• Tentang Kami
Sunday, October 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

SAGOE TV by SAGOE TV
August 20, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dek Din Syamsuddin

Dek Din Syamsuddin. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dek Din Syamsuddin
Pemerhati Sosial

 

BACA JUGA

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

Banda Aceh bukan sekadar ibu kota provinsi

Kota ini adalah sebuah monumen hidup yang menyimpan lapisan sejarah, peradaban, dan memori kolektif masyarakat Aceh. Sebagai kota tua yang pernah menjadi pusat imperium Islam serta saksi bisu berbagai peristiwa besar mulai dari kejayaan masa lalu hingga musibah gempa dan tsunami 2004 setiap jengkal tanah di Banda Aceh memiliki nilai kultural yang mendalam.

Namun, dinamika pembangunan modern sering kali menghadirkan dilema pelik. Di satu sisi, negara membutuhkan percepatan infrastruktur melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, proses tersebut kerap berbenturan dengan perlindungan situs cagar budaya dan ruang hidup masyarakat adat, seperti yang terjadi dalam polemik penataan ruang yang melibatkan wilayah Gampong Kopelma Darussalam.

Kopelma Darussalam: Lebih dari Sekadar Ruang Akademik

Gampong Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam memiliki tempat istimewa dalam sejarah modern Aceh. Kawasan ini didirikan atas gagasan visioner para founding fathers bangsa dan tokoh Aceh sebagai simbol kebangkitan intelektual, pusat pendidikan tinggi (rumah bagi Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry), serta pusat peradaban kaum terpelajar.

Secara historis dan kultural, kawasan ini terintegrasi erat dengan identitas Banda Aceh sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keilmuan. Ketika wilayah yang sarat dengan nilai sejarah dan karakter kultural ini terancam status pelindungnya atau bahkan dihilangkan dari peta situs cagar budaya demi mengakomodasi PSN maka yang dikorbankan bukan sekadar batas administratif, melainkan akar identitas kultural kota itu sendiri.

Dilema Pembangunan: Antara PSN dan Pelestarian Cagar Budaya

Proyek Strategis Nasional dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang luas secara makro. Akan tetapi, pendekatan pembangunan yang bersifat top-down sering kali mengabaikan kearifan lokal dan regulasi pelestarian cagar budaya yang telah ditetapkan melalui undang-undang.

Penghilangan atau pergeseran status Gampong Kopelma Darussalam dari situs cagar budaya demi pembangunan infrastruktur menimbulkan beberapa persoalan mendasar:

Ancaman terhadap Memori Kolektif: Cagar budaya berfungsi sebagai jangkar sejarah. Ketika situs-situs penting dikorbankan untuk beton dan aspal, generasi mendatang kehilangan hubungan fisik dengan sejarah masa lalu mereka.

Keterlibatan Publik yang Minim: Perubahan tata ruang yang drastis sering kali minim partisipasi bermakna (meaningful participation) dari masyarakat lokal, akademisi, dan tetua adat yang paling memahami nilai historis kawasan tersebut.

Erosi Karakter Khas Kota: Banda Aceh memiliki keunikan urban yang lahir dari perpaduan nilai sejarah, religiusitas, dan tradisi lokal. Pembangunan yang mengabaikan aspek penataan ruang berbasis warisan budaya (heritage-based spatial planning) berisiko mengubah Banda Aceh menjadi kota modern generik yang kehilangan jiwanya.

Menuju Solusi Berkelanjutan: Pembangunan yang Berakar pada Budaya

Pembangunan dan pelestarian bukanlah dua hal yang harus saling meniadakan. Prinsip pembangunan berkelanjutan justru menuntut adanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian identitas budaya.

Pemerintah pusat maupun daerah perlu mengambil langkah-langkah korektif, di antaranya:

  • Evaluasi Tata Ruang Partisipatif: Melibatkan para ahli sejarah, akademisi Darussalam, dan tokoh masyarakat dalam merumuskan ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar selaras dengan status historis kawasan.
  • Mitigasi Dampak Kultural: Jika PSN harus berjalan di sekitar wilayah tersebut, harus ada desain rekayasa tata ruang yang ramah warisan budaya (heritage-friendly design) tanpa harus menghapus status atau esensi cagar budayanya.
  • Penguatan Regulasi Lokal: Menegakkan aturan Qanun Aceh tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan cagar budaya sebagai benteng perlindungan hukum bagi identitas daerah.

Penutup

Tata ruang Kota Banda Aceh bukan sekadar urusan zonasi ekonomi dan efisiensi infrastruktur. Ia adalah cerminan dari martabat, sejarah, dan jati diri masyarakatnya. Menghilangkan Gampong Kopelma Darussalam dari status cagar budaya demi ambisi pembangunan sesaat sama artinya dengan merobek halaman penting dari buku sejarah Aceh.

Sudah saatnya para pengambil kebijakan mendengar aspirasi akar rumput, menempatkan warisan budaya sebagai aset strategis non-material, dan membuktikan bahwa kemajuan zaman dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap marwah sejarah bangsa.

Tags: Banda AcehDarussalamGampongKopelma DarussalamKotaopiniProyek Strategis NasionalPSNTata Ruang
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK
Opini

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

by SAGOE TV
September 25, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari
Opini

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

by SAGOE TV
September 15, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026
609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

September 28, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

September 28, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

October 1, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

AICRF Salurkan Paket Ibadah dan Sembako untuk Anak Penyintas Bencana Aceh Jelang Idulfitri

AICRF Salurkan Paket Ibadah dan Sembako untuk Anak Penyintas Bencana Aceh Jelang Idulfitri

March 20, 2026
Himastra UIN Ar-Raniry Gandeng Dinsos Aceh Edukasi Perlindungan Anak dan Cegah Bullying

Himastra UIN Ar-Raniry Gandeng Dinsos Aceh Edukasi Perlindungan Anak dan Cegah Bullying

July 21, 2026
Mahasiswa USK Jalankan Program Pengelolaan Sampah untuk Mitigasi Banjir di Bireuen

Mahasiswa USK Jalankan Program Pengelolaan Sampah untuk Mitigasi Banjir di Bireuen

May 4, 2026
Anggaran THR ASN 2026 Capai Rp55 Triliun, Naik 10 Persen dari Tahun Lalu

Anggaran THR ASN 2026 Capai Rp55 Triliun, Naik 10 Persen dari Tahun Lalu

March 14, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.