• Tentang Kami
Monday, August 17, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Arti Kemerdekaan

SAGOE TV by SAGOE TV
August 17, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Rita Khathir

Rita Khathir. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rita Khathir
Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala

Tahun ini kita merayakan Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI) tercinta yang ke-81 dengan suka cita. Apakah makna kemerdekaan itu bagi kita? Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Sudah mampu berdiri sendiri? Sudah cerdas? Sudah makmur dan berbahagia? Sudahkan kita mencapai baldatun thayyibatun warabbun ghafur? Negeri yang baik dan diberkati oleh Allah?

Mari bersama-sama kita merenungi makna kemerdekaan ini, walaupun sudah kita raih sejak 81 tahun yang lalu. Generasi pun telah berganti, para pejuang kemerdekaan tahun 1945 telah pun berpulang ke Rahmatullah. Maka kita para generasi yang lahir di alam kemerdekaan, perlu memahami makna kemerdekaan yang sesungguhnya, mempertahankannya dan merawatnya, sampai ke anak cucu kita di masa depan.

BACA JUGA

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

Saudaraku yang budiman. Pertama, merdeka itu bukan bermakna boleh berbuat apa saja dengan tidak memikirkan halal dan haramnya. Merdeka bukan bermakna boleh membina dan mencetuskan apa saja dengan tidak memikirkan pantang larangan Tuhan. Merdeka juga bukan artinya bebas tanpa batas, dengan tidak memikirkan syariat Tuhannya.

Kita adalah manusia, makhluk yang diciptakan oleh Allah dilengkapi dengan akal yang diamanatkan untuk menjadi khalifah (pengelola) di bumi ini. Pada hakikatnya kita adalah makhluk yang lemah, yang tidak dapat hidup tanpa adanya elemen lain seperti air, udara, tanah, pangan, sandang dan papan. Lalu Allah telah mencukupi kebutuhan kehidupan kita tersebut, bahkan Allah telah mengutus utusanNya (para Rasul) untuk mengarahkan kehidupan manusia dengan peraturan (syariat) yang sangat penting untuk perkembangan peradaban manusia yang agung dan mulia.

Apakah manfaat peraturan Tuhan bagi kehidupan manusia? Dengan kemampuan akalnya, manusia dapat mengembangkan berbagai pemahaman dalam kapasitas yang terbatas, dan berkemungkinan tersesatkan oleh pikirannya sendiri atau termanipulasikan oleh bisikan syaitan. Untuk menghadapi keterbatasan ini, Allah ingin melindungi manusia agar selalu berada di jalan yang lurus dengan peraturan atau rambu-rambu yang kita sebut agama.

Untuk itu kita patut bersyukur karena berada di negeri yang menerapkan syariat Islam dalam sendi kehidupan dengan berlakunya Qanun Syariat Islam (Qanun No. 11/2002, Qanun No. 6/2014, dan Qanun No. 8/2014). Penerapan hukum Islam akan meninggikan derajat kemanusiaan kita sebagai pribadi yang jujur, amanah, rajin, disiplin, beretika, cerdas, menyampaikan kebaikan, penyayang, dan seterusnya. Agama Islam bertujuan untuk mencetak generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Kedua, merdeka itu adalah bebas dari penjajahan. Kemerdekaan bangsa kita adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Ketiadaan penjajah, menjadikan kita bebas memilih identitas kita sendiri. Kita bebas beragama, mengikuti Tuhan dan memilih cara hidup yang telah diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW. Tanpa penjajahan pula, kita dapat melaksanakan pembangunan, menyelenggarakan pendidikan, membangun ekonomi, memanfaatkan sumber daya alam secara mandiri, dan seterusnya.  Sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, tujuan Pemerintah Negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Ketiga, kemerdekaan tidak bermakna kita bebas membuat apa saja. Apabila manusia boleh berbuat apa saja tanpa aturan/peraturan, maka manusia telah kehilangan kemanusiaannya itu sendiri. Pada saat itu sebenarnya nafsu telah menguasai dan syaitan telah menjadi kawan atau sekutu. Akan ada pula saatnya manusia akan menuhankan akal dan logikanya sendiri. Fenomena ini tentunya akan membawa manusia kepada kehidupan yang porak-poranda, kehilangan kemanusiaan dan tersesat . Allah berfirman dalam QS. Al A’raf ayat 179 yaitu “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

Saudaraku sekalian, oleh karena itu, arti kemerdekaan yang sebenarnya adalah bukan sekedar bebas dari penjajahan bangsa lain, namun juga bahwa kita hidup dengan pengetahuan yang benar tentang Allah dan tujuan penciptaan kita yaitu untuk menyembah Allah SWT. Penghambaan diri kita kepada Allah SWT akan menghasilkan insan beriman dan bertaqwa yang mampu memerdekakan diri dari pengaruh nafsu. Dalam QS. Yusuf ayat 53 Allah menyatakan bahwa sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan.

Bagaimana kondisi negara kita hari ini? Apakah masih ada korupsi dan nepotisme? Apakah masih ada rakyat yang kelaparan? Apakah masih ada rakyat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan? Apakah kemaksiatan merajalela? Apakah LGBT melanda? Apakah angka HIV/AIDS meningkat? Dan seterusnya. Beberapa pendapat menyatakan bahwa kita masih hidup dalam penjajahan, berpindah dari tangan penjajah asing ke penjajah pribumi, artinya sebagian kita melakukan berbagai upaya untuk memperkaya diri dengan mengabaikan hak-hak saudara kita yang lainnya.

Kehidupan jahiliyah atau kebodohan akan terjadi kepada manusia yang salah mengenali Allah atau Tuhannya, lalu mereka meninggalkan aturan-aturan Allah. Wahai saudaraku sekalian, Marilah dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 ini, kita semua berniat untuk memperbaiki diri dan keluarga, memastikan bahwa kita sudah merdeka dari dua hal yaitu (1) dari penjajahan bangsa lain dan (2) dari kendali nafsu dan syaitan. Mari kita tingkatkan iman, taqwa, ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga  kita dapat membangun semula keinginan luhur untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas. Mari kita bunuh virus-virus korupsi dalam diri kita, dan sebaliknya mari kita gerakkan hati dan tangan kita untuk membangun negara, dan bertekad untuk melunasi hutang bangsa. Semoga Pemerintah kita mempunyai program untuk melunasi hutang negara. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tags: 17 AgustusARTIHUT Kemardekaan RIHUT RIKemerdekaanRita Khathir
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

by SAGOE TV
August 17, 2026
Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh
Opini

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

by SAGOE TV
August 15, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

21 Tahun Damai: Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

by SAGOE TV
August 15, 2026
Ketika Anak Naik Kelas, tetapi Kemampuannya Tidak: Refleksi atas masih ditemukannya siswa sekolah dasar yang belum lancar membaca
Opini

Ketika Anak Naik Kelas, tetapi Kemampuannya Tidak

by SAGOE TV
August 14, 2026
Ari J. Palawi
Opini

Setelah 21 Tahun Damai, Aceh Mau Mewariskan Apa?

by SAGOE TV
August 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

August 14, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

21 Tahun Damai: Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

August 15, 2026
Ari J. Palawi

Setelah 21 Tahun Damai, Aceh Mau Mewariskan Apa?

August 13, 2026
Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

August 7, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

August 15, 2026
Prodi Ekonomi Syariah UIA Jalani Asesmen LAMEMBA, Dorong Peningkatan Mutu Dosen dan Lulusan

Prodi Ekonomi Syariah UIA Jalani Asesmen LAMEMBA, Dorong Peningkatan Mutu Dosen dan Lulusan

August 11, 2026
Makna Cinta, di Antara Cut Nyak Dhien & Kahlil Gibran

Makna Cinta, di Antara Cut Nyak Dhien & Kahlil Gibran

August 6, 2026
Prof Warul Walidin, Mantan Rektor UIN Ar-Raniry, Meninggal Dunia

Prof Warul Walidin, Mantan Rektor UIN Ar-Raniry, Meninggal Dunia

August 12, 2026

EDITOR'S PICK

Australia dan Indonesia Perkuat Hubungan Perdagangan

Australia dan Indonesia Perkuat Hubungan Perdagangan

February 22, 2025
Pemerintah Aceh Bahas Pengelolaan 1.630 Sumur Minyak Masyarakat untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Pemerintah Aceh Bahas Pengelolaan 1.630 Sumur Minyak Masyarakat untuk Tingkatkan Kesejahteraan

September 24, 2025
Hukuman Cambuk bagi Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh

Hukuman Cambuk bagi Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh

February 27, 2025
Istri Wagub Aceh Berbagi Bersama Anak Yatim di Panti Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe

Istri Wagub Aceh Berbagi Bersama Anak Yatim di Panti Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe

March 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.