• Tentang Kami
Tuesday, June 30, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

SAGOE TV by SAGOE TV
June 30, 2026
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

Thumbnail YouTube Sagoetv

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOETV — Generasi muda Aceh saat ini dinilai sedang menghadapi krisis identitas yang semakin mengkhawatirkan di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi. Di satu sisi, perkembangan teknologi membuka akses luas terhadap informasi dan budaya dunia. Namun di sisi lain, arus tersebut dinilai perlahan menggerus nilai-nilai lokal, bahasa daerah, dan identitas keacehan yang selama ini menjadi fondasi karakter masyarakat.

Fenomena ini menjadi pembahasan utama dalam podcast di kanal YouTube Sagoe TV yang menghadirkan dua tokoh pendidikan dan masyarakat, yakni Dr. Musriadi Aswad dan Eka Januar.

BACA JUGA

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

Dalam diskusi tersebut, akademisi Eka Januar menyoroti dilema identitas yang kini dialami generasi muda Aceh, khususnya kalangan Generasi Z dan Milenial. Menurutnya, media sosial telah menjadi instrumen dominan dalam membentuk pola pikir, karakter, hingga orientasi hidup anak muda.

“Anak muda kita hari ini mengalami dilema identitas. Mereka hafal tren TikTok, paham budaya viral global, tetapi semakin asing dengan warisan budayanya sendiri seperti hikayat, seudati, dan bahasa Aceh,” ujar Eka Januar.

Ia menilai, kondisi ini menjadi ironi karena di satu sisi banyak anak muda yang bangga menyebut dirinya orang Aceh, tetapi pada saat yang sama kehilangan esensi nilai keacehan dalam keseharian.

Menurut Eka, fenomena ini terlihat dari semakin berkurangnya penggunaan bahasa Aceh di ruang publik maupun dalam lingkungan keluarga. Bahkan, sebagian anak muda mulai merasa canggung menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

“Algoritma media sosial perlahan mengambil alih peran orang tua dan sekolah dalam membentuk karakter. Kalau ini dibiarkan, generasi kita bisa tumbuh tanpa akar budaya yang kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, menegaskan bahwa krisis identitas generasi muda harus dijawab dengan penguatan ketahanan lokal melalui pendekatan budaya, agama, dan keluarga.

Menurutnya, penguatan identitas Aceh tidak cukup hanya dengan seruan moral, tetapi harus diwujudkan melalui langkah-langkah strategis yang konkret.

Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain revitalisasi fungsi meunasah dan masjid sebagai pusat pendidikan karakter, penguatan peran gampong dalam pembinaan sosial, optimalisasi keluarga sebagai basis utama pendidikan agama, pembiasaan penggunaan bahasa Aceh di rumah, serta penguatan pemahaman sejarah dan karakter sejak usia dini.

“Ketahanan lokal harus diperkuat. Anak-anak muda kita harus dibekali dengan identitas yang kokoh agar tidak mudah larut dalam arus global yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai Aceh,” kata Musriadi.

Ia menambahkan, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak bisa hanya mengedepankan larangan tanpa solusi. Menurutnya, perlu ada kolaborasi aktif untuk masuk ke ruang-ruang digital, membangun narasi edukatif, dan memanfaatkan teknologi sebagai instrumen penguatan identitas.

Kedua narasumber sepakat bahwa potensi besar generasi muda Aceh tidak boleh terjebak hanya menjadi konsumen budaya global. Sebaliknya, mereka harus didorong menjadi agen perubahan yang mampu memadukan modernitas dengan akar budaya lokal.

Di tengah dunia yang semakin tanpa batas, menjaga identitas bukan berarti menolak kemajuan, tetapi memastikan bahwa generasi muda tetap mengenal siapa dirinya, dari mana asalnya, dan nilai apa yang harus dijaga untuk masa depan Aceh.

Tags: acehgenerasi mudaIndonesiaKewaspadaankrisis identitas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data
Podcast

Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data

by SAGOE TV
June 26, 2026
Di Tengah Stigma Intoleran, Banda Aceh Ternyata Miliki Dua Desa Sadar Kerukunan
Podcast

Di Tengah Stigma Intoleran, Banda Aceh Ternyata Miliki Dua Desa Sadar Kerukunan

by SAGOE TV
June 25, 2026
M Adli Abdullah
Podcast

Alam Peudeung: Simbol Kedaulatan dan Marwah Aceh yang Tak Lekang Zaman

by SAGOE TV
June 23, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Mengantar Si Perantau Cilik: Sebuah Perjalanan Melepaskan, Sebuah Pelajaran Mengikhlaskan

June 26, 2026
SPS Revival dan Darud Dunia Jajaki Kemitraan Bersama Disbudpar Aceh

SPS Revival dan Darud Dunia Jajaki Kemitraan Bersama Disbudpar Aceh

June 26, 2026
Calvin Ho

Syariat, Otonomi, dan Kemiskinan: Dua Dekade yang Terbuang di Aceh

June 30, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Popularitas Tiyo dan Fatimah: Bongkar Salah Urus Pendidikan Indonesia

June 28, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Di Balik Sekolah Unggul: Antara Ijazah, Koneksi, dan Jurang Kesempatan

June 29, 2026
Blok Andaman Harus Segera Jalan; Revisi POD Berisiko Tunda Investasi Bertahun-Tahun

Blok Andaman Harus Segera Jalan; Revisi POD Berisiko Tunda Investasi Bertahun-Tahun

June 26, 2026
STIS Ummul Ayman Resmi Berubah Jadi IAI, Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Islam di Aceh

STIS Ummul Ayman Resmi Berubah Jadi IAI, Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Islam di Aceh

June 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Nipharia, Inovasi Mahasiswa USK yang Sulap Buah Nipah Jadi Minuman Kekinian

Nipharia, Inovasi Mahasiswa USK yang Sulap Buah Nipah Jadi Minuman Kekinian

June 29, 2026

EDITOR'S PICK

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh Diresmikan, Dorong Pengembangan UMKM dan Digitalisasi

Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh Diresmikan, Dorong Pengembangan UMKM dan Digitalisasi

February 7, 2025
Dr. Mohd Haikal, SE, MM. Dosen Universitas Malikussaleh.

Orang Aceh Sering Gagal Mengelola Harapan

April 14, 2022
Bandar Publishing Gelar Lomba Resensi Karya Sulaiman Tripa

Bandar Publishing Gelar Lomba Resensi Karya Sulaiman Tripa

January 10, 2023
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.