• Tentang Kami
Monday, August 31, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
July 16, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh. (Ilustrasi AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Fajri
Kepala Sekolah dan Pegiat Literasi

Seperti biasa, pagi itu saya membuka gawai sambil ngopi. Linimasa media sosial Aceh dipenuhi satu perbincangan yang sama. Beranda Facebook, WhatsApp, hingga kolom komentar media lokal ramai membahas rencana rehabilitasi Meuligoe Wali Nanggroe.

Saya membaca satu per satu komentar warga. Ada yang mendukung. Ada yang menganggapnya sebagai bagian dari pelestarian warisan sejarah Aceh. Namun lebih banyak lagi yang bertanya dengan nada sederhana, tanpa kemarahan, tetapi penuh kegelisahan.

BACA JUGA

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

“Bukankah masih banyak yang lebih mendesak?”

Saya menutup layar telepon genggam. Entah mengapa pikiran saya justru kembali pada perjalanan pulang ke kampung halaman beberapa pekan lalu. Sebagai orang Bireuen yang merantau di Banda Aceh, libur sekolah selalu menjadi momen yang saya tunggu. Namun perjalanan pulang kali ini terasa berbeda. Di Jembatan Bailey Kutablang, kendaraan mengular hampir tanpa ujung. Saya menghabiskan hampir tiga jam hanya untuk melewati satu jembatan darurat. Mesin kendaraan dimatikan, ebagian pengendara turun mencari udara segar sambil membeli makanan yang dijajakan oleh pedagang asongan dan menariknya tidak terdengar umpatan kasar dalam kondisi yang sama sekali menyebalkan itu. Orang Aceh memang terkenal sabar. Namun,  kesabaran bukan berarti persoalan telah selesai. Ada emosi yang berkecamuk dibalik antrean itu.

Di tengah antrean itu saya justru berpikir, ternyata bencana tidak berakhir ketika air surut. Ia baru berakhir ketika masyarakat dapat kembali menjalani hidup secara normal.

Sudah delapan bulan banjir besar berlalu. Namun di banyak tempat, jejaknya masih nyata. Lumpur masih mengendap di halaman rumah. Sawah belum seluruhnya kembali produktif. Jalan-jalan rusak masih menunggu perbaikan. Aktivitas ekonomi belum sepenuhnya pulih. Di beberapa titik, masyarakat masih menggantungkan mobilitasnya pada jembatan darurat.

Karena itu saya memahami mengapa berita tentang rehabilitasi Meuligoe memunculkan banyak pertanyaan di ruang publik. Bukan karena masyarakat membenci Meuligoe, bukan pula karena masyarakat tidak menghormati Wali Nanggroe.

Justru sebaliknya. Masyarakat Aceh memahami bahwa Meuligoe memiliki nilai sejarah dan simbolik yang penting. Ia adalah bagian dari identitas Aceh yang memang patut dirawat. Namun setiap kebijakan selalu memiliki bahasa yang lebih kuat, bahasa itu bernama prioritas.

Dalam ilmu kebijakan publik dikenal sebuah prinsip sederhana. Ketika sumber daya terbatas, pemerintah dituntut memilih mana yang paling mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu. Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi secara bersamaan. Di situlah kebijaksanaan pemangku kebijakan diuji.

Bukankah rumah pertama yang harus dibangun setelah bencana adalah rumah rakyat?, bukankah jembatan pertama yang harus selesai adalah jembatan yang setiap hari dilalui rakyat dengan berbagai hajat dan kepentingannya?, bukankah jalan pertama yang harus dipulihkan adalah jalan yang menghubungkan pasar dengan seluruh ekosistemnya?

Aceh pernah mengajarkan dunia bagaimana bangkit dari tsunami 2004. Saat itu, yang dibangun bukan hanya gedung-gedung pemerintahan. Yang lebih dahulu dipulihkan adalah denyut kehidupan masyarakat. Rumah-rumah dibangun. Jalan dibuka. Sekolah kembali berdiri. Pelabuhan kembali beroperasi. Dunia datang membantu karena yang menjadi pusat perhatian adalah manusia.

Hari ini, delapan bulan setelah banjir, semangat itu seharusnya tetap menjadi preferensi pemerintah Aceh dalam pemulihan pascabencana. Suatu pemerintahan akan selalu dikenang bukan karena megahnya bangunan yang berhasil direhabilitasi, melainkan karena kecepatannya mengembalikan kehidupan rakyat.

Bagi masyarakat yang masih teluka oleh dampak bencana banjir tidak penting sama sekali kapan sebuah meuligoe selesai diperbaiki. Yang penting bagi mereka kapan anak-anak kembali berangkat sekolah tanpa harus mengantre berjam-jam di jembatan darurat. Kapan sawah-sawah mereka dibersihkan dari lumpur dan terairi Kembali. Kapan harapan kami benar-benar pulih?

Sebab dalam setiap bencana, yang paling membutuhkan rehabilitasi bukanlah bangunan. Melainkan harapan. Dan harapan itu selalu tumbuh ketika rakyat merasa bahwa mereka adalah prioritas utama.

Baca Juga: Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh

Tags: AcehCatatanJejakLumpuropiniPascabencana Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal
Opini

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

by SAGOE TV
August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

by SAGOE TV
August 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

August 27, 2026
Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

August 25, 2026
MEUGOE Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

MEUGOE: Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

August 27, 2026
Jalur RoRo Aceh-Penang Dipercepat, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Jalur RoRo Aceh-Penang Dipercepat, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

August 28, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

August 21, 2026
21 Tahun Damai Aceh, Unhan RI dan BRA Bahas Strategi Memperkuat Perdamaian

21 Tahun Damai Aceh, Unhan RI dan BRA Bahas Strategi Memperkuat Perdamaian

August 27, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 30, 2026
M. Azril Ihksan

Makna Rindu, Antara Majnun dan Hamzah Fansuri

August 26, 2026

EDITOR'S PICK

INI 2O PEMENANG LOMBA ARTIKEL CUT NYAK DHIEN

INI 2O PEMENANG LOMBA ARTIKEL CUT NYAK DHIEN

November 6, 2022
Usai Pencairan Bonus Atlet, KONI Aceh Fokus Genjot Persiapan Menuju Pra-PORA hingga PON 2028

Usai Pencairan Bonus Atlet, KONI Aceh Fokus Genjot Persiapan Menuju Pra-PORA hingga PON 2028

November 16, 2025
Bonus Atlet PON Akan Segera Dibayarkan, Plt Sekda Aceh: Juga Peraih Medali Peparnas

Bonus Atlet PON Akan Segera Dibayarkan, Plt Sekda Aceh: Juga Peraih Medali Peparnas

April 15, 2025
Pj Gubernur Safrizal Menjadi Pembicara di USK

Pj Gubernur Safrizal Menjadi Pembicara di USK

March 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.