• Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

SAGOE TV by SAGOE TV
March 31, 2026
in Artikel, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa, Guru Besar Bidang Hukum dan Pembangunan Universitas Syiah Kuala. Foto: Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Guru Besar Fakultas Hukum USK Banda Aceh

Ada satu hadits sahih Bukhari dan Muslim, yang isinya tentang saat datangnya bulan Puasa, Allah akan membuka pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi, yakni bagaimana hubungan dengan Khaliq dan hablumminannas. Ada tiga hal: soal menyekutukan Allah, soal kewajiban meminta maaf atas kesalahan dengan sesama manusia, dan tidak memperlakukan orang tua dengan baik.

Saya hanya akan fokus pada soal hablumminannas, khususnya soal minta maaf jika ada kesalahan. Ada dua konteks yang harus dipastikan, apakah kesalahan kita dengan orang lain, atau kesalahan orang lain dengan kita. Kemudian pertanyaan dasarnya adalah, kita menunggu diminta maaf atau kita yang akan meminta maaf? Orang yang arif tidak mengenal kelas. Misalnya mereka yang jabatannya lebih tinggi lebih menunggu mereka yang berpangkat rendah.

BACA JUGA

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Orang yang memiliki gelar lebih hebat dan panjang, menunggu permohonan maaf dari mereka yang miskin gelar. Orang yang secara ekonomi dan politik lebih mapan, lebih menunggu.

Semua itu keliru. Permohonan maaf tidak tergantung kelas. Jika kita sadar bahwa setiap saat bisa saja membuat dosa dan menzalimi orang lain, maka minta maaf bukanlah satu hal yang merendahkan. Orang-orang yang menyorong tangannya terlebih dahulu, sesungguhnya adalah orang hebat. Bukan sebaliknya, mereka yang menunggu disodorkan tangan baru menyodorkan.

Sekali lagi, ia tidak ditentukan oleh kelas. Orang-orang yang arif akan maju terlebih dahulu dan berani mempertaruhkan semua yang duniawinya untuk meminta maaf. Tidak takut jadi tidak populer karena berani meminta maaf terlebih dahulu. Untuk meminta maaf, seharusnya tidak ada rumus gengsi dan semacamnya.

Baca Juga:  Benarkah Elite Penyebab Banjir Bandang Sumatera?

Jadi, apa yang lebih tangguh selain keberanian orang untuk meminta maaf? Bagi sebagian pihak, hal demikian sangat berat untuk dilakukan, oleh siapapun. Maka siapapun yang berani melakukannya, akan mendapat ganjaran berlipat ganda. Ada balasan yang luar biasa disediakan untuk orang yang mampu melakukannya.

Di pihak lain, orang yang menerima permintaan maaf pun bukan sesuatu yang mudah. Untuk memaafkan saja butuh kekuatan tersendiri. Tidak mudah meminta maaf, serta tidak mudah memaafkan, merupakan perilaku yang tidak terpuji. Seorang manusia tidak mungkin lepas dari salah dan lupa. Seyogianya meminta maaf dan memaafkan adalah sesuatu yang niscaya.

Lebih jauh, orang-orang yang terlibat dalam proses maaf-memaafkan juga akan mendapat balasan tersendiri. Saya kira untuk orang-orang yang mendamaikan orang lain, akan mendapat fasilitas istimewa kelak.

Begitulah ketika berbicara mengenai mendamaikan. Orang akan merasakan kehilangan ketika sudah tidak ada lagi di sampingnya. Salah satu hal yang penting dalam hidup adalah hubungan silaturrahim. Terkait dengan silaturrahim dalam konteks idul fitri, saling menghalalkan antar sesama.

Saya menyarankan kepada orang yang memiliki kuasa (pemerintah, organisasi, dan sebagainya), untuk selalu menginisiasi halal bi halal. Penting selalu ada ruang untuk saling bertemu dan saling meminta dan memberi maaf. Dengan hadir, banyaknya kesempatan, akan memungkinkan kita saling bertemu banyak orang. Dan ini tidak terbatas pada urusan kantor dan formal.

Kegiatan ini pun tidak mesti dilaksanakan dengan anggaran. Ruang untuk bisa bertemu. Tidak mesti dengan proposal. Sederhana dan saling bertemu. Maka ketika suatu kali, ada acara ini, saya minta dipadukan dengan pengajian. Dalam realitas, pilihan ini juga tidak disukai semua orang. Misalnya di kampung, diadakan satu acara untuk saling bertemu, lalu dipadukan dengan pengajian, belum tentu semua orang akan hadir. Sebagiannya, walau tidak ada agenda, lebih memilih di warung kopi.

Baca Juga:  Beasiswa PKUMI-LPDP Disosialisasikan di UIN Ar-Raniry, Dorong Lahirnya Ulama Moderat

Kita tidak mengerti apa yang menyebabkan orang yang lebih memilih warung ketimbang nimbrung dalam pengajian. Tentu ada alasan tertentu, semacam tarikan magnit tertentu yang mana orang yang bersangkutan seperti tidak bisa memilih untuk tidak duduk bersantai-santai di warung. Fenomena ini sebenarnya sama seperti orang yang begitu selesai shalat, tidak bisa berdiam barang beberapa saat. Begitu selesai salam, langsung balik kanan –istilah lokal di sini. Khusus di kampung, biasanya orang tua akan menegur orang-orang yang langsung keluar dari mushalla begitu shalat selesai. Ada tuntutan interaksi antara sesama masyarakat. Shalat jamaah sendiri sebenarnya sangat disunatkan –malah ada mazhab yang menyamakan tingkatannya dengan hukum wajib. Dalam masyarakat, ketika seseorang menunaikan shalat jamaah, tidak hanya akan menunaikan kewajiban vertikal tersebut. Shalat jamaah juga melunaskan kewajiban saling berinteraksi sesama anggota masyarakat.

Makanya dalam masyarakat kita, pelaksanaan ibadah yang berlangsung di mushalla (meunasah) selalu memiliki sisi sosial –tidak sebatas kewajiban vertikal. Hal ini sangat penting dalam hal bersosialisasi satu sama lain. Tentu saja masing-masing masyarakat memiliki konsep sendiri mengenai bersosialisasi ini, namun yang jelas, ruang paling umum digunakan adalah ruang-ruang pelaksanaan ibadah.

Saya salut jika ada kampung yang masih memiliki agenda halal bi halal ini. Dengan acara demikian, memungkinkan para warga untuk saling bertemu, dan duduk dalam satu waktu. Berkunjung dari rumah ke rumah bisa berhari-hari. Ada beberapa kepentingan: Pertama, mengenai pentingnya semua orang menggapai halal dengan proses dan cara yang halal. Jangan mengejar yang halal dengan sesuatu yang tidak halal. Menjelang hari raya, idul fitri nanti, pada dasarnya momentum penting untuk menggapai halal bi halal tersebut. Orang membuka diri untuk meminta dan menerima maaf, adalah sesuatu yang sangat tinggi bagi sesama dalam mencapai halal.

Baca Juga:  Hendra Supardi Jadi Plt Dirut Bank Aceh Syariah

Kedua, mengenai tujuan keberadaan kita yang harus memberikan sebanyak mungkin manfaat bagi alam sekitar, baik manusia, hewan, maupun alam. Setiap orang harus selalu berusaha untuk menjaga keharmonisan melalui konsep memberi manfaat bagi banyak orang. Dengan konsep demikian, akan ada usaha untuk mengurangi sebanyak mungkin kerugiaan bagi banyak orang lain. Konsep terakhir ini yang sering diremehkan. Kita sering menjadi penyakit bagi orang lain, dan kita tidak peduli ketika orang merasakan sesuatu yang ganjil akibat dari keberadaan kita.

Mencapai kebahagiaan demikian, idealnya sudah harus dipikirkan sebelum bulan Puasa berlalu. Saya kira orang-orang yang memiliki kesalahan dengan orang lain, beranikan dirilah untuk lebih dahulu menyodorkan tangan.[]

Tags: acehIdul FitriIndonesiaopiniPelajaransulaiman tripa
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031
Opini

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

by SAGOE TV
May 10, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam
Opini

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

by SAGOE TV
May 7, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?
Opini

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

by Anna Rizatil
April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh
Opini

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

by SAGOE TV
April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan
Opini

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

by Anna Rizatil
April 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

May 10, 2026
Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

May 9, 2026
Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

May 9, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

May 7, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

May 11, 2026

EDITOR'S PICK

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Tetapkan Darurat Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Tetapkan Darurat Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

November 29, 2025
Asrul M Yusuf Terpilih sebagai Ketua PC ISNU Aceh Timur

Asrul M Yusuf Terpilih sebagai Ketua PC ISNU Aceh Timur

May 5, 2025
Haornas 2025 di Aceh, Wagub Fadhlullah Apresiasi Dedikasi Insan Olahraga

Haornas 2025 di Aceh, Wagub Fadhlullah Apresiasi Dedikasi Insan Olahraga

September 9, 2025
Hadiri Rakornas 2026, Illiza Tekankan Kepemimpinan yang Berpihak pada Rakyat

Hadiri Rakornas 2026, Illiza Tekankan Kepemimpinan yang Berpihak pada Rakyat

February 9, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.