan Laporkan Keuangan Unaudited 2024 ke BPK RI

Pemerintah Aceh Serahkan Laporkan Keuangan Unaudited 2024 ke BPK

March 28, 2025
Konektivitas Aceh-Malaysia, Mualem Tinjau Pelabuhan Krueng Geukueh untuk Jalur Pelayaran ke Penang

Konektivitas Aceh-Malaysia, Mualem Tinjau Pelabuhan Krueng Geukueh untuk Jalur Pelayaran ke Penang

August 23, 2025
Timnas Indonesia Runner-up Piala AFF U-23, Menpora dan PSSI Tetap Apresiasi Perjuangan Garuda Muda

Timnas Indonesia Runner-up Piala AFF U-23, Menpora dan PSSI Tetap Apresiasi Perjuangan Garuda Muda

July 30, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.