• Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Seratus Triliun Dana Otsus Aceh Belum Optimal, Perlu Exit Strategy Jangka Panjang

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
July 16, 2025
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seratus Triliun Dana Otsus Aceh Belum Optimal, Perlu Exit Strategy Jangka Panjang
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH –  Ekonom UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Azharsyah, S.E.Ak., M.S.O.M., mengungkapkan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang telah digelontorkan lebih dari seratus triliun rupiah masih menyisakan banyak tanda tanya dalam hal efektivitas dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dalam diskusi podcast Sagoetv, pada 9 Juli 2025, Prof. Azharsyah menjelaskan bahwa dana Otsus menunjukkan paradoks: di satu sisi memberikan kontribusi terhadap pembangunan, namun di sisi lain belum berdampak signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

BACA JUGA

SAGOE TV dan PUSAKASENA Ulas Jejak Fatahillah dalam Sejarah Aceh-Cirebon

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

“Kalau dikatakan tidak berkontribusi terhadap pembangunan, itu tidak tepat. Tapi kalau dikatakan berhasil besar, juga belum terbukti. Data pertumbuhan ekonomi, indeks ketimpangan wilayah, dan kemiskinan semuanya masih menyisakan pekerjaan rumah,” ujarnya.

Menurut data yang dipaparkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh tumbuh dari Rp144 triliun pada 2017 menjadi Rp206 triliun lebih pada 2024, dengan rata-rata pertumbuhan 7,6 persen. Namun, pertumbuhan ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kemajuan ekonomi rakyat.

“Pertumbuhan yang dicapai justru banyak disumbang sektor ekstraktif seperti pertambangan, yang minim menyerap tenaga kerja lokal. Ini pertumbuhan yang tidak inklusif,” jelasnya.

Selain itu, meskipun indeks ketimpangan antarwilayah menunjukkan penurunan – misalnya koridor utara dari 0,429 pada 2010 menjadi sekitar 0,2 – tetapi angka kemiskinan Aceh per Maret 2024 masih bertahan di kisaran 14,5 persen, tertinggi di Sumatera dan jauh di atas rata-rata nasional.

Prof. Azharsyah juga menyoroti tingginya ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) terhadap dana transfer pusat yang mencapai 60–70 persen setiap tahunnya. Ia menyebut fenomena ini sebagai Dutch Disease, yang secara psikologis menurunkan semangat kemandirian daerah.

“Sebelum Otsus, Aceh tetap bisa berjalan. Sekarang justru kita terlalu bergantung, daya juang daerah untuk menggali potensi ekonomi sendiri melemah,” tegasnya.

Sebagian besar dana Otsus disebut terserap ke sektor infrastruktur, sedangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat masih minim. Hal ini tampak dari kurangnya upaya serius membangun sektor strategis seperti agribisnis, perikanan, ekonomi maritim, pariwisata halal, hingga penguatan branding produk unggulan seperti kopi Gayo.

“Seharusnya kopi tidak hanya diekspor dalam bentuk biji, tapi dikelola, dikemas, dan dijual dengan branding kuat. Sayangnya, belum ada perhatian serius ke sana,” kata Prof. Azharsyah.

Ia mengusulkan agar dana Otsus dikelola lebih transparan, salah satunya dengan membangun dashboard publik yang bisa dipantau masyarakat. Selain itu, tokoh-tokoh dayah dan ulama juga perlu dilibatkan dalam advokasi sosial seperti penguatan literasi ekonomi, pariwisata halal, dan pemanfaatan wakaf produktif.

Optimalisasi Zakat dan Wakaf

Potensi zakat di Aceh yang diperkirakan mencapai Rp2–4 triliun per tahun juga dinilai belum dimaksimalkan. Realisasi yang ada masih berkisar ratusan miliar. Padahal, zakat dan wakaf produktif dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan jaring pengaman sosial.

“Zakat bisa mengambil alih sebagian fungsi negara dalam mengatasi kemiskinan. Begitu juga wakaf produktif jika disosialisasikan dengan benar,” ungkapnya.

Menutup diskusi, Prof. Azharsyah menegaskan bahwa sekalipun Otsus diperpanjang, Aceh tetap membutuhkan strategi keluar (exit strategy) untuk tidak terus bergantung pada dana pusat.

“Jangan sampai Otsus diperpanjang hanya untuk memperpanjang ketergantungan. Kita harus membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” pungkasnya.[]

 

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

SAGOE TV dan PUSAKASENA Ulas Jejak Fatahillah dalam Sejarah Aceh-Cirebon
Podcast

SAGOE TV dan PUSAKASENA Ulas Jejak Fatahillah dalam Sejarah Aceh-Cirebon

by SAGOE TV
October 10, 2026
Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia
Podcast

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

by SAGOE TV
August 3, 2026
Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri
Podcast

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

by SAGOE TV
June 30, 2026
Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan Pageu Gampong dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

November 5, 2026

EDITOR'S PICK

Wali Nanggroe Tekankan Dialog dan Transparansi, Pemerintah Aceh Siapkan Pergub Baru JKA

Wali Nanggroe Tekankan Dialog dan Transparansi, Pemerintah Aceh Siapkan Pergub Baru JKA

May 20, 2026
Jaksa Agung Tunjuk Teuku Rahmatsyah Jadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh

Teuku Rahmatsyah Jadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh

July 22, 2026
Gubernur Aceh Ikuti Panen Raya Serentak di 14 Provinsi dari Gampong Lamcarak

Gubernur Aceh Ikuti Panen Raya Serentak di 14 Provinsi dari Gampong Lamcarak

April 7, 2025
Gubernur Mualem Kembali Kunjungi Aceh Tamiang Bersama Tim Medis dari Malaysia

Gubernur Mualem Kembali Kunjungi Aceh Tamiang Bersama Tim Medis dari Malaysia

December 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.