• Tentang Kami
Sunday, May 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Cara Isaiah Berlin Memahami Tradisi Intelektual Russia

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Relasi Pertahanan Semesta (Cosmic Defense) dengan ‘Gerobak Pengetahuan’ Lokal di Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad
Dosen UIN Ar-Raniry dan Penulis Islam Historis.

Salah satu fokus kajian Isaiah Berlin adalah menukilkan wajah Russia, saat dia bertugas sebagai diplomat Inggris. Perhatian Berlin terhadap Russia memang tidak dapat diabaikan sama sekali.

Sebab, dari karya-karya Berlin dan catatan diplomatnya, diketahui bagaimana sejarah awal intelektual dan perihal tentang Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Kajian tentang Russia memang kajian yang baru bagi saya. Karena itu, di dalam menyajikan esai ini, saya akan mencoba memahami pemikiran Berlin dari tiga aspek tersebut. Ada dua buku khusus yang ditulis Berlin yaitu Russian Thinkers dan The Soviet Mind: Russian Culture under Communism, serta beberapa esai lainnya yang edit oleh Henry Hardy. Mengkaji tentang Russia tentu akan mengingatkan pada pengaruh Marxisme di era Stalin.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Demikian pula, ketika Berlin masih berusia 8 tahun (1917), dia menyaksikan dua revolusi di Petograd, yaitu: Revolusi Maret dan Revolusi Oktober. Berlin mulai menulis tentang Russia setelah kembali ke Uni Sovyet, sebagai seorang diplomat dari Inggris pada tahun 1945. Dalam kunjungan tersebut, dia bertemu dengan Anna Akhmatova dan Boris Pasternak. Anna Andreevna Akhmatova (1889-1966) merupakan penyair Russia kelahiran Ukraina. Pertemuannya dengan Isaiah Berlin pada tahun 1945, disebutkan sebagai “Tamu dari masa depan.” Di samping berjumpa dengan Akhmatova, Berlin juga secara regular berjumpa dengan Boris Leonidovich Pasternak (1890-1960), seorang penyair Sovyet dan penyandang hadiah Novel atas karyanya Doktor Zhivago pada tahun 1957.

Russia memberikan kesan tersendiri bagi Berlin. Di sini tempat kelahirannya, yaitu Riga, sekarang menjadi Latvia. Dia kerap dikenal sebagai Yahudi Russia. Rasa empatinya terhadap negara Russia sangat besar sekali, kendati dia sudah menjadi warga Inggris sejak 1926. Karena itu, tulisan-tulisan Berlin tentang Russia menarik untuk disimak dan dikaji. Tulisan-tulisan Berlin tentang Russia dihasilkan pada tahun 1940-an dan 1950-an; mulai dipublikasikan antara tahun 1948 dan 1961.  Dalam menghasilkan tulisan tentang Russia memang memiliki “akses istimewa” (“priveleged access”). Hausheer menyatakan bahwa: ”…unlike many intellectuals, Berlin has had close links with public life. His networks of connection has made him a priveled observer of, at time an active participant in, some of the major events of the day.” Kisah perjalanan Berlin ke Moskow digambarkan secara detail oleh Michael Ignatieff dalam Isaiah Berlin: A Life. Di situ ada perjalanan untuk mencari tahu “duduk perkara” yang sedang terjadi di Russia. Dia pun berjumpa dengan beberapa kerabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Selebih itu, Berlin tetap bertugas sebagai pegawai di Kedutaan Inggris di Moskow. Berlin pun mengatakan bahwa sebelumnya dia tidak pernah berada di Moskow.

Baca Juga:  Tet Apam Budaya Perlu Dilestarikan

Selama menjadi staf di Kedutaan Besar Inggris di Moskow, Berlin memang hanya bertugas untuk menulis laporan setiap pagi, dimana dia diminta untuk membaca, meringkas, mengomentari media surat kabar di Sovyet. Tugas ini mirip sebagai bagian dari operasi intelijen yang mengumpulkan data dari informasi-informasi terbuka, yang kemudian dianalisis dan disampaikan ke user.

Menurut Berlin, surat kabar Sovyet waktu itu digambarkan “monochrome, predictable and repetitive, and the facts and propaganda virtually identical in them all.” Karena itu, Berlin lebih banyak menggunakan waktunya untuk mengambil data untuk keperluan akademiknya, seperti mengunjungi museum, tempat-tempat dan bangunan bersejarah, teater-teater, toko buku, dan selebihnya jalan-jalan. Berlin merefleksikan perjalanannya dalam berbagai esai. Salah satunya adalah “Four Weeks in the Soviet Union.” Di situ dijelaskan bahwa selama perjalanan di Moskow, dia sempat berjumpa mahasiswa paskasarjana Harvard yang mendapatkan dana perjalanan dari Carnegie Travel Grants untuk menggali sebanyak mungkin informasi tentang Soviet dalam bentuk “penelitian lapangan.” Setelah itu dia berkunjung kepada Pushkin House, di mana dia berjumpa dengan Professor Alekseev, kepala kantor tersebut.

Kemampuan Isaiah Berlin memetakan kekuatan intelektual Russia memang tidak diragukan. Dalam dua karyanya tersebut, saya akhirnya bertemu dengan berbagai tokoh yang menjadi saksi hidup perjalanan sejarah intelektual Russia. Kendati saya awam dengan apa yang terjadi di Russia, melalui beberapa karya Isaiah Berlin, saya mulai belajar memahami kekuatan intelijensia a la Russia. Disebutkan bahwa kata ‘intelijensia’ itu sendiri berasal dari bahasa Russia. Karena itu, istilah ini memperlihatkan bagaimana kekuatan ide yang berkembang di Russia, yang mungkin agak sulit ditemukan di negara-negara lainnya. Berlin sendiri dalam esainya yang berjudul “The Survival of the Russian Intelligentsia” menulis tentang istilah “intelligentsia” sebagai berikut:

Baca Juga:  Milad Partai Aceh ke-14; Momentum Kebangkitan Politik Aceh

Intellectual are persons who, as someone said, simply want ideas to be as interesting as possible. ‘Intelligentsia’, however, is Russian word and a Russian phenomenon. Born in the second quarter of the nineteenth century, it was a movement of educated, morally sensitive Russians stirred to indignation by an obscurantist Church; by a brutally oppressive State indifferent to the squalor, poverty and illiteracy in which the great majority of the population live; by a governing class which they saw as trampling on human rights and impeding moral and intellectual progress.

Tampak bahwa tradisi intelijensia yang muncul di Russia merupakan bagian dari perlawanan terhadap pemerintah yang sangat brutal. Mereka melakukan perlawanan melaui cara-cara kerja sebagai intelektual yang memiliki ide. Di sinilah saya kemudian memahami konsep kekuatan ide (the power of ideas) yang juga menjadi judul buku Isaiah Berlin. Tampaknya, mempelajari bagaimana tradisi intelektual yang disajikan oleh Isaiah Berlin akan memberikan dorong kuat untuk mengatakan bahwa jangan pernah remehkan suatu ide atau gagasan dari para kelompok intelijensia, sebagaimana disampaikan oleh Isaiah Berlin.  Jangan heran, jika Revolusi Februari pada tahun 1917, dimana Isaiah Berlin menyaksikan sendiri, saat masih kanak-kanak, adalah digerakkan oleh kaum intelektual. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian kelompok intelektual selalu dimonitor oleh pemerintah Uni Sovyet. Sebagian mereka, pernah bertemu dan menerima simpati dari Isaiah Berlin.[]

Tags: acehIsaiah BerlinRusiaTradisi Intelektual
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad adalah Antropolog. Berdomisili di Aceh.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

May 2, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026

EDITOR'S PICK

Satgas Halal Kemenag Aceh Lakukan Pengawasan JPH di 70 Lokasi

Satgas Halal Kemenag Aceh Lakukan Pengawasan JPH di 70 Lokasi

February 8, 2026
USK Buka Jalur Prestasi Berdasarkan Talenta, Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

SNBP 2026: 2.967 Peserta Lulus di USK, Cek Jadwal Verifikasi hingga Daftar Ulang

April 1, 2026
Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Segera Dibuka, Cek Syaratnya

Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Segera Dibuka, Cek Syaratnya

March 21, 2025
Respon Muslim Terhadap Perayaan Imlek

Respon Muslim Terhadap Perayaan Imlek

March 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.