• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Apa Keistimewaan Johan Georg Hamann Bagi Isaiah Berlin?

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Relasi Pertahanan Semesta (Cosmic Defense) dengan ‘Gerobak Pengetahuan’ Lokal di Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad.
Dosen UIN Ar-Raniry dan Dewan Penasehat The Asian Muslim Action Network (AMAN).

Nama Johan Georg Hamann ( 27 Agustus 1730- 21 Juni 1788) sama sekali asing bagi saya, hingga menemukan nama tersebut ketika membaca karya-karya Berlin.

Nama Hamann muncul dalam studi Berlin terhadap Kounter terhadap Era Pencerahan. Berlin secara khusus menulis buku tentang Hamann yang berjudul The Magus of the North: J. G. Hamann and the Origins of Modern Irrationalism. Karya ini kemudian disatukan kembali oleh Henry Hardy dalam The Three Critics of the Enlightenment. Inilah bacaan awal saya tentang sosok Hamann. Adapun istilah “The Magus of the North” diartikan sebagai “orang bijak dari Utara.” Salah seorang sarjana yang juga sering dirujuk oleh Berlin adalah Johan Gottfried Herder. Tampaknya, Herder sangat dipengaruhi oleh Hamann. Ketika mengawali kajian tentang Hamann, Berlin menulis: “…he is one of the few wholly original critics of modern times.” Dalam pengantar The Magus of the North, Berlin menyebutkan bahwa ketertarikan pada Hamann dikarenakan “… Hamann is the first out-and-out opponent of the French Enlightenment of his time.” Berlin juga mengatakan “he is one of the few wholly original critics of modern times” dan “…is the pioneer of anti rationalism in every sphere.”

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Namun ketika Hamann dianggap sebagai salah satu filsuf yang mengkounter Zaman Pencerahan, maka perlu ditelaah mengapa Hamann tidak begitu dikenal dalam sejarah filsafat di Barat. Berlin menyebutkan bahwa Hamann “..is the forgotten source of a movement that is the end engulfed the whole of European culture.” Dari pernyataan ini memperlihatkan bahwa Hamann begitu mempengaruhi pemikiran kefilsafatan di Eropa. Namun demikian, benar adanya, bahwa dalam beberapa buku tentang sejarah filsafat di Eropa, khususnya Era Pencerahan, nama Hamann sama sekali tidak pernah muncul. Dia digambarkan oleh Berlin sebagai seorang yang “obscure figure.” Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “figur yang tidak jelas.” Adapun alasan Berlin memperkenalkan Hamann karena dia merupakan figur yang pertama kali menyatakan perang terhadap Pencerahan secara terbuka, melalui kekerasan dan secara sempurna.

Baca Juga:  Etno[e]

Ketika mengupas tentang anti-rasionalisme di Jerman, Berlin merujuk pada sosok Hamann. Hingga menjelang ajalnya pada tahun 1788, Hamann secara terus menerus menerbitkan karya-karyanya,  di mana dalam bahasa Berlin: “a series of violent attacks upon scientific materialism, universalism, and secularism.” Berlin menyimpulkan sikap anti-saintifik dan anti-rasional Hamann dalam kalimat berikut: “[A]ll knowledge for Hamann can be obtained through confrontation with reality provided by the sense, by instint, by the imagination, by the immediate, uncontractditable insight of the poet, the love, the man simple faith.” Dua kutipan tersebut memperlihatkan bahwa Hamann mengedepankan apa yang dialami di dalam jiwa manusia, bukan hanya pada rasionalitas semata. Apapun yang dialami di dalam perjalanan spiritual seseorang dapat dijadikan sebagai cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Jika Pencerahan menawarkan rasionalitas semata yang dipraktikkan oleh para filsuf di Perancis, maka Hamann menantangnya dengan pengalaman yang terjadi di dalam diri manusia secara menyeluruh.

Dalam sejarah kehidupan Hamann, dia merupakan guru kepada Herder dan Jacobi. Dua nama tersebut sangat berarti bagi Hamann. Terhadap Herder, disebutkan bahwa dia “became his faithful and passionate disciple and … spread his master’s word throughout German-speaking lands.”  Adapun terhadap Jacobi, Berlin menandaskan: “he [Hamann] met the philosopher F.H. Jacobi, one of the most famous thinkers of his day, and conquered his head and heart; Jacobi replace Herder in his affections and became his most devoted and admiring pupil.” Harus diakui bahwa kedua nama ini kemudian sangat terkenal di Jerman. Namun, paling tidak dapat dipahami bahwa penentangan Hamann terhadap apa yang terjadi di Perancis, kemudian dilanjutkan oleh Herder.

Baca Juga:  In Memoriam Anthony Reid: Warisan Sang Sejarawan untuk Aceh dan Asia Tenggara

Sebagaimana dinyatakan di atas, Berlin menulis tentang Hamann dalam The Magus of the North yang juga terdapat dalam Three Critics of the Enlightenment. Jadi, secara khusus memang Berlin menyiapkan draf tentang Hamann.  Disebutkan karya Berlin tentang Hamann dimulai pada tahun 1956. Hingga tahun 1960-an, baru dijumpai karya utuh Berlin tentang Hamann. Di sini, Berlin menjelaskan biografi dan latar belakang intelektual Hamann beserta dengan berbagai konsep darinya. Hamann lahir pada 27 Agustus 1730 di ibukota Prussia Timur Kőnigśberg. Sejak tahun 1946, dearah ini dikenal sebagai Kaliningrad. Latar belakangnya adalah Lutheranisme Jerman. Berlin mengulas latar belakangan keagamaan Hamann yaitu Protestanisme Jerman, yang misih dengan kelompok Jakob Bőhme’s, William Lawa, Methodis, dan Swedenborg. Berlin memberikan ciri khas gerakan ini sebagai berikut: “The German pietists were distinguished by a personal emotionalism and, in the secondhalf of the century especially, a gloomy puritanical self abasement and self-motification, and a stern opposition to the pleasures of the world and especially the secular arts, for which the Calvinist of Geneva, Scotland and New England had also been know.” Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa Hamann merupakan penganut agama Kristen Protestan yang taat. Berlin menambahkan sampai akhir hidup, Hamann masih sebagai “devoted to Luther’s life and personality.”

Pelajaran penting dari cara Isaiah Berlin menempatkan seorang sarjana adalah dengan mencari esensi pemikiran atau gagasan yang dimiliki oleh sarjana tersebut. Di sini tampak bahwa Era Pencerahan sebenarnya tidak begitu mendapatkan simpati dari berbagai kalangan sarjana.

Namun, karena mereka tidak “dikenal” atau “terkenal”, akhirnya gagasan mereka sebagai suatu perlawanan tidak begitu menggema. Suara mereka “hilang” seiring dengan kelompok dominan dalam Era Pencerahan. Dalam konteks ini, Isaiah Berlin mencoba melawan Era Pencerahan ini melalui telaah-telaah dari trio pemikir yang tidak begitu dikenali, yaitu Hamann, Vico, dan Herder.[]

Baca Juga:  Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Tags: IntelektualIsaiah BerlinJohan Georg Hamann
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad adalah Antropolog. Berdomisili di Aceh.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Penerapan Syariat Islam Harus Didukung Filosofi, Sosiologi, dan Hukum

Penerapan Syariat Islam Harus Didukung Filosofi, Sosiologi, dan Hukum

May 1, 2025
Plt Sekda Aceh Sambut Menlu Sugiono: Selamat Datang di Kampung Halaman

Plt Sekda Aceh Sambut Menlu Sugiono: Selamat Datang di Kampung Halaman

October 22, 2024
USK Juara Umum POMDA Aceh XIX UTU 2025, UIN Ar-Raniry Peringkat Keempat

USK Juara Umum POMDA Aceh XIX UTU 2025, UIN Ar-Raniry Peringkat Keempat

June 19, 2025
MPU Kota Langsa Keluarkan Maklumat Jelang Ramadhan

MPU Kota Langsa Keluarkan Maklumat Jelang Ramadhan

February 28, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.