BANDA ACEH | SAGOE TV – Tim dosen Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi sabun cuci piring berbahan ekstrak belimbing wuluh. Inovasi ini diperkenalkan kepada kelompok ibu rumah tangga (IRT) di Gampong Barabung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen dari Teknik Kimia dan Farmasi USK melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM-PBP) di Gampong Barabung.
Ketua tim pelaksana Dr. Syaubari, bersama anggota tim Nur Irhamni Sabrina, M.Farm., mengatakan, program ini bertujuan membantu dan memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dalam meningkatkan nilai tambah belimbing wuluh.
Selama ini, sebagian besar belimbing wuluh hanya digunakan oleh masyarakat, sebagai bahan masakan atau diolah menjadi asam sunti sebagai salah satu bumbu khas Aceh dengan nilai ekonomi yang relatif rendah.
“Kegiatan ini melibatkan kelompok ibu-ibu PKK Desa Barabung. Pelatihan pembuatan sabun cuci piring ekstrak belimbing wuluh ini menggunakan teknologi sederhana, aman, hemat energi, dan mudah diterapkan pada skala rumah tangga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.
Ia mengatakan, target program ini adalah meningkatkan keterampilan peserta minimal 80% dalam memproduksi sabun cuci piring secara mandiri. Lalu peserta diharapkan mampu menghasilkan produk sabun cuci piring berbasis ekstrak belimbing wuluh dengan kapasitas awal produksi minimal 50 botol per bulan, terbentuknya satu kelompok usaha masyarakat yang aktif dalam produksi dan pemasaran produk, serta peningkatan nilai tambah ekonomi dan pengurangan limbah organik.
“Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan masyarakat desa. Kami berharap Desa Barabung dapat menjadi contoh desa produktif berbasis ekonomi sirkular,” katanya.
Sekretaris Desa Barabung, Heri Muliadi, A.Md., menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut pelatihan tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Warga kini tahu cara praktis dan sederhana dalam pembuatan sabun cuci piring dan memahami manfaat dari ekstrak belimbing wuluh.
“Ini peluang besar untuk meningkatkan ekonomi desa, apalagi sabun cuci piring juga merupakan kebutuhan rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan dukungan USK, Gampong Barabung diharapkan dapat menjadi pionir pemanfaatan belimbing wuluh untuk produk bernilai tinggi, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi lokal yang berkelanjutan.


















