BANDA ACEH | SAGOE TV – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mendorong dakwah berperan sebagai solusi sosial sekaligus penguat masyarakat pascabencana. Pesan tersebut mengemuka dalam Dakwah International Conference (DAICON) IV bertajuk “Mental Health, Spirituality, and Community Resilience” yang digelar FDK UIN Ar-Raniry di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Kamis (22/10/2026).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof Muhammad Yasir Yusuf, dalam sambutannya menyebut, bahwa ada dua hal utama yang mendasar terkait tema konferensi yang diusung, yaitu dakwah sebagai pencerahan dan solusi sosial, dan dakwah membutuhkan keteladanan dan kedamaian spiritual serta solusi bencana.
Menurutnya, merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 104, bahwa dakwah hadir untuk membahagiakan dan memberikan jalan keluar bagi persoalan masyarakat. Dakwah tidak terbatas pada mereka yang berdiri di atas mimbar, melainkan siapa saja yang mampu memberi pencerahan, membawa perubahan hidup menjadi lebih baik, membenahi pergaulan, serta menjadi teladan bagi sesama.
Yasir mengatakan, dakwah membutuhkan keteladanan dan kedamaian spiritual. Ia berharap Fakultas Dakwah dan Kumunikasi UIN Ar-Raniry tidak hanya menyampaikan ilmu secara teoritis, tetapi juga menjadi contoh konkret dalam tindakan nyata.
Ketua Panitia Pelaksana, Reza Muttaqin, menyampaikan bahwa DAICON IV menghadirkan delapan akademisi dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Kirgistan, serta diikuti 250 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa di lingkungan UIN Ar-Raniry.
Reza menyebutkan, delapan narasumber tersebut antara lain Iskandar, PhD (Indonesia), Dr Jauhari Hasan, (Indonesia), Amirbek Bektashov (Kirgistan), serta Puan Siti Fatimah Abdul Ghani, Prof Madya Dr Siti Aqlima Ahmad, Dr Fazilah Husin, Shari bin Man Abdul Rahman, Hj Muhammad Ilyas bin Hj Muhammad Saleh (dari Malaysia).
Sementara itu, Dekan FDK UIN Ar-Raniry, Prof Jasafat, menjelaskan tema DAICON IV tahun 2026 ini salah satunya terkait dengan solusi bencana, hal tersebut belajar dari pengalaman terjadinta bencana dalam beberapa dekade terakhir.
Jasafat menyatakan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada rekonstruksi fisik semata, melainkan juga harus diisi dengan pemulihan mental, spiritual, dan penyediaan referensi yang relevan.
“Di situlah dakwah memegang peranan yang sangat penting dalam hidup dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.




















