BANDA ACEH | SAGOE TV — Lulus dari perguruan tinggi tidak selalu harus melalui jalur skripsi atau tesis. Di Universitas Syiah Kuala (USK), publikasi penelitian pada jurnal bereputasi menjadi salah satu jalan yang mengantarkan mahasiswa hingga prosesi wisuda.
Hal itu terlihat dalam rangkaian wisuda USK periode Mei-Juli 2026. Dua wisudawan menarik perhatian karena berhasil menyelesaikan pendidikan tanpa menyusun tugas akhir konvensional setelah publikasi penelitian mereka memenuhi ketentuan akademik.
Pada wisuda hari kedua, Kamis, 27 Agustus 2026, kisah tersebut datang dari Siti Nurhaliza, lulusan Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan. Mahasiswa pascasarjana jalur fast-track itu berhasil menyelesaikan pendidikan tanpa harus menyusun tesis karena karyanya dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Sehari kemudian, Jumat, 28 Agustus 2026, giliran Maghfirah Izzani, wisudawan Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP USK, yang berhasil lulus tanpa skripsi setelah publikasi penelitiannya pada jurnal bereputasi.
Kedua kisah tersebut muncul di tengah rangkaian wisuda ke-170 yang diikuti ribuan lulusan. Pada hari kedua, USK melepas 1.110 lulusan di Gedung AAC Dayan Dawood, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.
Sementara pada hari ketiga, sebanyak 751 lulusan resmi dilepas dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Rektor USK Prof. Mirza Tabrani.
Dengan demikian, total wisudawan USK pada periode Mei-Juli 2026 mencapai 3.028 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.355 lulusan meraih predikat pujian atau cumlaude.
“Dari jumlah wisudawan tersebut, sebanyak 1.167 wisudawan telah dilepas pada Rabu, 26 Agustus 2026. Lalu 1.110 wisudawan telah dilepas pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dan sebanyak 751 akan dilepas hari ini, Jumat, 28 Agustus 2026,” kata Mirza pada hari ketiga wisuda, Jumat.
Lulusan dari Mali dan Malaysia
Selain kisah mahasiswa yang lulus melalui publikasi jurnal, wisuda hari kedua juga menandai semakin terbukanya USK bagi mahasiswa internasional.
Dua lulusan internasional turut dilepas, yakni Tata Drame, lulusan Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Terpadu asal Mali, dan Nur Zarifah binti Zailani, lulusan Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan asal Malaysia.
Mirza menyampaikan selamat kepada para lulusan internasional dan berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di USK dapat memberikan manfaat ketika mereka kembali ke negara masing-masing.
“Kami mengucapkan selamat, semoga ilmu yang saudara terima dari Universitas Syiah Kuala dapat bermanfaat ketika saudara kembali ke tanah air saudara nantinya,” ujarnya.
Rektor: Ijazah Saja Tak Cukup di Era AI
Di balik perayaan kelulusan ribuan mahasiswa, Rektor USK mengingatkan bahwa tantangan setelah wisuda justru semakin kompleks.
Para lulusan akan memasuki dunia kerja yang diwarnai ketidakpastian global, perubahan teknologi, serta disrupsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Rektor USK menyebut tantangan tersebut perlu dihadapi dengan kemampuan yang tidak berhenti pada ijazah. Ia juga menyinggung tingkat pengangguran usia 22–27 tahun yang mencapai 6 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) awal 2026.
Karena itu, lulusan USK didorong tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membaca peluang dan menciptakan lapangan kerja.
“Kepada para wisudawan, kami berharap saudara tidak hanya berpikir tentang bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bagaimana menciptakan peluang kerja,” tutur Mirza.
Ia menegaskan, ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Lulusan perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, memecahkan masalah, serta terus belajar mengikuti perkembangan zaman.
“Karena itu, para lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah saja untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan terus belajar mengikuti perubahan,” katanya.
Rektor juga mendorong para lulusan agar berani berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar pekerjaan setelah menyandang gelar akademik.
Alumni USK Capai 176.494 Orang
Dengan berakhirnya rangkaian wisuda periode Mei-Juli 2026, jumlah alumni USK kini mencapai 176.494 orang. Para alumni tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Di hadapan para wisudawan dan orang tua, Mirza juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Menurut dia, pencapaian seorang wisudawan bukan semata-mata hasil kerja keras mahasiswa, tetapi juga tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua serta wali.
“Pencapaian ini bukanlah buah dari kerja keras saudara semata. Ada doa yang tak pernah putus dan ada keringat yang tak pernah diceritakan. Merekalah yang berjuang dan berkorban agar saudara bisa berdiri di titik ini hari ini,” ujar Mirza.




















