BANDA ACEH | SAGOE TV – Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Leuser Universitas Syiah Kuala (UKM PA Leuser USK) turut berpartisipasi dalam aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Jalan Lembeude, Dusun K. Umar, Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungam.
Aksi konservasi yang mengusung semangat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Aceh, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), PT Medco E&P Malaka, LSM Seulanga Aceh, serta berbagai komunitas penggiat lingkungan dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutan pembuka, M. Rafly menyampaikan bahwa pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut sinergi erat antara pemerintah, pelaku industri, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan komunitas. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh.
“Pelestarian mangrove adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan komunitas penggiat lingkungan untuk memperkuat ketahanan pesisir dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh,” ujar Rafly dalam siaran pers Humas USK, Selasa, 21 Juli 2026.
Sebagai organisasi yang konsisten bergerak di bidang kepencintaalaman dan konservasi, UKM PA Leuser USK menyambut baik kolaborasi tersebut. Kehadiran para mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam menjaga ekosistem pesisir.
Perwakilan Medco E&P juga menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam aksi ini merupakan bagian dari komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan jangka panjang.
Senada dengan hal tersebut, Nur Afni, salah seorang anggota UKM PA Leuser USK yang terjun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa aksi nyata adalah kunci utama dalam merawat bumi.
“Kegiatan ini menjadi salah satu fokus kami di UKM PA Leuser dalam mendukung bidang konservasi, sebagai bentuk tanggung jawab kita setelah memanfaatkan sumber daya yang ada di bumi. Harapan kami bersama para penyelenggara, pohon-pohon mangrove yang ditanam hari ini dapat membantu mengurangi abrasi di kawasan pesisir ini, sekaligus memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” kata Afni.
Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, UKM PA Leuser USK berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Tujuannya agar berbagai program konservasi di Aceh tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menghadirkan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, baik di kawasan pesisir maupun dalam upaya pelestarian alam secara menyeluruh.[]



















