BANDA ACEH | SAGOE TV — Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 menandai babak baru penyelenggaraan hallmark event Aceh yang telah empat kali dinobatkan sebagai salah satu Top 10 event daerah terbaik dalam Karisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI.
Memasuki satu dekade penyelenggaraannya, ACF kembali hadir setelah sempat vakum selama dua tahun. Kali ini, festival kuliner tersebut membawa semangat baru dengan membuka ruang lebih luas bagi komunitas dan berbagai inisiatif kreatif untuk terlibat dalam perayaan cita rasa Aceh.
ACF pertama kali digelar pada 2014 sebagai bazar kuliner selama satu hari. Seiring waktu, kegiatan ini berkembang menjadi event tahunan yang melibatkan 23 kabupaten/kota di Aceh, lebih dari 120 UMKM kuliner dari Aceh dan Sumatera, serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali.
Festival yang selama ini ditunggu masyarakat Aceh tersebut kini juga mulai menarik perhatian masyarakat gastronomi Nusantara.
Founder sekaligus Festival Director Aceh Culinary Festival, Wan Windi Lestari, mengatakan ACF 2026 menjadi seri pertama yang diselenggarakan tanpa alokasi APBA.
Menurut Windi, dukungan pemerintah tidak selalu harus berbentuk anggaran. Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemerintah Aceh tetap hadir sebagai strategic partner sekaligus mendukung gerakan kolektif yang dibangun untuk mengembangkan ACF.
“Kontribusi Pemerintah Aceh tidak melulu harus anggaran. Saat ini Pemerintah Aceh tetap hadir sebagai strategic partner dan mengayomi gerakan kolektif yang kami gagas,” kata Windi dalam konferensi pers pada Rabu, 9 September 2026.
Ia menjelaskan, skema kolektif justru memberikan ruang bagi ACF untuk bergerak lebih lugas dan leluasa, sekaligus menjadikan festival tersebut sebagai platform kolaborasi yang lebih inklusif.
“ACF sejak awal adalah karya bersama kami dan Disbudpar Aceh, saat itu bersama Bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Bapak Reza Fahlevi, sekarang Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI. Setelah sembilan tahun, kini ACF akan menjadi program publik di bawah ACF Kolektif dan membuka ruang kolaborasi sebesar-besarnya,” ujar Windi.
Libatkan Puluhan Komunitas dan Inisiatif Kreatif
Saat ini, lebih dari 20 komunitas, lini, dan inisiatif kreatif telah menjadi bagian dari ACF Kolektif.
Mereka antara lain Indonesia Gastronomy Network, Wonderful Indonesia Gastronomy, Dewan Kuliner Indonesia, Kelas Pagi Pangan, Rumah Intaran, Pengalaman Rasa Gastronomy, Peringatan Sanger Day, Ikatan Ahli Boga Aceh, Ribunara Permakultur Initiative, Hip Hop Jam 13 Regional Competition, Komunitas Saleum, Aceh Bermain, Koskah, Sahabat Hijau, Komunitas Melati, Gampong Fotoyu Aceh, Kompakers Aceh, L5P5, Wisata Aceh, Aceh Food Guide, UMKM Banda Aceh, Kuliner Banda Aceh, Classic Photobooth, Tuah Serigrafia, Kreasi Baru, Amel Group, Rumah Produksi Timur Djauh, Aceh Kini, Harian Serambi Indonesia, dan Promotor Event EXO Production.
Keterlibatan berbagai komunitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan ACF bukan hanya sebagai festival kuliner, tetapi juga sebagai ruang pertemuan berbagai gerakan kreatif.
Fokus pada Kuliner Tradisional dan Gastronomi Aceh
Dengan menjadikan Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, sebagai home venue, Aceh Culinary Festival tetap membawa fokus utama pada preservasi kuliner tradisional Aceh.
Festival ini juga diarahkan menjadi ekosistem kreatif sekaligus pusat studi gastronomi Aceh.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menjadikan penyelenggaraan ACF sebagai salah satu upaya revitalisasi dan reaktivasi Taman Ratu sebagai kawasan budaya berbasis ekonomi kreatif.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui perlindungan resmi terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas identitas merek dan karya kreatif penyelenggaraan Aceh Culinary Festival.
Dalam sertifikat HAKI tersebut, Wan Windi Lestari tercatat sebagai founder, sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh sebagai co-founder.
Windi berharap skema kolektif yang diterapkan tahun ini dapat terus dipertahankan dalam penyelenggaraan ACF pada tahun-tahun mendatang.
Aceh Culinary Festival 2026 akan berlangsung pada 11-14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Festival ini juga akan dihadiri Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa.




















