BIREUEN | SAGOE TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program edukasi pengelolaan sampah dan penyediaan sarana lingkungan di Gampong Pulo Reudeup, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, sebagai upaya mitigasi banjir berbasis sekolah.
Dalam siaran pers yang diterima Sagoe TV pada Senin (4/5/2026), disampaikan bahwa program yang merupakan bagian dari KKN Community Development Nasional Provinsi Aceh ini mengusung tema “Program Siaga Bencana Berbasis Lingkungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Komunitas Sekolah”. Kegiatan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, serta masyarakat setempat.
Ketua program, Wira Dharma, menyebutkan kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan pengelolaan sampah dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Gampong Pulo Reudeup diketahui menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir berulang. Kondisi ini menyebabkan berbagai persoalan, seperti meningkatnya volume sampah rumah tangga, penyumbatan drainase, hingga rendahnya kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN dari USK memberikan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik, menyusun standar operasional prosedur (SOP), serta membentuk kader lingkungan di sekolah. Selain itu, tim juga mendampingi pembentukan bank sampah sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat melalui sistem insentif sederhana.
Untuk mendukung program tersebut, mahasiswa menyediakan sejumlah sarana, seperti kandang tempat sampah berbahan besi, unit bank sampah botol, komposter drum, serta instalasi biopori di titik rawan genangan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, masyarakat diberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dimanfaatkan pada lahan percontohan desa. Program ini bertujuan mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah menjadi sumber daya yang bernilai.
Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan edukasi desa siaga bencana melalui pelatihan penyusunan tas darurat keluarga, simulasi penanganan banjir, dan penyaringan air minum darurat.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pendampingan, pengumpulan data, serta monitoring dan evaluasi terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Melalui program ini, USK berharap Gampong Pulo Reudeup dapat menjadi desa yang lebih bersih dan tangguh terhadap bencana, serta menjadi contoh pengabdian masyarakat berbasis lingkungan di Aceh.[]




















