• Tentang Kami
Tuesday, October 13, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
July 8, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh

Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh. (Ilustrasi AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Fajri
Kepala Sekolah dan Pegiat Literasi

Air memang telah lama surut. Sungai kembali mengalir seperti sediakala. Jalan-jalan yang dahulu berubah menjadi arus kini kembali dipenuhi kendaraan. Dari kejauhan, seolah-olah Aceh telah selesai dengan bencana. Namun luka tidak pernah mengikuti arus air. Ia tinggal di halaman rumah yang masih menyisakan lumpur. Ia menetap di sawah yang belum sepenuhnya kembali produktif. Ia menunggu di jalan-jalan yang belum pulih. Ia ikut mengular dalam antrean panjang kendaraan di Jembatan Bailey Kutablang.

Libur sekolah mestinya menjadi perjalanan yang menyenangkan. Seperti banyak perantau asal Bireuen yang bekerja di Banda Aceh, saya pulang dengan harapan sederhana: bertemu keluarga. Namun perjalanan itu berhenti hampir tiga jam di depan sebuah jembatan darurat. Mesin kendaraan dimatikan. Anak-anak mulai gelisah. Orang-orang turun dari mobil, bukan karena telah sampai di tujuan, tetapi karena mereka sadar antrean belum akan segera bergerak.

BACA JUGA

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Di atas jembatan itulah saya memahami bahwa bencana ternyata memiliki dua babak. Babak pertama ditulis oleh alam. Babak kedua ditulis oleh manusia. Babak pertama selesai ketika hujan berhenti dan air kembali ke sungai. Babak kedua baru selesai ketika masyarakat kembali hidup sebagaimana mestinya.

Dan delapan bulan setelah banjir, babak kedua itu masih terus berlangsung. Di berbagai sudut Aceh, bekas bencana masih dapat dibaca. Lumpur belum sepenuhnya hilang. Infrastruktur belum seluruhnya pulih. Sebagian warga masih menunggu kepastian. Aktivitas ekonomi masih tersendat di beberapa kawasan. Bencana memang telah lewat, tetapi pemulihan belum sepenuhnya menyusul.

Bukankah negara hadir agar rakyat tidak memikul musibah sendirian? Pertanyaan itu terus mengganggu saya sepanjang perjalanan pulang. Negara memang hadir. Upaya pemulihan berjalan. Infrastruktur sementara dibangun. Berbagai pekerjaan dilakukan. Namun bagi masyarakat, kehadiran negara tidak diukur dari dimulainya proyek, melainkan dari kapan proyek itu benar-benar mengembalikan kehidupan mereka.

Bagi petani, negara hadir ketika sawah kembali dapat ditanami. Bagi pedagang, negara hadir ketika distribusi kembali lancar. Bagi pelajar, negara hadir ketika perjalanan menuju sekolah tidak lagi dipenuhi hambatan. Bagi keluarga korban, negara hadir ketika mereka tidak lagi hidup dalam ketidakpastian.

Sayangnya, waktu yang terus berjalan juga mengubah cara masyarakat berbicara. Hari-hari ini media sosial dipenuhi foto-foto antrean panjang di Jembatan Bailey Kutablang. Di bawahnya muncul komentar, humor, dan sindiran. Ada yang mengaitkannya dengan berbagai keputusan pemerintah, termasuk perdebatan mengenai bantuan dari luar negeri. Terlepas dari benar atau tidaknya setiap narasi yang beredar, satu kenyataan sulit dibantah: ketika pemulihan terasa lambat, ruang publik mudah dipenuhi spekulasi dan satire.

Humor politik sering kali lahir bukan karena masyarakat kehilangan akal sehat. Ia lahir ketika masyarakat merasa bahasa yang biasa tidak lagi cukup untuk menggambarkan kenyataan yang mereka alami. Dalam suasana seperti itu, setiap ucapan pejabat memiliki bobot yang jauh lebih besar. Dugaan yang belum terverifikasi atau pernyataan yang tidak sejalan dengan fakta yang kemudian berkembang di lapangan dapat memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat. Di saat rakyat sedang berusaha memulihkan hidupnya, kepercayaan menjadi modal yang sama pentingnya dengan alat berat dan anggaran.

Di sinilah kualitas kepemimpinan diuji. Bencana tidak hanya menguji kekuatan jembatan, tetapi juga kekuatan tata kelola. Ia menguji apakah pemerintah mampu bergerak secepat kebutuhan masyarakat. Ia menguji apakah komunikasi publik mampu menenangkan, bukan menambah kegelisahan. Ia juga menguji apakah lembaga perwakilan menjalankan fungsi pengawasannya secara efektif, bukan sekadar hadir membawa bantuan, tetapi memastikan setiap hambatan pemulihan dijelaskan dan setiap janji benar-benar ditepati.

Rakyat tentu menghargai setiap uluran tangan. Namun yang tidak dapat digantikan oleh siapa pun adalah fungsi negara. Negara dibentuk bukan hanya untuk hadir pada hari pertama bencana. Negara dibentuk untuk memastikan hari ke-30, hari ke-100, bahkan bulan ke-8 setelah bencana membawa masyarakat semakin dekat kepada kehidupan yang normal.

Sebab rakyat tidak hidup di dalam laporan kemajuan. Mereka hidup di jalan yang mereka lintasi setiap hari. Mereka hidup di sawah yang mereka garap setiap musim. Mereka hidup di rumah yang mereka tempati setiap malam. Dan mereka mengukur kehadiran negara dari pengalaman itu.

Air memang telah lama surut. Tetapi luka tidak pernah hanyut bersama arus sungai. Selama masyarakat masih mengantre berjam-jam untuk melintasi satu jembatan, selama sebagian lahan belum kembali produktif, selama keluarga korban masih menunggu kepastian, dan selama kepercayaan publik masih harus dipulihkan, sesungguhnya yang belum selesai bukan hanya pemulihan pascabencana. Yang sedang diuji adalah kemampuan negara memenuhi janji paling mendasarnya: hadir ketika rakyat paling membutuhkan.

Tags: AcehBanjirBencana BanjirBencana Sumatera 2025CatatanopiniPascabencana Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK
Opini

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

by SAGOE TV
September 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

October 10, 2026
Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Kejelasan Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual

Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Kejelasan Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual

October 6, 2026
LPS bayar klaim nasabah BPRS Aceh

LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Nasabah 4 BPRS di Aceh

October 8, 2026
Mahasiswa UIA Juara 1 Lomba Melukis HUT ke-27 Bireuen

Mahasiswa UIA Juara 1 Lomba Melukis HUT ke-27 Bireuen

October 5, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

October 8, 2026
Kisah Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dengan IPK 3,80 dan 3,78

Kisah Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dengan IPK 3,80 dan 3,78

October 6, 2026

EDITOR'S PICK

Pergub JKA Dicabut, Mualem Pastikan Semua Rakyat Aceh Bisa Berobat Seperti Biasa

Pergub JKA Dicabut, Mualem Pastikan Semua Rakyat Aceh Bisa Berobat Seperti Biasa

May 18, 2026
24 Dosen UIN Ar-Raniry Lulus Sertifikasi Asesor Kompetensi BNSP

24 Dosen UIN Ar-Raniry Lulus Sertifikasi Asesor Kompetensi BNSP

June 15, 2025
DKMA Banda Aceh Gelar Santunan Meugang untuk 300 Anak Yatim dan Fakir Miskin

DKMA Banda Aceh Gelar Santunan Meugang untuk 300 Anak Yatim dan Fakir Miskin

February 27, 2025
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem

NKRI Bersyariah, FPI dan Islamisme Palsu

March 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.