• Tentang Kami
Saturday, August 29, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

SAGOE TV by SAGOE TV
July 6, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

Muhammad Jais, S.E., M.Sc.IBF. Foto for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Jais, S.E., M.Sc.IBF
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) dan Alumni S2 Islamic Banking and Finance di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan bukan sekadar agenda rutin para kepala daerah. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang lahirnya gagasan besar tentang masa depan kota-kota di Indonesia. Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Rakernas menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis yang menyentuh hampir seluruh aspek pembangunan perkotaan, mulai dari transformasi digital, penguatan ekonomi lokal, ketahanan lingkungan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Bagi Kota Banda Aceh, keikutsertaan dalam forum ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menghadiri rapat nasional. Rakernas menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Banda Aceh sedang bergerak menuju kota yang semakin modern tanpa kehilangan identitas sebagai Serambi Mekkah. Kehadiran Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dalam berbagai forum strategis menunjukkan komitmen bahwa pembangunan kota tidak lagi dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Di era persaingan global, keberhasilan sebuah kota justru ditentukan oleh kemampuannya membangun kolaborasi, berbagi inovasi, serta belajar dari praktik terbaik daerah lain.

BACA JUGA

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

Komitmen tersebut tercermin dalam aksi simbolis penanaman pohon kenanga khas Aceh bersama para kepala daerah. Banyak orang mungkin melihatnya hanya sebagai kegiatan seremonial. Padahal, di balik pohon yang ditanam tersimpan pesan penting bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kota yang maju bukan hanya dipenuhi gedung tinggi dan jalan yang lebar, tetapi juga ruang hijau yang mampu menjaga kualitas hidup masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim.

Namun, wajah Banda Aceh di Rakernas tidak hanya hadir melalui isu lingkungan. Kota ini juga tampil memukau melalui Karnaval Budaya Nusantara. Di tengah hujan deras, delegasi Banda Aceh tetap menampilkan tarian tradisional yang memikat perhatian ribuan penonton. Penampilan tersebut membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset strategis yang mampu membangun citra kota di tingkat nasional.

Di sisi lain, keberhasilan stan Dekranasda Banda Aceh dalam Indonesia City Expo memperlihatkan bahwa produk-produk UMKM Aceh telah memiliki daya saing yang semakin kuat. Parfum lokal, bordir khas Aceh, dan berbagai produk kreatif lainnya berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah hingga mencatat omzet puluhan juta rupiah selama pameran berlangsung. Prestasi ini menunjukkan bahwa ekonomi lokal akan tumbuh lebih cepat apabila diberikan ruang promosi yang tepat serta didukung oleh jejaring pemasaran nasional.

Inilah pelajaran penting yang seharusnya dibawa pulang dari Rakernas APEKSI. Kota tidak lagi cukup hanya membangun infrastruktur fisik. Kota juga harus membangun ekosistem inovasi, memperkuat ekonomi kreatif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan publik.

Bagi Banda Aceh, rekomendasi Rakernas dapat menjadi kompas pembangunan lima tahun ke depan. Penguatan tata kelola pemerintahan digital akan mempercepat pelayanan masyarakat. Ketahanan lingkungan akan memperkuat posisi Banda Aceh sebagai kota yang nyaman dihuni. Pengembangan ekonomi lokal akan membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda. Sementara kolaborasi antarkota akan mempercepat transfer inovasi sehingga pembangunan tidak lagi dimulai dari nol.

Lebih jauh lagi, visi Banda Aceh sebagai kota kolaboratif sangat selaras dengan cita-cita menjadikan ibu kota Provinsi Aceh ini sebagai pusat peradaban Islam modern yang unggul, religius, berbudaya, dan berdaya saing. Kota ini memiliki modal besar berupa sejarah, budaya, sumber daya manusia, serta posisi strategis sebagai gerbang Indonesia di bagian barat. Modal tersebut akan memberikan hasil maksimal apabila dipadukan dengan jejaring kerja sama nasional maupun internasional.

Karena itu, keberhasilan Banda Aceh dalam Rakernas APEKSI hendaknya tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan ataupun publikasi media. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh gagasan, jejaring, dan pengalaman yang diperoleh mampu diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kolaborasi hari ini adalah investasi masa depan. Ketika pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, Banda Aceh tidak hanya akan menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali, tetapi juga menjadi kota yang diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional.

Rakernas APEKSI telah usai. Kini saatnya Banda Aceh membuktikan bahwa semangat kolaborasi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi menuju kota yang lebih maju, berkelanjutan, berbudaya, dan menyejahterakan seluruh warganya.[]

Tags: Banda AcehEkonomi KreatifKolaborasiMedanopiniRakernas APEKSI
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal
Opini

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

by SAGOE TV
August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

by SAGOE TV
August 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

August 27, 2026
Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

Piasan Budaya Barat Selatan Aceh 2026 Berakhir, Pesan untuk Generasi Muda: Kenali Sejarah

August 25, 2026
SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

SPS Revival: Setelah Lima Belas Volume, Apa yang Harus Berubah?

August 24, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

August 21, 2026
Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Dek Din Syamsuddin

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

August 23, 2026
MEUGOE Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

MEUGOE: Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

August 27, 2026
21 Tahun Damai Aceh, Unhan RI dan BRA Bahas Strategi Memperkuat Perdamaian

21 Tahun Damai Aceh, Unhan RI dan BRA Bahas Strategi Memperkuat Perdamaian

August 27, 2026
M. Azril Ihksan

Makna Rindu, Antara Majnun dan Hamzah Fansuri

August 26, 2026

EDITOR'S PICK

USK Gelar Seleksi Wawancara Jalur Talenta Calon Mahasiswa Baru 2026

USK Umumkan Hasil Jalur Talenta, Hanya 461 dari 1.206 Pendaftar yang Lolos

June 3, 2026
Dari Nyaris Merantau ke Bandung, Putri Yulianda Kini Raih Beasiswa KIP Kuliah untuk Wujudkan Mimpi

Dari Nyaris Merantau ke Bandung, Putri Yulianda Kini Raih Beasiswa KIP Kuliah untuk Wujudkan Mimpi

July 26, 2025
Satu Lagi Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci, 12 Orang Dirawat

Satu Lagi Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci, 12 Orang Dirawat

June 11, 2025
Dosen Thammasat University Thailand Cerita Teliti Syariat Islam di Aceh

Dosen Thammasat University Thailand Cerita Teliti Syariat Islam di Aceh

August 25, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.