• Tentang Kami
Wednesday, July 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tentang Media dan Perhatian Publik

SAGOE TV by SAGOE TV
July 14, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Ari J. Palawi. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
Praktisi/Akademisi Seni, Aneuk Mukim Kayee Adang, Kota Banda Aceh

Media tidak pernah sekadar menyampaikan berita. Setiap hari media memilih kenyataan mana yang layak mendapat perhatian lebih dulu. Di situlah pengaruhnya bekerja. Bukan karena media menentukan apa yang harus dipikirkan masyarakat, melainkan karena media ikut menentukan apa yang dianggap penting untuk dipikirkan.

Belakangan ini saya semakin sering mempertanyakan cara perhatian itu dibentuk.

BACA JUGA

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

Ruang pemberitaan hampir selalu dipenuhi pelantikan, peresmian, konferensi pers, penandatanganan kerja sama, seminar, penghargaan, dan berbagai agenda kelembagaan. Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, perusahaan, hingga partai politik tampil sebagai sumber informasi yang paling konsisten. Semua kegiatan itu sah dan memang layak diberitakan. Tidak ada persoalan pada keberadaannya.

Yang mengusik justru proporsinya.

Pada saat yang sama, kita masih berhadapan dengan kualitas pendidikan yang belum merata, ruang kreatif yang terus menyusut, kesempatan kerja yang semakin sempit, usaha-usaha kecil yang bertahan tanpa banyak dukungan, hingga anak-anak muda yang kesulitan menemukan ruang untuk tumbuh. Persoalan-persoalan seperti ini sesekali memang muncul di media, tetapi jarang bertahan cukup lama untuk menjadi perhatian bersama. Ia cepat bergeser oleh agenda berikutnya yang sudah lebih siap dipublikasikan.

Di titik itulah saya mulai bertanya: apakah perhatian publik masih mengikuti kebutuhan masyarakat, atau perlahan mengikuti arus informasi yang paling siap diproduksi?

Pertanyaan ini tidak lahir dari anggapan bahwa media berpihak kepada pemerintah atau kepada kelompok tertentu. Penjelasannya jauh lebih sederhana. Institusi memiliki perangkat komunikasi yang bekerja setiap hari. Ada humas, dokumentasi, data, juru bicara, hingga strategi distribusi informasi yang semakin profesional. Semua itu memudahkan kerja redaksi.

Kehidupan masyarakat tidak pernah bekerja seperti itu.

Ia tidak mengirim siaran pers. Ia tidak menjadwalkan konferensi pers. Ia tidak memiliki tim media yang memastikan setiap persoalan memperoleh ruang pemberitaan. Kenyataan hadir apa adanya. Kalau tidak dicari, ia sering kali tidak terlihat.

Di sinilah ukuran sebuah media mulai berbeda. Media dapat memilih jalan yang paling mudah dengan menunggu informasi datang ke meja redaksi. Namun media juga dapat memilih pekerjaan yang jauh lebih sulit: mendatangi kenyataan yang tidak pernah mengirim undangan.

Perubahan teknologi membuat keadaan ini semakin rumit. Hampir semua institusi kini mampu memproduksi informasi dengan kualitas yang semakin baik. Pada saat yang sama, media sosial menjadikan perhatian sebagai komoditas. Yang paling cepat, paling emosional, dan paling ramai lebih mudah menguasai ruang publik dibandingkan informasi yang membutuhkan waktu untuk dipahami.

Keadaan seperti ini justru memperbesar tanggung jawab media profesional. Nilai media tidak lagi terletak pada kecepatan. Media sosial hampir selalu lebih cepat. Nilai media lahir dari kemampuannya memeriksa informasi, menyusun konteks, menghubungkan berbagai peristiwa, lalu menghadirkannya dalam ukuran yang lebih adil.

Saya tidak percaya bahwa ruang publik akan sehat jika hanya dipenuhi agenda institusi. Sebaliknya, saya juga tidak percaya media harus memusuhi pemerintah, kampus, organisasi masyarakat, perusahaan, atau partai politik. Semuanya memiliki peran yang sah dalam kehidupan publik. Yang perlu terus dijaga adalah keseimbangannya.

Sebab masyarakat tidak hidup hanya dari kebijakan, pelantikan, pidato, atau seremoni. Masyarakat hidup dari pekerjaan, pendidikan, kebudayaan, ruang belajar, ruang berkarya, ruang bertemu, dan berbagai pengalaman yang sering berlangsung tanpa sorotan kamera.

Kalau pengalaman-pengalaman itu terus berada di pinggir pemberitaan, lama-kelamaan ia juga akan berada di pinggir perhatian kita.

Barangkali di situlah persoalan yang sesungguhnya.

Media bukan hanya mencatat apa yang terjadi hari ini. Media ikut menentukan pengalaman apa yang akan diingat oleh sebuah masyarakat beberapa tahun kemudian. Apa yang terus diberitakan akan menjadi ingatan bersama. Apa yang terus diabaikan perlahan menghilang, seolah tidak pernah menjadi bagian penting dari perjalanan kita.

Saya tidak sedang menawarkan jawaban. Saya hanya merasa pertanyaan ini terlalu penting untuk dilewatkan begitu saja.

Apakah perhatian publik masih tumbuh dari kenyataan yang benar-benar dialami masyarakat, atau mulai lebih banyak mengikuti siapa yang paling siap menjadi berita?

Tags: Ari J. PalawiInformasimediaopiniPublik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah
Opini

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

by SAGOE TV
July 11, 2026
Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh
Opini

Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh

by SAGOE TV
July 8, 2026
Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota
Opini

Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

by SAGOE TV
July 6, 2026
Calvin Ho
Opini

Paradoks Negara Kepulauan: Aceh dalam Visi Maritim Nasional Indonesia

by SAGOE TV
July 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Horor Perjalanan Belum Berakhir

Horor Perjalanan Belum Berakhir

July 10, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

July 10, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Risman Rachman.

Manajemen Solusi, Bagaimana Menerapkannnya?

March 15, 2025
Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

July 12, 2026

EDITOR'S PICK

Bunda PAUD Aceh Berbaur dengan Anak-anak di Posko Pengungsian Banjir Bireuen

Bunda PAUD Aceh Berbaur dengan Anak-anak di Posko Pengungsian Banjir Bireuen

December 15, 2025
KKP Survei 13 Pelabuhan di Aceh, Siapkan Perbaikan Muara Dangkal Atas Permintaan Gubernur Mualem

KKP Survei 13 Pelabuhan di Aceh, Siapkan Perbaikan Muara Dangkal Atas Permintaan Gubernur

May 6, 2026
Kekayaan Kuliner Kuah Beulangong dalam Tradisi Nuzulul Qur'an

Kekayaan Kuliner Kuah Beulangong dalam Tradisi Nuzulul Qur’an

March 26, 2025
RUPS Bank Aceh Syariah Mualem Dorong Digitalisasi dan Perluasan Pembiayaan UMKM

RUPS Bank Aceh Syariah: Mualem Dorong Digitalisasi dan Perluasan Pembiayaan UMKM

April 13, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.