BANDA ACEH | SAGOE TV – Universitas Syiah Kuala (USK) mengukuhkan lima profesor baru dari Fakultas Teknik dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Kota Banda Aceh, Kamis (30/4/2026). Para profesor ini memiliki kepakaran strategis di bidang teknologi, infrastruktur, perancangan kota, keamanan sistem digital, hingga kecerdasan buatan.
Lima profesor baru yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Syahrial, M.Eng., Prof. Dr. Anita Rauzana, S.T., M.T., Prof. Dr. Mirza Fuady, S.T., M.T., Prof. Dr. Zulfikar, S.T., M.Sc., dan Prof. Dr. Melinda, S.T., M.Sc. Prosesi pengukuhan kelima guru besar tersebut dipimpin oleh Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Prof. Abubakar.
Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian para profesor baru tersebut. Ia menegaskan, keberadaan profesor tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga sebagai penggerak utama perubahan berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pengukuhan ini sangat istimewa, karena seluruh profesor yang dikukuhkan hari ini berasal dari Fakultas Teknik. Ini menunjukkan kekuatan dan kontribusi besar Fakultas Teknik dalam mendorong inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Mirza mengatakan, USK terus menunjukkan pertumbuhan jumlah profesor yang signifikan. Pada tahun 2026, USK menargetkan pengukuhan puluhan profesor baru dari berbagai disiplin ilmu, sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia dan daya saing institusi.
Dalam orasi ilmiahnya, masing-masing profesor memaparkan kontribusi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Prof. Syahrial menyoroti pentingnya sistem antena dalam mendukung konektivitas global dan transformasi digital. Prof. Anita Rauzana mengangkat isu efisiensi dan manajemen proyek konstruksi sebagai kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Prof. Mirza Fuady menekankan pentingnya perencanaan kota berkelanjutan melalui pengembangan struktur hijau.
Selanjutnya, Prof. Zulfikar mengkaji tantangan keamanan pada sistem perangkat elektronika di era Internet of Things (IoT), sedangkan Prof. Melinda mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung diagnosis gangguan spektrum autisme secara lebih cepat dan objektif.
Rektor USK menambahkan, berbagai kepakaran tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi strategis dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, mulai dari penguatan teknologi, peningkatan kualitas infrastruktur, hingga inovasi di bidang kesehatan dan lingkungan.
“Melalui riset dan inovasi yang terus dikembangkan, USK berkomitmen untuk tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga solusi nyata yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa,” ujarnya.
Dengan bertambahnya profesor baru ini, USK optimis dapat terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.[]




















