BANDA ACEH | SAGOE TV — Memasuki 21 tahun perdamaian Aceh, Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) membahas strategi memperkuat perdamaian melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, reintegrasi, dan pengembangan kapasitas hingga kajian strategis terkait perdamaian dan reintegrasi Aceh.
Dalam siaran pers yang diterima Sagoe TV di Banda Aceh pada Kamis, 27 Agustus 2026, disampaikan bahwa penjajakan kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan Rektor Unhan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A. dengan Ketua BRA Dr (Cand) Jamaluddin, S.H., M.H.
Unhan menilai BRA memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan proses reintegrasi, khususnya melalui penguatan kapasitas mantan kombatan, korban konflik, masyarakat terdampak konflik, serta kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi bagian penting dari proses perdamaian Aceh.
“Perdamaian Aceh merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, proses reintegrasi dan penguatan perdamaian harus terus dikembangkan melalui pendekatan yang kolaboratif, berbasis masyarakat, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Anton.
Unhan menyambut baik penjajakan tersebut serta membuka ruang kolaborasi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan yang konstruktif serta berorientasi pada kemanfaatan bersama.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan pendekatan berbasis pengetahuan dalam memperkuat kebijakan perdamaian. Kajian akademik dinilai penting untuk mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi sekaligus merumuskan strategi pencegahan konflik yang lebih efektif.
Unhan juga memandang keterlibatan masyarakat hukum adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, perempuan, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil sebagai bagian penting dalam menjaga perdamaian.
Pendekatan peacebuilding yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dinilai dapat memperkuat rasa memiliki terhadap perdamaian sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan secara luas.
BRA: Perdamaian Harus Dirasakan Masyarakat
Ketua BRA Dr (Cand) Jamaluddin mengatakan pihaknya akan terus memperkuat peran lembaga tersebut sebagai jembatan bagi berbagai kepentingan dalam proses reintegrasi dan pembangunan perdamaian Aceh.
Menurutnya, keberhasilan reintegrasi tidak cukup diukur dari penyelesaian persoalan administratif. Lebih jauh, reintegrasi harus mampu membantu masyarakat membangun kembali hubungan sosial, kepercayaan, dan kesempatan ekonomi secara berkelanjutan.
“Yang perlu kita bangun adalah perdamaian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Perdamaian harus hadir dalam bentuk keamanan, keadilan, kesejahteraan, kesempatan bagi generasi muda, dan hubungan sosial yang semakin kuat,” ujar Jamaluddin.
Sementara itu, Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan (KAK) FISIP USK yang juga Tim Ahli Teknis BRA, Dr. Masrizal, M.A., mengatakan kolaborasi Unhan RI dan BRA diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sustainable peacebuilding di Aceh.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan model perdamaian yang dapat menjadi pembelajaran, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Perdamaian Aceh untuk Generasi Mendatang
Pertemuan Unhan RI dan BRA menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi kedua pihak. Penjajakan kerja sama selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan kebutuhan masing-masing lembaga.
Dengan kolaborasi tersebut, perdamaian Aceh diharapkan tidak sekadar dipertahankan, tetapi terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai modal penting bagi pembangunan Aceh dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pertemuan ini turut dihadiri Warek III Unhan RI Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mayor Jenderal TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han); Warek IV Unhan RI Bidang Kerja Sama, Kelembagaan, Inovasi, dan Teknologi Laksda TNI Buddy Suseto, S.E., M.Si (Han)., Ph.D; serta Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKN Unhan RI Brigjen TNI Dr. Harri Dolli Hutabarat, S.Sos., M.Si.
Hadir pula Ka. Prodi Damai dan Resolusi Konflik (DRK) Unhan RI Dr. Arifuddin Ukhsan, S.Ag., M.Ag., beserta sejumlah pejabat dan sivitas akademika Unhan RI.
Dari BRA, hadir Kabag Hukum, Humas dan Publikasi Masfirah, S.H., M.H.; Kabid Politik, Hukum dan Pendidikan Damai Ghazi Ahmad, S.H., M.Kn.; Dr. Masrizal, M.A.; serta akademisi Fakultas Hukum Intan Munirah, S.H., M.H.[]




















