• Tentang Kami
Friday, June 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Seratus Triliun Dana Otsus Aceh Belum Optimal, Perlu Exit Strategy Jangka Panjang

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
July 16, 2025
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seratus Triliun Dana Otsus Aceh Belum Optimal, Perlu Exit Strategy Jangka Panjang
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH –  Ekonom UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Azharsyah, S.E.Ak., M.S.O.M., mengungkapkan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang telah digelontorkan lebih dari seratus triliun rupiah masih menyisakan banyak tanda tanya dalam hal efektivitas dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dalam diskusi podcast Sagoetv, pada 9 Juli 2025, Prof. Azharsyah menjelaskan bahwa dana Otsus menunjukkan paradoks: di satu sisi memberikan kontribusi terhadap pembangunan, namun di sisi lain belum berdampak signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

BACA JUGA

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

“Kalau dikatakan tidak berkontribusi terhadap pembangunan, itu tidak tepat. Tapi kalau dikatakan berhasil besar, juga belum terbukti. Data pertumbuhan ekonomi, indeks ketimpangan wilayah, dan kemiskinan semuanya masih menyisakan pekerjaan rumah,” ujarnya.

Menurut data yang dipaparkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh tumbuh dari Rp144 triliun pada 2017 menjadi Rp206 triliun lebih pada 2024, dengan rata-rata pertumbuhan 7,6 persen. Namun, pertumbuhan ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kemajuan ekonomi rakyat.

“Pertumbuhan yang dicapai justru banyak disumbang sektor ekstraktif seperti pertambangan, yang minim menyerap tenaga kerja lokal. Ini pertumbuhan yang tidak inklusif,” jelasnya.

Selain itu, meskipun indeks ketimpangan antarwilayah menunjukkan penurunan – misalnya koridor utara dari 0,429 pada 2010 menjadi sekitar 0,2 – tetapi angka kemiskinan Aceh per Maret 2024 masih bertahan di kisaran 14,5 persen, tertinggi di Sumatera dan jauh di atas rata-rata nasional.

Prof. Azharsyah juga menyoroti tingginya ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) terhadap dana transfer pusat yang mencapai 60–70 persen setiap tahunnya. Ia menyebut fenomena ini sebagai Dutch Disease, yang secara psikologis menurunkan semangat kemandirian daerah.

“Sebelum Otsus, Aceh tetap bisa berjalan. Sekarang justru kita terlalu bergantung, daya juang daerah untuk menggali potensi ekonomi sendiri melemah,” tegasnya.

Sebagian besar dana Otsus disebut terserap ke sektor infrastruktur, sedangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat masih minim. Hal ini tampak dari kurangnya upaya serius membangun sektor strategis seperti agribisnis, perikanan, ekonomi maritim, pariwisata halal, hingga penguatan branding produk unggulan seperti kopi Gayo.

“Seharusnya kopi tidak hanya diekspor dalam bentuk biji, tapi dikelola, dikemas, dan dijual dengan branding kuat. Sayangnya, belum ada perhatian serius ke sana,” kata Prof. Azharsyah.

Ia mengusulkan agar dana Otsus dikelola lebih transparan, salah satunya dengan membangun dashboard publik yang bisa dipantau masyarakat. Selain itu, tokoh-tokoh dayah dan ulama juga perlu dilibatkan dalam advokasi sosial seperti penguatan literasi ekonomi, pariwisata halal, dan pemanfaatan wakaf produktif.

Optimalisasi Zakat dan Wakaf

Potensi zakat di Aceh yang diperkirakan mencapai Rp2–4 triliun per tahun juga dinilai belum dimaksimalkan. Realisasi yang ada masih berkisar ratusan miliar. Padahal, zakat dan wakaf produktif dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan jaring pengaman sosial.

“Zakat bisa mengambil alih sebagian fungsi negara dalam mengatasi kemiskinan. Begitu juga wakaf produktif jika disosialisasikan dengan benar,” ungkapnya.

Menutup diskusi, Prof. Azharsyah menegaskan bahwa sekalipun Otsus diperpanjang, Aceh tetap membutuhkan strategi keluar (exit strategy) untuk tidak terus bergantung pada dana pusat.

“Jangan sampai Otsus diperpanjang hanya untuk memperpanjang ketergantungan. Kita harus membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” pungkasnya.[]

 

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?
Podcast

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra
Podcast

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

by Anna Rizatil
January 3, 2026
Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini
Podcast

Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal
Podcast

Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?
Podcast

Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?

by Anna Rizatil
December 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

June 18, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

June 15, 2026
Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

June 18, 2026

EDITOR'S PICK

sulaiman tripa

Malam Puasa 18, Menjaga dari Kerakusan

March 17, 2025
Gubernur Aceh Luncurkan 42 Event Khazanah Piasan Nanggroe 2025

Gubernur Aceh Luncurkan 42 Event Khazanah Piasan Nanggroe 2025

March 13, 2025
Polisi Tangkap 3 Pria Terkait Praktik Pungli di Kawasan Wisata Pantai Pulau Kapuk Lhoknga

3 Pria Ditangkap Terkait Praktik Pungli di Kawasan Wisata Pantai Pulau Kapuk Lhoknga

May 11, 2025
Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

November 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.