• Tentang Kami
Tuesday, September 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 6, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc. (Foto: Dokumen)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prof. Dr. Hj. Rita Khathir, S.TP., M.Sc
Seorang Muslimah dan Profesor Bidang Teknik Pascapanen, Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: rkhathir@usk.ac.id

Ketika warung kopi (warkop) 24 jam mulai digalakkan, saya masih dapat menahan diri untuk tidak menulis. Namun ketika permainan meu-en batee (balaknam atau domino) dijadikan sebagai olahraga legal di Aceh per 21/09/2025, saya sudah tidak bisa menahan diri.

Operasional warkop-24 jam adalah suatu strategi bisnis yang menguntungkan sebelah pihak karena kita khawatir bahwa hal ini akan mendorong penurunan kualitas generasi muda. Kegiatan begadang sepanjang malam untuk melakukan hal-hal yang tidak bersifat darurat adalah suatu kegiatan yang membalikkan hukum alam (sunnatullah) penciptaan manusia. Allah berfirman dalam QS. Al-Furqan ayat 47 dan QS. Al-Qashash ayat 73 bahwa malam diciptakan sebagai jadwal untuk beristirahat. Sebaliknya, Allah menciptakan hewan dengan sunnatullah beraktifitas di malam hari misalnya kelelawar. Lalu mereka akan tidur bergantung diri sepanjang hari.

BACA JUGA

Hari Literasi, AI, dan Cara Berpikir

Lulusan Seni 2026-2030: Menghubungkan Pendidikan, Profesi, dan Kebudayaan Aceh

Prof. Dr. Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry telah menyampaikan keresahannya akibat fenomena mencintai aktifitas begadang di kalangan mahasiswa yang berpusat di warkop dengan alasan utama untuk mendapatkan akses internet. Dalam berita Serambi 22/09/2025, beliau menjelaskan bahwa Aceh pada saat ini menghadapi permasalahan maraknya judi online, pergaulan bebas dan kasus HIV/AIDS. Dalam hal ini, saya melihat aktifitas begadang sia-sia sebagai titik awal lahirnya proses dekadensi moral/akhlak/etika di masyarakat Aceh.

Tidak hanya menyebabkan permasalahan sosial, aktifitas begadang juga berpotensi meningkatkan penyakit hati seperti gangguan fungsi hati, resistensi insulin, perlemakan hati (fatty liver), dan bahkan meningkatkan risiko kerusakan sel hati yang dapat berujung pada hepatitis dan kanker hati. Na’uzubillahi min zaalik, dahsyatnya efek membalikkan suatu sunnatullah.

Saya sendiri melihat ada benang merah yang jelas antara aktivitas begadang ini dengan berbagai permasalahan degradasi kinerja akademik. Sebagai contoh, aktivitas begadang ini akan menggagalkan sistem perkuliahan di siang hari, karena mahasiswa mengantuk di kelas atau bahkan absen karena tertidur di rumahnya. Saya mengalami hal ini, beberapa mahasiswa tertidur di kelas selama jam perkuliahan. Salah satu solusi yang saya terapkan adalah memanggil yang bersangkutan ke depan kelas dan memintanya berdiri sepanjang perkuliahan atau menjadi asisten untuk membersihkan papan tulis. Strategi ini manjur untuk jangka pendek, namun kita harus memikirkan bagaimana strategi yang bersifat jangka panjang, mencegah lahirnya generasi kelelawar.

Kehadiran warkop-24 jam seharusnya dianalisis dengan bijaksana. Saya berpendapat bahwa kehadiran warkop-24 jam berdampak positif bagi beberapa orang pebisnis atau karyawan, namun berdampak negatif bagi masyarakat, terutama generasi muda. Dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kepentingan umum harus diutamakan di atas kepentingan sekelompok atau sebagian orang. Oleh karena itu, warkop-24 jam perlu dilarang dan dikembalikan kepada jam operasional normalnya.

Perlukah Meu-en Batee?

Masih dirisaukan oleh berjamurnya warkop-24 jam, kita kembali mendapatkan kabar tentang legalisasi permainan meu-en batee (balaknam atau domino). Ibarat pepatah, “Sudah jatuh ketimpa tangga pula”. Bahkan cabang olah raga (cabor) domino Aceh telah dibentuk pada 21/09/2025. Sekalipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan surat pernyataan bahwa permainan domino di bawah Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) adalah halal karena dijamin tidak adanya unsur perjudian, dan PORDI telah berhasil memperjuangkannya menjadi olahraga nasional, kita kudu berhati-hati dan bersikap waspada adalah lebih baik bagi kita. Hukum asal segala sesuatu menurut asas ilmu fiqh adalah mubah (boleh). Selanjutnya hukum tersebut dapat bergeser ke arah haram ataupun wajib, sesuai dengan efek yang akan ditimbulkannya.

Bukan framing tetapi kewaspadaan

Meu-en Batee (domino) merupakan permainan santai menghabiskan waktu yang paling nyaman dilakukan di warung-warung kopi yang tentunya akan berdampak pada hilangnya kreatifitas generasi muda. Sejak zaman dulu, permainan ini sering menjadi ajang perjudian. Selain dapat melahirkan arena perjudian, permainan ini juga dapat melahirkan arena percekcokan oleh pihak yang terus menerus kalah. Bahkan, permainan ini sering diselingi dengan kegiatan lainnya seperti menegak minuman keras.

Permainan Domino berasal dari Tiongkok yang dilaksanakan pada festival di Wulin (Hang Zhou). Domino ini digunakan sebagai media perjudian (1162-1494), di mana kata Domino berasal dari “Dominus” yang artinya penguasa. Sebuah buku panduan Domino ditulis oleh Qu You (1341-1437). Tu Bulqaini (Ketua Partai Adil Sejahtera Aceh) juga telah menyampaikan kekhawatiran serupa (Serambi/25/09/2025), “Upaya menjadikan permainan domino sebagai cabang olahraga justru berpotensi menimbulkan keburukan karena selama ini domino telah identik dengan praktek perjudian di tengah masyarakat Aceh”.

Selain itu, permainan ini dapat menyebabkan beberapa hal seperti ketagihan alias tidak bisa berhenti (addicted), perubahan perilaku (kesehatan mental, dan penurunan kinerja akademik dan pekerjaan. Dengan demikian, permainan ini tidak seharusnya menjadi olahraga bagi generasi muda Islam. Sebagai muslim yang cerdas maka kita dapat melihat bahwa meu-en bate ini bersifat meragukan (syubhat) dan semestinya ditinggalkan.

Perkembangan Warkop-24 jam dan Meu-en Batee merupakan hal yang sangat serasi satu sama lainnya. Keduanya akan menjadi ancaman bagi generasi muda di Aceh, berpotensi menghancurkan peradaban generasi muda kita. Kita akan bertemu generasi muda pecinta peh-batee yang begadang sepanjang malam di warung-warung kopi. Sedangkan di siang harinya mereka akan menjadi tukang tidur (manusia tikus) atau tidak dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal. Walhasil kita akan mencetak generasi muda yang santai, bodoh, dan bahkan lemah secara psikis (rohani) dan fisiknya (jasmani).

Akhirnya kita sangat mengharapkan atensi Pemerintah, Ulama, Tokoh Masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk bersuara secara adil dan bijaksana. Sekalipun warkop-24 jam dan meu-en batee dilegalkan di provinsi lain, dengan keistimewaan penegakan Qanun Syariat Islam di Aceh, kita dapat memiliki kebijakan sendiri yang khas dan sesuai dengan masyarakat Aceh. Mewujudkan Qanun Syariat Islam, Aceh tidak memerlukan warkop-24 jam dan permainan meu-en batee (domino) juga tidak diperbolehkan di Aceh. Mari kita perjuangkan gerakan anti dekadensi moral dan degradasi kinerja di Aceh. Tidak mengapa kita berbeda demi menegakkan kebenaran. Semangat perjuangan! []

Tags: AcehDominoMakin Tahu IndonesiaMeu-en BateeOlahragaopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Hari Literasi, AI, dan Cara Berpikir
Opini

Hari Literasi, AI, dan Cara Berpikir

by SAGOE TV
September 9, 2026
Lulusan Seni 2026-2030 Menghubungkan Pendidikan, Profesi, dan Kebudayaan Aceh
Opini

Lulusan Seni 2026-2030: Menghubungkan Pendidikan, Profesi, dan Kebudayaan Aceh

by SAGOE TV
September 7, 2026
Risnawati Ridwan
Opini

Desil di Atas Kertas, Akses Pendidikan dan Kesehatan menjadi Taruhan

by SAGOE TV
September 6, 2026
Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026
Opini

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

by SAGOE TV
September 2, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK
Opini

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

by SAGOE TV
August 31, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026

EDITOR'S PICK

Bandar Publishing Terbitkan Buku Wakil Ketua DPRK Banda Aceh

Membangun Aceh dari Masjid

July 2, 2026
Dana Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Banda Aceh dan Aceh Besar Berhenti Beroperasi

Dana Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Banda Aceh dan Aceh Besar Berhenti Beroperasi

June 8, 2026
Wapres Ma'ruf Amin Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UIN Ar-Raniry Aceh

Wapres Ma’ruf Amin Terima Kunjungan Silaturahmi Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh

October 19, 2024
Wali Nanggroe Aceh PYM Teungku Malik Mahmud Al-Haythar

Apa Makna Tragedi Arakundo bagi Perdamaian Aceh? Pesan Wali Nanggroe tentang Ingatan dan Sejarah

February 14, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.