• Tentang Kami
Sunday, October 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

MEUGOE: Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

SAGOE TV by SAGOE TV
August 27, 2026
in SENI
Reading Time: 4 mins read
A A
0
MEUGOE Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan
Share on FacebookShare on Twitter

Sore itu, Arena Skate Gelanggang Darussalam tidak sedang digunakan untuk bermain skateboard. Ruang terbuka yang dikelilingi pepohonan itu berubah menjadi tempat orang memainkan gitar, memukul drum, bernyanyi, berhikayat, membaca puisi, dan saling mendengarkan. Tidak ada panggung tinggi atau pembatas yang tegas antara penampil dan penonton. Orang bisa duduk di sudut arena, berdiri di dekat penampil, merekam dengan ponsel, berbicara dengan teman, atau berhenti karena kebetulan sedang lewat.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, ruang itu menjadi tempat berlangsungnya SPS Inclusive Stage Volume 16 dengan tema MEUGOE—bekerja. Tema ini melanjutkan rangkaian perjumpaan yang sebelumnya dibangun melalui Ranup Sigapu, Meutaloe, Meuseuraya, Peusijuek, Peumulia Jamee hingga Ranup Lam Puan. Jika perjumpaan sebelumnya membuka jalan untuk saling mengenal, Meugoe mengajak orang-orang mulai mengerjakan sesuatu bersama. Maknanya terasa bahkan sebelum pertunjukan dimulai.

BACA JUGA

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

Tim sudah bekerja sejak sekitar pukul 12.00 untuk menyiapkan peralatan, sementara penonton mulai berdatangan sekitar pukul 16.30. Di balik sore yang tampak sederhana, ada kabel, mikrofon, kamera, sound system, pembagian peran, dan sejumlah persoalan teknis yang harus diselesaikan.

Kemudian musik dimulai. Oya & friends membuka acara dengan tiga karya orisinal. Flawtra menyusul dengan tiga lagu Paramore. Ketika Still Into You dimainkan, suasana berubah. Sebagian penonton ikut bernyanyi, sementara yang lain merekam atau sekadar menikmati. Seorang mahasiswa bahkan mengaku tidak memahami seluruh lirik bahasa Inggris, tetapi tetap dapat merasakan suasana lagu dan ikut terbawa oleh penampilan tersebut.

Lalu datang sebuah perubahan suasana yang cukup tajam. Ratu Silvara berdiri di depan mikrofon dan membawakan hikayat Poe Teumeureuhom dengan bahasa Aceh. Tidak ada band besar yang mengiringinya. Ia mengandalkan suara, irama, intonasi, dan ekspresi. Seorang mahasiswa yang tidak memahami bahasa Aceh justru meminta temannya menerjemahkan beberapa bagian karena ingin mengetahui apa yang sedang disampaikan. Mahasiswa lain mengaku pernah mendengar hikayat semacam itu ketika kecil dari neneknya.

Di sinilah paradoks SPS terasa paling jelas: skatepark, Paramore, dan hikayat Aceh berada dalam satu ruang. Ketiganya tidak saling meniadakan. Justru perbedaan itu membuat penonton berpindah dari satu cara mendengar ke cara mendengar yang lain. Saat band bermain, sebagian penonton mengikuti tempo dengan tubuh dan suara. Saat hikayat dimulai, suasana menjadi lebih tenang. Beberapa orang menepuk tangan mengikuti ketukan yang dibangun Ratu. Seorang mahasiswa bahkan mengaku sebelumnya tidak terlalu menyukai Hikayat Aceh, tetapi tepukan tangan penonton membuatnya merasa ikut menjadi bagian dari pertunjukan.

Pengalaman itu membuat sejumlah mahasiswa mengubah cara mereka memandang apresiasi seni. Mereka tidak lagi hanya bertanya apakah sebuah penampilan bagus atau tidak. Mereka mulai memperhatikan cara karya disampaikan, bagaimana penonton merespons, dan apa yang tersisa setelah pertunjukan selesai. Ada mahasiswa yang melihat penonton mengangguk mengikuti musik. Ada yang mencatat orang mengambil foto dan video. Ada pula yang memperhatikan orang berbicara pelan di sampingnya. Bagi mereka, penonton bukan sekadar penerima tontonan. Respons penonton ikut membentuk suasana pertunjukan.

Yang lebih penting, pengalaman itu bergerak dari apresiasi menuju keberanian. Siti Zakiyatuddin menulis bahwa setelah melihat teman dan kakak tingkat tampil, ia mulai membayangkan dirinya sendiri berada di posisi mereka. Faldiyan Muharramah menceritakan pengalaman yang lebih personal: sejak SD hingga SMA ia sering tampil, tetapi setelah masuk kuliah ia vakum dari panggung selama semester 1 sampai semester 5. SPS memberinya kesempatan untuk berdiri lagi di depan keramaian dan melatih kembali keberanian yang sempat hilang.

Ada pula keberanian yang muncul secara spontan. Seorang mahasiswa yang semula hanya lewat melihat kegiatan SPS, mendengar bahwa siapa pun dapat tampil, lalu mendaftar untuk tampil di SPS berikutnya. Pada kesempatan lain, seorang mahasiswa tiba-tiba diminta menjadi host meskipun sudah lama tidak melakukannya. Ia mengaku gugup, takut salah bicara, dan tidak sempat menyiapkan diri. Namun ia tetap maju. Setelah selesai, ia menyadari bahwa kemampuan berbicaranya masih dapat dilatih.

Bahkan cerita kegagalan di luar panggung pun menjadi bagian dari pengalaman seni. Ratu Najla Yulsa justru paling mengingat kisah seorang penampil yang pernah gagal menyelesaikan studi di ISBI Bandung, tetapi kemudian melanjutkan pendidikan seni di UBBG. Baginya, cerita itu lebih membekas daripada lagu yang dibawakan. Kegagalan tidak lagi ia lihat sebagai vonis, melainkan sebagai bagian dari proses untuk bangkit dan berjalan lagi.

Tentu, sore itu tidak sempurna. Beberapa mahasiswa mencatat suara vokalis yang tenggelam oleh gitar, bass, dan drum. Ada yang menyoroti waktu pengaturan sound yang terlalu lama. Ada pula yang melihat sebagian penonton mulai bubar ketika hari mendekati magrib. Bahkan persoalan internal seperti miskomunikasi, kebutuhan peralatan, dan ketidakstabilan pendanaan muncul dalam refleksi salah seorang anggota tim. Kritik semacam ini penting karena memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya memuji SPS; mereka mulai merasa perlu ikut memikirkan bagaimana ruang itu bekerja.

Di situlah MEUGOE menemukan maknanya. Bekerja tidak hanya berarti menyiapkan sebuah pertunjukan. Ia berarti berani naik ke panggung, memainkan peran dalam kelompok, mendengarkan orang lain, memberi tepuk tangan, menerima kritik, menjaga tradisi, dan mencoba lagi setelah gagal. Sebuah ruang seni hidup bukan hanya karena orang yang tampil, tetapi juga karena mereka yang menyiapkan, menonton, merespons, dan perlahan terdorong untuk ikut mengambil bagian.

Banyak ruang pertunjukan berhasil menghasilkan tontonan. Tidak banyak yang berhasil melahirkan keberanian.

Sebuah arena skateboard dapat menjadi sekolah kehidupan pada sore itu. Bukan karena tempatnya berubah menjadi gedung seni, melainkan karena orang-orang di dalamnya mulai belajar melakukan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih sulit: berani mencoba, berani menghargai, dan berani mengerjakan sesuatu bersama.

Seni tidak bertahan hanya karena dipertontonkan. Ia bertahan ketika ada yang berani mengerjakannya, ada yang bersedia mewariskannya, dan ada yang terus menghidupkannya bersama dari generasi ke generasi.

Sekretariat Bersama (Remaja Meunasah) SPS Revival

Tags: kehidupanKomunitasMeugoeSekolahSeniSkate Park StageSPSSPS Revival
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances
SENI

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

by SAGOE TV
October 11, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara
SENI

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

by SAGOE TV
October 10, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda
SENI

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

by SAGOE TV
September 28, 2026
SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH
SENI

SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH

by SAGOE TV
September 22, 2026
Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga
SENI

Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga

by SAGOE TV
September 11, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 17, 2026

EDITOR'S PICK

Gempa M5,0 Guncang Sabang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami, Tercatat 8 Aftershock

Gempa M5,0 Guncang Sabang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami, Tercatat 8 Aftershock

July 4, 2025
Pendanaan USAID SEGAR Dihentikan, Penyusunan Roadmap Kakao Aceh Tetap Berjalan

Pendanaan USAID SEGAR Dihentikan, Penyusunan Roadmap Kakao Aceh Tetap Berjalan

February 4, 2025
Dana Otsus Aceh Bisa Hilang Jika Revisi UUPA Tidak Masuk Prioritas Prolegnas 2026

Dana Otsus Aceh Bisa Hilang Jika Revisi UUPA Tidak Masuk Prioritas Prolegnas 2026

May 23, 2025
Fenomena Langka, Gerhana Bulan Total ‘Blood Moon’ Terlihat di Aceh 7-8 September 2025

Gerhana Bulan Total Ramadhan 2026 Terlihat di Aceh, Kemenag Ajak Shalat Khusuf

March 2, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.