• Tentang Kami
Thursday, October 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Jangan Sampai Anak Aceh Tak Bisa Bahasa Aceh, Ini Pesan Syech Muharram

SAGOE TV by SAGOE TV
October 15, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jangan Sampai Anak Aceh Tak Bisa Bahasa Aceh, Ini Pesan Syech Muharram

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram. Foto: MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

JANTHO | SAGOE TV – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian bahasa Aceh di tengah perkembangan zaman. Ia tidak ingin generasi muda kehilangan kemampuan berbahasa daerah sendiri karena bahasa Aceh merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Jangan sampai anak Aceh tidak bisa berbicara bahasa Aceh. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar bahasa dan budaya Aceh tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Syech Muharram saat membuka Festival Piasan Aceh Rayeuk 2026 di halaman Kantor Camat Peukan Bada, Senin, 12 Oktober 2026.

BACA JUGA

Belanda Sepakati Pemulangan Warisan Budaya Aceh, dari Sikin Panyang hingga Manuskrip dan Nisan

FKIP USK Hadirkan Kapolda Aceh di Gelora Kebangsaan X, Dekan Tekankan Karakter Mahasiswa

Menurutnya, pelestarian bahasa dan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan peran sekolah, keluarga, dan masyarakat. Bahasa Aceh perlu terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga dan pendidikan, agar anak-anak terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa ibu mereka.

Syech Muharram mengaku prihatin melihat sebagian generasi muda yang mulai tidak fasih, bahkan merasa malu menggunakan bahasa Aceh. Karena itu, ia menilai upaya pelestarian bahasa daerah perlu diperkuat melalui pendidikan, pembiasaan di rumah, serta kegiatan kebudayaan yang melibatkan generasi muda secara langsung.

Selain bahasa, Syech Muharram menegaskan bahwa kebudayaan Aceh memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai syariat Islam. Menurutnya, menjaga budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan kesenian atau menggelar festival, tetapi juga harus mencakup pelestarian adat, adab, dan nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur.

“Budaya kita tidak terlepas dari hukum syariah. Adat dan hukum itu ibarat zat dan sifat, tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah tradisi dan tata krama masyarakat yang dinilainya mulai mengalami pergeseran. Beberapa di antaranya adalah adat dalam prosesi pertunangan, tata cara makan, serta kebiasaan menghormati orang yang lebih tua.

Menurut Syech Muharram, perubahan zaman semestinya tidak membuat masyarakat meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas orang Aceh. Adab dalam kehidupan sehari-hari perlu terus diajarkan kepada anak-anak agar budaya tidak hanya dikenal sebagai pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam perilaku.

“Tata cara makan sudah tidak sama lagi dengan budaya pendahulu kita. Budaya menghargai orang yang lebih tua juga sudah jauh dari yang semestinya,” ujarnya.

Minta Kuah Beulangong Dipatenkan

Dalam kesempatan itu, Syech Muharram turut menekankan pentingnya melindungi kekayaan budaya Aceh Besar, termasuk kuliner tradisional yang menjadi identitas daerah. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah kuah beulangong, makanan khas yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Besar menindaklanjuti upaya perlindungan kekayaan intelektual atas warisan budaya tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Kuah beulangong merupakan budaya khas Aceh Besar. Saya minta Disdikbud dan Bappeda tolong hak paten diurus, karena sudah banyak yang menjadi khazanah kita dipergunakan hak miliknya oleh daerah lain,” kata Syech Muharram.

Ia menjelaskan, kekayaan budaya Aceh Besar mencakup berbagai aspek, mulai dari bahasa, adat istiadat, kesenian, kuliner, hingga adab dalam kehidupan masyarakat. Seluruhnya perlu dirawat dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Upaya pelestarian budaya tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menjadikan daerah itu sebagai destinasi wisata religi Islami. Menurutnya, daya tarik Aceh Besar tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan tradisi, identitas budaya, dan penerapan nilai-nilai syariat dalam kehidupan masyarakat.

Di bidang pendidikan, Syech Muharram mendukung pengembangan seni dan budaya melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Namun, ia menekankan bahwa penguatan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya harus berjalan seimbang dengan pendidikan agama melalui program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS).

“BKBS harus kita jaga. Anak-anak selain belajar tentang budaya juga harus diimbangi dengan belajar agama di sekolah,” ujarnya.

Festival Piasan Aceh Rayeuk 2026 berlangsung pada 13-15 Oktober 2026 dan diikuti 273 siswa dari 15 sekolah. Para peserta berkompetisi dalam enam cabang perlombaan, di antaranya pidato bahasa Aceh, hadih maja, lagu jameun, calitra paneuk, dan meucagok. Para juara pertama dari setiap cabang akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Aceh Besar pada kompetisi tingkat provinsi Aceh.

Tags: AcehAceh BesarAnakAnak AcehBahasaGenerasiSyech Muharram
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Belanda Sepakati Pemulangan Warisan Budaya Aceh, dari Sikin Panyang hingga Manuskrip dan Nisan
News

Belanda Sepakati Pemulangan Warisan Budaya Aceh, dari Sikin Panyang hingga Manuskrip dan Nisan

by SAGOE TV
October 15, 2026
FKIP USK Hadirkan Kapolda Aceh di Gelora Kebangsaan X, Dekan Tekankan Karakter Mahasiswa
News

FKIP USK Hadirkan Kapolda Aceh di Gelora Kebangsaan X, Dekan Tekankan Karakter Mahasiswa

by SAGOE TV
October 15, 2026
Asap Terdeteksi di Aceh, Jarak Pandang di Aceh Utara Turun Jadi 2-3 Km
News

Asap Terdeteksi di Aceh, Jarak Pandang di Aceh Utara Turun Jadi 2-3 Km

by SAGOE TV
October 15, 2026
Dari Aceh ke Taiwan, Kisah Syafura La Djuna Menembus Batas lewat Student Exchange
News

Dari Aceh ke Taiwan, Kisah Syafura La Djuna Menembus Batas lewat Student Exchange

by SAGOE TV
October 15, 2026
Mualem Minta Listrik Huntara Korban Banjir Aceh Tetap Menyala hingga Huntap Siap
News

Mualem Minta Listrik Huntara Korban Banjir Aceh Tetap Menyala hingga Huntap Siap

by SAGOE TV
October 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

October 10, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
LPS bayar klaim nasabah BPRS Aceh

LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Nasabah 4 BPRS di Aceh

October 8, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

October 10, 2026
Brigjen Latif Usman Jadi Wakapolda Aceh, Gantikan Ari Wahyu Widodo

Brigjen Latif Usman Jadi Wakapolda Aceh, Gantikan Ari Wahyu Widodo

October 11, 2026

EDITOR'S PICK

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

February 6, 2026
Pendaftaran KPPS Pilkada 2024 Dibuka, Tersedia Kuota untuk Penyandang Disabilitas

Pendaftaran KPPS Pilkada 2024 Dibuka, Tersedia Kuota untuk Penyandang Disabilitas

February 8, 2026
Bencana Aceh; Tambang Ilegal dan Hutan Berubah Sawit

36 Jam Terjebak Banjir Aceh; Ini Bencana Seperti Tsunami

December 3, 2025
DP3A Aceh Upayakan Pendampingan Maksimal untuk Kelompok Rentan Terdampak Bencana

DP3A Aceh Upayakan Pendampingan Maksimal untuk Kelompok Rentan Terdampak Bencana

January 12, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.