BANDA ACEH | SAGOE TV – Indonesia Pickleball Federation (IPF) Pengprov Aceh sukses menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) perdana sebagai bagian dari langkah melengkapi administrasi dan persyaratan organisasi untuk mendaftarkan cabang olahraga pickleball ke KONI Aceh. Kejurda ini sekaligus menjadi ajang menjaring bibit atlet potensial dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
Kejurda perdana persatuan Pickleball Aceh yang berlangsung di lapangan Distanbun Aceh, ditutup pada Minggu malam, 4 Oktober 2026. Pickleball merupakan gabungan dari tiga olahraga: tenis lapangan, bulu tangkis atau badminton, dan tenis meja/pingpong.
Kegiatan ini diikuti atlet dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh dan menjadi momentum penting dalam pengembangan olahraga pickleball di provinsi ujung barat Indonesia.
Ketua IPF Pengprov Aceh, Nuzul Salamun Hayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pengurus, panitia, serta pihak yang telah mendukung terlaksananya Kejurda perdana tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Kejurda tidak hanya untuk memenuhi persyaratan administrasi organisasi, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaring bibit-bibit atlet pickleball Aceh yang potensial untuk dikembangkan ke depan.
“Alhamdulillah, Kejurda perdana ini sudah terlaksana dengan baik. Kita berharap dari kegiatan ini lahir bibit-bibit atlet pickleball yang nantinya bisa terus dibina dan mengharumkan nama Aceh,” kata Nuzul.
Ia mengatakan, para atlet yang telah mengikuti Kejurda diharapkan tidak berhenti berlatih. Terlebih, pada Oktober ini juga akan dilaksanakan Pekan Pelajar, sehingga para atlet memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
“Kita harapkan para atlet terus berlatih. Apalagi pada Oktober ini akan ada kegiatan Pekan Pelajar, sehingga kemampuan mereka dapat terus diasah,” ujarnya.
Nuzul juga mengapresiasi dukungan sponsor yang turut memberikan hadiah kepada para pemenang berupa uang pembinaan dan raket pickleball. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi bagi atlet untuk semakin serius mengembangkan prestasi.
Dalam Kejurda perdana tersebut, juara pertama nomor tunggal diraih atlet asal Kabupaten Pidie, sedangkan juara kedua berasal dari Aceh Barat.
Sementara itu, posisi juara bersama diraih atlet dari Gayo Lues dan Bener Meriah. Para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Nuzul berharap pelaksanaan Kejurda perdana menjadi awal bagi semakin berkembangnya olahraga pickleball di Aceh.
“Ini baru 1/2 perjuangan kita , dan mari kita berjibaku agar pickleball ini bisa menjadi Booming di Aceh,” ujarnya.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan semakin banyaknya kabupaten/kota yang aktif, pickleball diharapkan dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu memberikan prestasi bagi Aceh di tingkat nasional.




















