• Tentang Kami
Monday, October 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

SAGOE TV by SAGOE TV
October 5, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Publik dalam Bayang Militerisme Urban

Zahlul Pasha Karim, Peneliti pada Law and Social Justice UGM, Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Zahlul Pasha Karim
Pengajar Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry Banda Aceh
zahlul.pasha@mail.ugm.ac.id

Bukan kali pertama, Presiden Prabowo menuduh para pengkritik programnya. Awalnya, ia menyebut para kritikus sebagai “antek asing” dan “londo ireng”. Belakangan, ia juga menyerang para intelektual dengan sebutan “goblok” karena menurutnya mereka telah menyebarkan fitnah dalam menilai kerja pemerintah.

Para aktivis dan akademisi merespon tuduhan tersebut. Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) mengidentifikasi Prabowo sebagai figur antisains (Kompas, 21/09/2026).. Karakter Prabowo diyakni semakin mirip pemimpin fasis karena menjalankan kekuasaan sambil menjauhi data, abai pada kritik, dan memusuhi intelektual (Tempo, 25/9/2026).

BACA JUGA

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

Lantas, apa yang dapat dikritisi dari argumen ini? Benarkah Prabowo antisains? Bagaimana dengan beberapa kebijakannya yang menunjukkan kecenderungan sebaliknya, seperti menaikkan dana riset dan mendorong industri saintek dalam negeri? Beberapa hari lalu ia juga baru melantik anggota Wantimpres, yang salah satunya juga berisi akademisi.

Tulisan ini berusaha menawarkan cara pandang lain terhadap Prabowo dengan melihat secara lebih utuh berbagai tuduhan terhadap dirinya dan membandingkannya dengan beberapa kebijakan Prabowo terhadap sains. Oleh karena itu, saya menawarkan satu argumen; Prabowo bukanlah pemimpin antisains, melainkan antisaintis.

Kita tahu, sains adalah produk atau sistem pengetahuannya, sedangkan saintis/ilmuwan/intelektual adalah subjek atau orang yang menciptakan dan mengembangkan sains itu sendiri.

Di bawah Prabowo, saya memerhatikan bahwa dirinya tidak menunjukkan kecenderungan antisains. Ia justru mencurigai otonomi para saintis. Sejumlah kebijakannya mengindikasikan bahwa pemerintah relatif mendukung lini riset dan memanfaatkannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing militer.

Sebagai contoh, pada Juli 2026, Prabowo telah menambahkan anggaran riset perguruan tinggi menjadi 12 triliun, dari yang tadinya sebesar 8 triliun (Tempo, 15/01/26). Kenaikan dana ini untuk mendukung penelitian di sektor pangan, ketahanan energi, serta penguatan industri strategis.

Dengan menempatkan sains sebagai aset ekonomi negara, Prabowo juga menegaskan bahwa mereka yang bekerja di bidang tersebut sebagai pahlawan negara. Dalam bidang milter, Prabowo juga meminta aparatur negara untuk menguasai kecerdasan buatan, sistem siber, dan teknologi nirawak (Tempo, 22/07/26). Ia menekankan bahwa perwira unggul masa depan adalah yang menguasai saintek.

Karakter populis

Kiprah Prabowo segera mengingatkan saya pada sejumlah pemimpin populis lainnya. Sebagaimana dijelaskan Krisztián Szabados (2019), rezim populis seperti di Rusia, Turki,  Hongaria, dan Amerika Serikat menghargai sains dan teknologi untuk mendukung agenda mereka. Presiden Putin memandang sains sebagai alat menaikkan reputasi internasional dan berinisiatif untuk mengejar kepemimpinan global di bidang kecerdasan buatan dan genetika.

Presiden Erdogan menaikkan dana riset sebanyak dua kali lipat dari total nilai PDB Turki. Presiden Orban juga mengatur ulang angggaran di Hongaria untuk memprioritaskan riset ilmu terapan sehingga telah berdampak langsung pada sektor industri dan pertumbuhan ekonomi. Hal serupa juga diikuti Presiden Trump yang menaikkan anggaran riset federal serta menambah anggaran NASA untuk kebijakan luar angkasa.

Dibandingkan menolak ilmu pengetahuan, pemimpin populis lebih senang mengalihkan fokusnya dengan mengendalikan komunitas ilmiah seperti mencampuri otonomi perguruan tinggi dan menempatkan pimpinan lembaga riset yang loyal secara politik.

Praktik politik semacam itu dapat ditemukan secara universal dalam kepemimpinan politik apa pun yang memiliki kecenderungan tidak demokratis. Di mata pemimpin populis, saintis dianggap sebagai ancaman bagi kekuasaan karena menjadi kelompok paling sulit dimanipulasi oleh pesan-pesan politik populis.

Memang, Prabowo tidak menyingkirkan semua saintis dan memilih untuk memanfaatkan mereka dalam mendukung agenda pemerintah. Namun, seperti karakter pemimpin populis lainnya, Prabowo menerapkan sistem patronase untuk menempatkan para saintis yang loyal pada posisi-posisi strategis. Sistem tersebut juga dilakukan Trump yang mengganti pejabat federal pada badan pelindungan lingkungan Amerika Serikat dengan figur-figur yang cocok dan sesuai dengan kepentingan bisnis dan ideologinya.

Fokus pada saintek

Cara lainnya adalah mengalihkan pendanaan kepada riset terapan dan teknologi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, atau sektor industri pendukung rezim. Sebaliknya, pemimpin populis menekan dan memotong dana kepada saintis di bidang ilmu-ilmu sosial yang sering menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Hal serupa dilakukan Prabowo pada bidang ilmu sosial. Meskipun telah menambah anggaran riset pada 2026, dana tersebut diprioritaskan pada sektor sains dan teknologi, sementara bidang ilmu sosial semakain terpinggirkan. Beasiswa LPDP kini juga diarahkan berfokus pada bidang STEM dengan kouta yang disediakan untuk bidang tersebut mencapai 80%.

Berbeda dengan sains terapan, saintis pada bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora kerap kali menyuarakan kritik kepada pemerintah. Outlok Kebebasan Akademik yang dirilis KIKA 2025 menunjukkan target korban kebebasan akademik umumnya menyasar forum-forum akademik yang berlatar ilmu sosial dibanding foroum riset terapan.

Forum seperti nobar film, dan diskusi kritis menyangkut dampak proyek strategi nasional telah menjadi sasaran pembubaran. Aktor-aktor yang mengecam kebijakan pemerintah, khususnya para akademisi yang menuntut tanggung jawab negara atas dampak sosial akibat program pemerintah ikut dikriminalisasi.

Dengan cara tersebut, Prabowo tetap mempertahankan sains sebagai institusi pengetahuan. Pada saat bersamaan, ia menolak otonomi saintis sebagai kelompok yang berpotensi menjadi oposisi langsung bagi program-programnya.

Tags: opiniPrabowoPresiden PrabowoSainsZahlul Pasha Karim
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK
Opini

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

by SAGOE TV
September 25, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari
Opini

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

by SAGOE TV
September 15, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

October 4, 2026
Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

October 1, 2026
Nazir Adam Kembali Pimpin PSSI Aceh, Ini Pesannya Usai Kongres di Sigli

Nazir Adam Kembali Pimpin PSSI Aceh, Ini Pesannya Usai Kongres di Sigli

October 3, 2026
Sumur Minyak Masyarakat Aceh Mulai Didorong Berproduksi, BPMA Gandeng BUMD dan Koperasi

Sumur Minyak Masyarakat Aceh Mulai Didorong Berproduksi, BPMA Gandeng BUMD dan Koperasi

October 2, 2026
Belajar Memahami Dunia Spionase

Belajar Memahami Dunia Spionase

March 24, 2025

EDITOR'S PICK

Akademisi Aceh Sesalkan Bentrok saat Penyaluran Bantuan: Mari Kembali Fokus pada Kemanusiaan

Akademisi Aceh Sesalkan Bentrok saat Penyaluran Bantuan: Mari Kembali Fokus pada Kemanusiaan

December 26, 2025
Roblox Diminta Sesuaikan Platform dengan Regulasi Perlindungan Anak di Indonesia

Roblox Diminta Sesuaikan Platform dengan Regulasi Perlindungan Anak di Indonesia

August 16, 2025
2 Atlet Menembak Aceh Perkuat Tim Indonesia di Asian Games 2026, Dek Fadh Beri Dukungan

2 Atlet Menembak Aceh Perkuat Tim Indonesia di Asian Games 2026, Dek Fadh Beri Dukungan

September 17, 2026
Bangun Sekolah Rakyat, Bupati Aceh Singkil dan Wali Kota Subulussalam Temui Wamensos

Bangun Sekolah Rakyat, Bupati Aceh Singkil dan Wali Kota Subulussalam Temui Wamensos

March 23, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.