TAMIANG | SAGOE TV – Tim penulis praktik baik penanggulangan bencana Aceh bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana Aceh Tamiang mendiskusikan tentang praktik baik selama bencana yang terjadi di Aceh setahun lalu. Hal tersebut didiskusikan pada Kamis (22/20/2026) bertempat di Aula Bappeda Aceh Tamiang.
Tim ini diketuai Prof Dr Dirhamsyah, dengan anggota Tim, Prof Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Prof Dr Sulaiman Tripa SH MH, dan Dr Mukhlisuddin Ilyas.
Sulaiman Tripa dalam pengantarnya menyebutkan pertemuan ini penting dalam rangka berbagi pengetahuan terkait bagaimana penanggulang bencana dilakukan hingga pada tingkat komunitas.
Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, dibantu oleh FPRB Aceh Tamiang. Ketua FPRB Aceh Tamiang, Erwan, menyebut kegiatan tersebut sangat strategis dalam mempersiapkan mitigasi di kemudian hari.
Dalam diskusi yang berlangung hangat, peserta menyebut salah satu kelebihan di Aceh Tamiang, ketika pimpinan daerah hingga datok tidak bergeser dari kampung. Mereka bersama-sama masyarakat melaksanakan hal-hal yang dibutuhkan.
Selain itu, ada sejumlah rekomendasi yang penting diteruskan kepada pihak terkait. Koordinasi data menjadi sangat penting terkait penyintas beserta hak-haknya. Selain itu, pemulihan ekonomi menjadi tantang penting dalam masyarakat Aceh Tamiang khususnya.
Penataan daerah hulu dan kepatuhan tata ruang menjadi sangat penting dipegang bersama. Penguatan sistem peringatan dini, penguatan komunikasi kebencanaan, dan penguatan distribusi logistik ke daerah hulu, menjadi hal-hal penting yang menjadi pelajaran bagi masa depan. Termasuk masalah psikososial yang harus diperhatikan.
Pemerintah kabupaten disarankan gara menyiapkan jalur evakuasi yang lebih mudah bagi masyarakat, terutama dari daerah hulu. Jangan sampai jika terjadi bencana kembali, cara penanggulangannya tidak berubah.




















