• Tentang Kami
Thursday, June 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Yang Lebih Penting dari Politik Adalah Kemanusiaan

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Literasi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Aksi Mahasiswa dan Omnibus Law
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risky Almustana Imanullah
Mahasiswa Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Pemerintahan, UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Gus Dur merupakan Presiden ke-4 Republik Indonesia sekaligus Kyai NU (Nahdhatul Ulama) adalah sosok yang terlihat nyeleneh dengan satire dalam dalam setiap guyonannya. Gus Dur disebut-sebut sebagai bapak pluralisme yang sangat menjunjung tinggi perbedaan, membela kaum tertindas dan minoritas tanpa melihat perbedaan ras, suku dan agama.

BACA JUGA

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

Hal gila (bagi masyarakat awam) yang pernah dilakukan Gus Dur adalah mengeluarkan dekrit presiden pada tanggal 23 juli 2001 dengan tujuan ingin membekukan MPR dan DPR, karena bagi Gus Dur dinamika dalam gedung MPR tersebut bagaikan taman kanak-kanak, bahkan menjadi tempat tikus-tikus berdasi yang menjarah uang rakyat.

Dan pada akhirnya Gus Dur dilengserkan melalui sidang istimewa MPR yang dipimpin oleh Amien Rais. Banyak orang yang tidak mampu menginterpretasikan pemikiran dan langkah Gus Dur yang sangat futuristis melampaui pemikiran kebanyakan manusia. Mulai dari kunjungan ke Israel, keliling dunia empat (4) kali setiap bulannya, sosok kyai yang masuk ke geraja, keluar istana memakai celana pendek dan perihal lainnya.

Sisi pemikiran Gus Dur yang tidak banyak diketahui orang adalah pendalaman tauhid sebagai benteng utama dalam kehidupan yang bersumber dari keimanan kepada Allah swt. Satu-satunya Dzat yang Maha Segalanya, Rajadiraja yang mengontrol seluruh alam semesta. Tidak ada sesuatupun yang bergerak kecuali atas kehendak-Nya. Ketauhidan yang menghujamkan kesadaran terdalam bahwa Tuhan (Allah swt) adalah sumber dari segala sumber dan rahmat kehidupan bagi seluruh jagad raya.

Dengan mengenal Tuhan dhahir dan bhatin melahirkan jiwa-jiwa kemanusiaan dalam diri Gus Dur yang bersumber dari ketauhidan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia (walaupun dilahirkan dari setetes mani yang hina). Terlahir kebumi untuk menjadi khalifah guna mengatur segala sisi kehidupan sesama manusia, binatang dan tumbuhan sesuai dengan iradah Allah SWT yang bersifat Qudrah.

Kemuliaan merupakan mahkota bagi setiap manusia yang dianugerahi oleh Tuhan, oleh karena itu mengharuskan setiap manusia untuk saling menghormati dan menghargai. Karena menghormati sesama manusia sama halnya dengan menghormati penciptanya, begitu juga sebaliknya. Inilah yang menjadi pijakan Gus Dur untuk membela manusia tanpa melihat perbedaan apapun. Bahkan saat Gus Dur di lengsekan, 300 ribu pasukan berani mati sudah siap untuk melawan penglengseran Gus Dur. Tapi alhasil Gus Dur menahan pasukan tersebut karena beliau tidak ingin adanya kerusuhan dan pertumpahan darah sesama bangsa. Inilah sikap Gus Dur yang jarang di ketahui orang. Dalam kesempatan yang berbeda Gus Dur pernah mengatakan “yang lebih penting dari pada politik adalah kemanusiaan”, dan juga kalimat “tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian”.

Dewasa ini, sangat nadir manusia yang dualitas seperti Gus Dus. Disamping menjadi sosok Kyai, juga merupakan tokoh politik intelektual yang mempersatukan bangsa. Membantu kaum yang lemah, membela kaum yang tertindas dan melindungi minoritas dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Terlepas dari fitnah, provokasi massa dan ujaran kebencian yang dilontarkan kepada Gus Dur oleh barisan yang menganggap kebijakan, kemanusiaan dan keadilan Gus Dur dapat membahayakan eksistensi mereka.

Di era sekarang ini, banyak orang membicarakan sosok Gus Dur yang hampir semua ucapannya pada masa lampau, kentara hari ini. Mulai dari Jokowi menjadi Presiden, Ahok menjabat sebagai gubernur dan pengungkapan cikal bakal penglengseran Gus Dur yang pada saat itu dalam siaran langsung Metro tv di acara Kick Andi, Gus Dur mengatakan “besok-besok akan terbukti oleh bangsa ini sendiri kok”. Sepenggal cerita sejarah penglengseran Gus Dur termaktub dalam sebuah buku yang ditulis Virdika Rizky Utama dengan judul “Menjerat Gus Dur”.

Realitas saat ini dalam perpolitikan Indonesia, sulit menemukan politikus yang mengadopsi pemikiran Gusdur. Banyak dari mereka yang terlahir kedunia kemudian lupa kepada penciptanya dan kemudian berefek pudarnya ketauhidan dan melemahnya keimanan. Berjalan dengan penuh keangkuhan dan sombong dimuka bumi. Sibuk mengumpulkan harta, luput dari yang memberi harta. Sibuk berkompetisi mendapatkan jabatan dengan hasrat mendapat pujian, hingga luput dari yang mentakdirkan semua itu. Secuil tahta diberikan Tuhan membuat sosok diri menjadi arogan sehingga memandang manusia lain dengan kacamata kehinaan. Minimnya pemahaman tentang ketauhidan, apatis dalam menekuni ilmu agama, hingga melahirkan kepincangan dalam kehidupan yang dijalani.

Kekacauan yang terjadi dari hari-ke hari akibat kehausan dan rakusnya manusia. Dalam kitab Al Amstal wal Hikam halaman 173 disebutkan “orang yang mengejar dunia itu laksana orang yang meminum air laut, semakin banyak diminum, malah semakin bertambah haus“. Orang yang dimaksud tersebut adalah orang yang menyimpan dunia di hatinya, bukan di genggamannya. Sehingga tidak menyisakan ruang kosong untuk mentauhidkan Tuhan di dalam hatinya.

Tidak terbantahkan menjelang pilkada serentak di tahun 2020, 2022 dan pemilu 2024 nantinya. Partai politik baru terus bermunculan, isu agama merupakan persoalan yang kerap dijadikan sebagai jajanan dan cemilan oleh partai politik di Indonesia. Banyak orang menjadikan agama dan Tuhan sebagai perantara untuk mencapai kepentingan, bukan menjadikan agama tersebut sebagai kendaraan untuk mendekat dengan Tuhan yang kemudian memantik jiwa-jiwa kemanusiaan dan melahirkan keadilan sehingga mampu mensejahterakan seluruh masyarakat sebagai tujuan utama politik negara. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Sina “sungguh malang mereka yang belum mencicipi cinta Ilahi, orang-orang itu tersesat dari jalan, mereka menjadikan Tuhan sebagai perantara untuk sampai kepada yang lain“.

Sebagian besar orang mempertanyakan terkait keberanian orang-orang yang memperjual belikan agama. Secara rasional, manusia nekat melakukan apa saja ketika dihadapkan dengan persoalan isi perut dan pemuasan hawa nafsu. Terlebih lagi ketika hatinya mulai kotor. Jangankan memperjual belikan agama, untuk membunuh manusia lain pun tidak segan-segan ketika dapat menghambat keinginannya. Seperti tersebutkan dalam hadis Rasulullah saw “Ketahuilah, sungguh didalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah hati”[HR. Bukhari dan Muslim].

Setiap yang kotor dapat dibersihkan, yang najis dapat disucikan (kecuali anjing dan babi dan yang diperanakkan daripada keduanya), yang keras bisa dilunakkan yaitu dengan cara bertafakkur, mengenal kembali siapa diri ini, untuk apa ada disini dan sampai kapan bertahan disini, bagaimana ketika semua ini sudah berakhir?. Jika tetesan air saja mampu mengikis batu yang keras, bagaimana mungkin hati yang awalnya lembut, kemudian keras, tetapi tidak bisa dilunakkan lagi?. Silahkan dijawab dalam hati masing-masing.

Penulis sangat berharap semoga kita semua mampu menjadi agen of change dan sosok pemikiran Gus Dur lahir kembali dalam jiwa-jiwa setiap pemimpin, khususnya di Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan fasilitasi Pendidikan yang merata, memperkecil volume jeritan si-miskin yang kelaparan, meredamkan gema keributan antar suku dan agama, dan menghangatkan tubuh mereka yang menggigil kedinginan karena tidur dibawah kolong jembatan.[]

Tags: Kemanusiaanpolitik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya
Literasi

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

by SAGOE TV
April 13, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Istiqlal, Angkat Sosok Nasaruddin Umar
Literasi

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

by SAGOE TV
April 6, 2026
Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK
Literasi

Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK

by Anna Rizatil
April 2, 2026
Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh
Literasi

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini
Literasi

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

June 15, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

Pelat BL untuk Semua Kendaraan di Aceh, Solusi Agar Pajak Mengalir ke Daerah Sendiri

Pelat BL untuk Semua Kendaraan di Aceh, Solusi Agar Pajak Mengalir ke Daerah Sendiri

October 1, 2025
Super League 2025/26 Siap Digelar: 18 Klub, 306 Laga, dan Semangat Baru Sepak Bola Indonesia

Super League 2025/26 Siap Digelar: 18 Klub, 306 Laga, dan Semangat Baru Sepak Bola Indonesia

August 3, 2025
Marlina Tinjau Pelayanan Kesehatan di RSUDZA, Jenguk Pasien dan Pastikan Layanan Publik Optimal

Marlina Tinjau Pelayanan Kesehatan di RSUDZA

May 1, 2025
Beasiswa Peduli Orangutan, 12 Mahasiswa Gen Z Aceh-Sumut Disiapkan Jadi Pemimpin Konservasi

Beasiswa Peduli Orangutan, 12 Mahasiswa Gen Z Aceh-Sumut Disiapkan Jadi Pemimpin Konservasi

July 10, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.