• Tentang Kami
Thursday, July 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
July 16, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh. (Ilustrasi AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Fajri
Kepala Sekolah dan Pegiat Literasi

Seperti biasa, pagi itu saya membuka gawai sambil ngopi. Linimasa media sosial Aceh dipenuhi satu perbincangan yang sama. Beranda Facebook, WhatsApp, hingga kolom komentar media lokal ramai membahas rencana rehabilitasi Meuligoe Wali Nanggroe.

Saya membaca satu per satu komentar warga. Ada yang mendukung. Ada yang menganggapnya sebagai bagian dari pelestarian warisan sejarah Aceh. Namun lebih banyak lagi yang bertanya dengan nada sederhana, tanpa kemarahan, tetapi penuh kegelisahan.

BACA JUGA

Tentang Media dan Perhatian Publik

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

“Bukankah masih banyak yang lebih mendesak?”

Saya menutup layar telepon genggam. Entah mengapa pikiran saya justru kembali pada perjalanan pulang ke kampung halaman beberapa pekan lalu. Sebagai orang Bireuen yang merantau di Banda Aceh, libur sekolah selalu menjadi momen yang saya tunggu. Namun perjalanan pulang kali ini terasa berbeda. Di Jembatan Bailey Kutablang, kendaraan mengular hampir tanpa ujung. Saya menghabiskan hampir tiga jam hanya untuk melewati satu jembatan darurat. Mesin kendaraan dimatikan, ebagian pengendara turun mencari udara segar sambil membeli makanan yang dijajakan oleh pedagang asongan dan menariknya tidak terdengar umpatan kasar dalam kondisi yang sama sekali menyebalkan itu. Orang Aceh memang terkenal sabar. Namun,  kesabaran bukan berarti persoalan telah selesai. Ada emosi yang berkecamuk dibalik antrean itu.

Di tengah antrean itu saya justru berpikir, ternyata bencana tidak berakhir ketika air surut. Ia baru berakhir ketika masyarakat dapat kembali menjalani hidup secara normal.

Sudah delapan bulan banjir besar berlalu. Namun di banyak tempat, jejaknya masih nyata. Lumpur masih mengendap di halaman rumah. Sawah belum seluruhnya kembali produktif. Jalan-jalan rusak masih menunggu perbaikan. Aktivitas ekonomi belum sepenuhnya pulih. Di beberapa titik, masyarakat masih menggantungkan mobilitasnya pada jembatan darurat.

Karena itu saya memahami mengapa berita tentang rehabilitasi Meuligoe memunculkan banyak pertanyaan di ruang publik. Bukan karena masyarakat membenci Meuligoe, bukan pula karena masyarakat tidak menghormati Wali Nanggroe.

Justru sebaliknya. Masyarakat Aceh memahami bahwa Meuligoe memiliki nilai sejarah dan simbolik yang penting. Ia adalah bagian dari identitas Aceh yang memang patut dirawat. Namun setiap kebijakan selalu memiliki bahasa yang lebih kuat, bahasa itu bernama prioritas.

Dalam ilmu kebijakan publik dikenal sebuah prinsip sederhana. Ketika sumber daya terbatas, pemerintah dituntut memilih mana yang paling mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu. Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi secara bersamaan. Di situlah kebijaksanaan pemangku kebijakan diuji.

Bukankah rumah pertama yang harus dibangun setelah bencana adalah rumah rakyat?, bukankah jembatan pertama yang harus selesai adalah jembatan yang setiap hari dilalui rakyat dengan berbagai hajat dan kepentingannya?, bukankah jalan pertama yang harus dipulihkan adalah jalan yang menghubungkan pasar dengan seluruh ekosistemnya?

Aceh pernah mengajarkan dunia bagaimana bangkit dari tsunami 2004. Saat itu, yang dibangun bukan hanya gedung-gedung pemerintahan. Yang lebih dahulu dipulihkan adalah denyut kehidupan masyarakat. Rumah-rumah dibangun. Jalan dibuka. Sekolah kembali berdiri. Pelabuhan kembali beroperasi. Dunia datang membantu karena yang menjadi pusat perhatian adalah manusia.

Hari ini, delapan bulan setelah banjir, semangat itu seharusnya tetap menjadi preferensi pemerintah Aceh dalam pemulihan pascabencana. Suatu pemerintahan akan selalu dikenang bukan karena megahnya bangunan yang berhasil direhabilitasi, melainkan karena kecepatannya mengembalikan kehidupan rakyat.

Bagi masyarakat yang masih teluka oleh dampak bencana banjir tidak penting sama sekali kapan sebuah meuligoe selesai diperbaiki. Yang penting bagi mereka kapan anak-anak kembali berangkat sekolah tanpa harus mengantre berjam-jam di jembatan darurat. Kapan sawah-sawah mereka dibersihkan dari lumpur dan terairi Kembali. Kapan harapan kami benar-benar pulih?

Sebab dalam setiap bencana, yang paling membutuhkan rehabilitasi bukanlah bangunan. Melainkan harapan. Dan harapan itu selalu tumbuh ketika rakyat merasa bahwa mereka adalah prioritas utama.

Baca Juga: Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh

Tags: acehCatatanJejakLumpuropiniPascabencana Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah
Opini

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

by SAGOE TV
July 11, 2026
Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh
Opini

Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh

by SAGOE TV
July 8, 2026
Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota
Opini

Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

by SAGOE TV
July 6, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Horor Perjalanan Belum Berakhir

Horor Perjalanan Belum Berakhir

July 10, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

July 10, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

July 12, 2026
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 6 Guru Besar, Prof Kamaruzzaman hingga Prof Saiful Akmal

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 6 Guru Besar, Prof KBA hingga Prof Saiful Akmal

October 15, 2024
Peularaa Damee Hadir dalam Bahasa Inggris, KKR Aceh Sebar Pesan Rekonsiliasi hingga Mancanegara

Peularaa Damee Hadir dalam Bahasa Inggris, KKR Aceh Sebar Pesan Rekonsiliasi hingga Mancanegara

August 14, 2025
Kak Na UMKM Aceh Harus Naik Kelas, Saatnya Produk Lokal Jadi Kebanggaan Global

Kak Na: UMKM Aceh Harus Naik Kelas, Saatnya Produk Lokal Jadi Kebanggaan Global

November 10, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.