• Tentang Kami
Monday, October 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Manuskrip Al-Qur’an 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi, Ini Alasannya

SAGOE TV by SAGOE TV
August 27, 2026
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Manuskrip Al-Qur’an 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi, Ini Alasannya

Halaman manuskrip Al-Qur’an tulisan tangan berusia sekitar 180 tahun peninggalan Ulama Aceh. Foto: dok. UIN Ar-Raniry

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV — Manuskrip Al-Qur’an tulisan tangan yang diperkirakan berusia sekitar 180 tahun dari Aceh mulai didigitalisasi untuk menjaga pengetahuan Islam yang tersimpan di dalamnya. Manuskrip peninggalan Teungku Chik Lampaloh, ulama Aceh bernama Syekh Abdurrahman Lampaloh, itu tidak hanya memuat teks Al-Qur’an, tetapi juga berbagai catatan yang merekam pengetahuan dan tradisi keilmuan Islam pada masanya.

Upaya digitalisasi manuskrip tersebut menjadi bagian dari penelitian Nurrahmi, mahasiswa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

BACA JUGA

Pangdam IM Pimpin Sertijab, Kolonel Teuku Mustafa Kamal Jabat Danrem 011/Lilawangsa

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Penelitian berjudul From Manuscript to Digital Heritage: Preserving Nusantara Islamic Knowledge through the Digitalization of the Teungku Chik Lampaloh Manuscript (The Descendants Effort in Safeguarding Ancestor Master Piece) itu dipresentasikan dalam 10th International Library and Information Science Society Conference (I-LISS) 2026 di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Selangor, Malaysia, 26-28 Agustus 2026.

Penelitian tersebut dikerjakan bersama Prof Mujiburrahman, Prof Syamsul Rijal, Dr Zubaidah, dan Fathin Zhafira Fauzi ST.

Nurrahmi mengatakan digitalisasi dilakukan karena kondisi fisik manuskrip mulai mengalami kerusakan. Sejumlah halaman telah rapuh, sementara tulisan pada beberapa bagian mulai memudar sehingga sulit dibaca.

“Digitalisasi bukan hanya mengubah manuskrip menjadi bentuk digital, tetapi juga menjadi upaya menjaga pengetahuan yang terkandung di dalamnya agar tetap dapat dipelajari dan diwariskan,” kata Nurrahmi dalam keterangan tertulis yang diterima di Banda Aceh, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut dia, kondisi fisik menjadi salah satu tantangan dalam pelestarian manuskrip. Penggunaan tinta berbasis besi yang lazim digunakan pada masa lalu, misalnya, berpotensi menimbulkan efek korosif terhadap kertas dalam jangka panjang.

Digitalisasi diharapkan dapat mengurangi kebutuhan untuk menangani manuskrip secara langsung. Dengan demikian, informasi yang tersimpan dalam naskah tetap dapat diakses dan dipelajari tanpa harus berulang kali membuka serta memegang dokumen aslinya.

Tiga Tahap Digitalisasi

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses digitalisasi dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pra-digitalisasi, digitalisasi, dan pasca-digitalisasi.

Pada tahap pra-digitalisasi, peneliti melakukan pemilihan manuskrip, verifikasi hak cipta dan kepemilikan, pencatatan data bibliografi, serta persiapan peralatan.

Tahap digitalisasi mencakup pengambilan gambar, pemeriksaan kualitas citra, pembuatan file master, pengeditan metadata, dan konversi file.

Selanjutnya, hasil digitalisasi dikemas dan didokumentasikan pada tahap pasca-digitalisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kerusakan pada bagian-bagian paratekstual manuskrip. Proses tersebut juga menghasilkan surrogate digital berkualitas tinggi untuk mempertahankan informasi manuskrip dalam jangka panjang.

Penelitian itu menawarkan kerangka kerja yang menggabungkan aspek pelestarian, pengelolaan metadata, dan penyebaran pengetahuan. Kerangka tersebut dinilai dapat diterapkan oleh perpustakaan, arsip, museum, maupun lembaga pengelola warisan budaya.

Bukan Sekadar Teks Al-Qur’an

Manuskrip Teungku Chik Lampaloh sebelumnya juga menjadi objek kajian tim peneliti UIN Ar-Raniry dan Al-Azhar University. Kajian tersebut menelusuri bagian parateks manuskrip, seperti catatan pinggir, kolofon, anotasi, dan keterangan lainnya.

Bagian-bagian tersebut dapat memberikan informasi mengenai praktik keilmuan, transmisi pengetahuan, jaringan ulama, hingga kondisi sosial-keagamaan ketika manuskrip tersebut ditulis.

Dalam konferensi I-LISS 2026, Nurrahmi menampilkan kondisi dan isi manuskrip melalui sebuah video. Dokumentasi tersebut memuat penjelasan Masykur SHum, Direktur Pedir Museum Aceh, serta Abdullah Maulani MHum dari DREAMSEA.

Presentasi tersebut juga memperlihatkan prototipe rumah digital yang dirancang untuk menyimpan lembaran manuskrip yang telah didigitalisasi.

Masykur terlibat dalam dokumentasi dan pengenalan manuskrip kepada publik melalui Pedir Museum. Sementara itu, Abdullah Maulani memberikan perspektif berdasarkan pengalaman dokumentasi manuskrip melalui DREAMSEA.

Sekretaris Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Dr Zubaidah, turut mendampingi Nurrahmi dalam konferensi tersebut.

Presentasi penelitian itu mendapat apresiasi dari President I-LISS, Prof Namtip Wipawin, serta perhatian peserta konferensi.

Peneliti UIN Ar-Raniry Bahas Transformasi AI

I-LISS 2026 diselenggarakan Faculty of Information Science, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Selangor Branch, Puncak Perdana Campus, bekerja sama dengan Jabatan Perpustakaan UiTM dan International Library and Information Science Society.

Konferensi bertema Thriving Through Transformation: Innovative, Digital, and AI-Driven Futures for Librarianship tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pustakawan, pendidik, dan profesional bidang ilmu perpustakaan dan informasi dari berbagai negara.

Selain Nurrahmi, dua peneliti UIN Ar-Raniry, yakni Nazaruddin MLIS PhD dan Mukhtaruddin MLIS, juga menjadi presenter dalam forum tersebut.

Nazaruddin mempresentasikan penelitian berjudul “From HI to AI: Repositioning Libraries in the Evolution of Human and Artificial Intelligence”.

Penelitian tersebut membahas perkembangan sistem temu kembali informasi (information retrieval) dari era yang bertumpu pada kecerdasan manusia (Human Intelligence/HI) menuju era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Dalam paparannya, Nazaruddin membandingkan karakteristik perpustakaan pada era Dewey Decimal Classification (DDC) dengan perkembangan perpustakaan pada era AI.

Pada era DDC, pengelolaan dan temu kembali informasi banyak mengandalkan sistem klasifikasi, penomoran manual, katalog kartu fisik, pencarian koleksi secara langsung di rak, serta interaksi tatap muka antara pengguna dan pustakawan.

Sementara pada era AI, perpustakaan berkembang menuju ekosistem informasi yang terintegrasi melalui katalog digital atau Online Public Access Catalog (OPAC), jejaring global, rekomendasi berbasis AI, pencarian semantik, analisis data pengguna, serta integrasi dan anotasi digital katalog.

Menurut Nazaruddin, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju AI tidak terjadi secara tiba-tiba. Jauh sebelum teknologi AI berkembang seperti sekarang, perpustakaan telah mengembangkan sistem pengorganisasian pengetahuan dan mekanisme temu kembali informasi yang menjadi salah satu fondasi perkembangan informasi cerdas.

Penelitian tersebut juga menyoroti kesenjangan dalam kajian sebelumnya. Perpustakaan kerap ditempatkan sebagai institusi yang mengadopsi teknologi AI, sementara sejarah dan kontribusinya sebagai salah satu fondasi awal pengembangan sistem temu kembali informasi yang cerdas belum banyak mendapat perhatian.

Nazaruddin mengatakan keikutsertaannya dalam konferensi internasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil penelitian dari Aceh kepada komunitas akademik internasional.

“Konferensi internasional bukan hanya ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, dan membawa perspektif lokal Aceh ke dalam diskursus global bidang perpustakaan dan ilmu informasi,” ujarnya.[]

Tags: AcehAIAl-Qur'anDigitalisasiKonferensiMakin Tahu IndonesiaMalaysiaManuskripUIN Ar-RaniryUlama Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Pangdam IM Pimpin Sertijab, Kolonel Teuku Mustafa Kamal Jabat Danrem 011/Lilawangsa
News

Pangdam IM Pimpin Sertijab, Kolonel Teuku Mustafa Kamal Jabat Danrem 011/Lilawangsa

by SAGOE TV
October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi
News

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

by SAGOE TV
October 18, 2026
BPMA-Conrad Asia Bahas Pengembangan Gas Singkil dan Meulaboh, Ini Data Dua Sumur
News

BPMA-Conrad Asia Bahas Pengembangan Gas Singkil dan Meulaboh, Ini Data Dua Sumur

by SAGOE TV
October 18, 2026
Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry dan BPK Aceh Rawat Cagar Budaya di Makam Syiah Kuala
News

Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry dan BPK Aceh Rawat Cagar Budaya di Makam Syiah Kuala

by SAGOE TV
October 18, 2026
Dandim Aceh Utara dan Mitra Serahkan Sumur Bor untuk Dayah Darut Thalibin
News

Dandim Aceh Utara dan Mitra Serahkan Sumur Bor untuk Dayah Darut Thalibin

by SAGOE TV
October 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026

EDITOR'S PICK

Ketua PKK Aceh Dorong Percepatan Bantuan Rumah untuk Masyarakat dan Eks Kombatan GAM

Ketua PKK Aceh Dorong Percepatan Bantuan Rumah untuk Masyarakat dan Eks Kombatan GAM

April 11, 2025
Rahasia Allah Dibalik Tsunami Aceh

Rahasia Allah Dibalik Tsunami Aceh

March 20, 2025
Prabowo Hadiri Konferensi Internasional PBB soal Palestina, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

Prabowo Hadiri Konferensi Internasional PBB soal Palestina, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

September 24, 2025
Wali Nanggroe Menjaga Marwah Adat, Merawat Masa Depan Budaya Aceh

Wali Nanggroe (Bagian I): Menjaga Marwah Adat, Merawat Masa Depan Budaya Aceh

July 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.