BANDA ACEH | SAGOE TV – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,1 mengguncang Kabupaten Aceh Singkil dan sekitarnya pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Rudin, dalam keterangan resminya menyebutkan, gempa terjadi pada pukul 19.28.18 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 1,95 derajat Lintang Utara (LU) dan 97,92 derajat Bujur Timur (BT).
“Episenter gempa bumi terletak pada jarak 45 kilometer selatan Kabupaten Aceh Singkil dengan kedalaman 22 kilometer,” demikian keterangan BMKG yang disampaikan Rudin.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.
BMKG mencatat, getaran gempa dirasakan masyarakat di wilayah Aceh Singkil dengan skala intensitas III MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Sensasinya menyerupai getaran akibat truk yang sedang melintas.
Meski demikian, hingga laporan tersebut disampaikan, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Rudin menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG hingga pukul 19.46 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi,” ujar Rudin.




















