• Tentang Kami
Wednesday, September 30, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

SAGOE TV by SAGOE TV
August 12, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian
Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Bahasa Aceh dinilai menghadapi tantangan di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin dominannya penggunaan bahasa asing, terutama di kalangan generasi muda. Pemerintah Aceh kini memperkuat upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Aceh.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi sektor kebudayaan yang digelar Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Isra) Sekretariat Daerah Aceh di Ruang Potensi Daerah I, Kantor Gubernur Aceh, Rabu, 12 Agustus 2026.

BACA JUGA

Wali Nanggroe Aceh Kembali dari Pengobatan di Malaysia, Disambut Peusijuek di Meuligoe

Aceh Masuki Periode Hujan Tinggi, Rehab-Rekon Pascabencana Didorong Lebih Cepat

Rakor sekaligus sosialisasi Instruksi Gubernur Aceh Nomor 5/Instr/2023 tentang Penggunaan Bahasa Aceh, Aksara Aceh, dan Sastra Aceh.

Kegiatan itu dihadiri sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, unsur perguruan tinggi yang memiliki program studi bahasa dan sastra Aceh, di antaranya UNIKI, UBBG, dan ISBI Aceh.

Turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, serta kepala bagian kesejahteraan rakyat kabupaten/kota.

Rakor dibuka Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Syakir.

Kegiatan dipandu Kepala Biro Isra Aceh, Dr. Yusrizal. Sejumlah narasumber turut memberikan pemaparan, yakni Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh Muhammad Irfan, M.Hum., Syarwani Joni, M.Pd. yang mewakili Dinas Pendidikan Aceh, serta Nurlaila Hamzah, MM.

Perkuat Pelestarian Bahasa Aceh

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Aceh mengapresiasi seluruh pihak yang menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut dia, rakor menjadi ruang untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, sekaligus menyamakan langkah dalam memperkuat pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Aceh.

“Bahasa, aksara, dan sastra Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri serta kekayaan budaya masyarakat Aceh,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Aceh telah menerbitkan Instruksi Gubernur Aceh Nomor 5/Instr/2023 sebagai bentuk komitmen untuk merawat, melindungi, mempertahankan, sekaligus mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Aceh agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Instruksi tersebut ditujukan kepada pemerintah kabupaten/kota, SKPA, instansi vertikal, BUMN, BUMA, perbankan, serta berbagai lembaga yang beroperasi di Aceh.

Salah satu amanatnya adalah penggunaan Bahasa Aceh sebagai bahasa komunikasi sedikitnya satu hari dalam sepekan, yakni setiap Kamis.

Selain itu, penggunaan Aksara Aceh atau Arab Jawi juga didorong pada papan nama dan berbagai media informasi.

Gubernur menilai kebijakan tersebut tidak akan berarti tanpa implementasi yang nyata di lapangan. Karena itu, rakor diperlukan untuk melihat sejauh mana instruksi tersebut telah dilaksanakan.

“Rapat koordinasi menjadi sangat penting untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pelaksanaan instruksi tersebut,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh SKPA mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemukan dalam penerapan kebijakan tersebut. Hasil identifikasi itu diharapkan menjadi dasar untuk menyusun langkah perbaikan.

Gubernur mengakui Bahasa Aceh hingga kini masih digunakan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, kegiatan adat, maupun aktivitas keagamaan.

Namun, perkembangan zaman turut memengaruhi intensitas penggunaannya, terutama di kalangan generasi muda.
Arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta semakin dominannya penggunaan bahasa asing membuat penggunaan Bahasa Aceh di sejumlah ruang publik dan lingkungan pendidikan cenderung berkurang.

“Kita tidak dapat menutup mata bahwa arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta semakin dominannya bahasa asing telah memengaruhi intensitas penggunaan Bahasa Aceh, terutama di kalangan generasi muda,” katanya.

Pelestarian Bahasa Aceh Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Menurut Gubernur, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar Bahasa Aceh tidak semakin kehilangan ruang dalam kehidupan masyarakat.

Sebab, pelestarian bahasa tidak sekadar mempertahankan alat komunikasi, tetapi juga berkaitan dengan cara berpikir, nilai-nilai, sejarah, kearifan lokal, dan identitas masyarakat Aceh.

“Tanggung jawab ini bukan hanya pemerintah, melainkan juga keluarga, lembaga pendidikan, tokoh adat, budayawan, akademisi, pelaku usaha, media massa, hingga masyarakat luas,” ujarnya.

Gubernur berharap rakor tersebut dapat memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menjalankan Instruksi Gubernur Aceh.

Ia juga mendorong lahirnya strategi yang lebih inovatif agar bahasa, aksara, dan sastra Aceh semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut, kata dia, sekaligus dapat menjadi bagian dari pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata Aceh.

Dengan demikian, pelestarian bahasa dan aksara Aceh tidak berhenti sebagai kebijakan administratif, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.[]

Tags: AcehAksaraBahasagenerasi mudaPemerintah AcehSastra
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Wali Nanggroe Aceh Kembali dari Pengobatan di Malaysia, Disambut Peusijuek di Meuligoe
News

Wali Nanggroe Aceh Kembali dari Pengobatan di Malaysia, Disambut Peusijuek di Meuligoe

by SAGOE TV
September 30, 2026
Aceh Masuki Periode Hujan Tinggi, Rehab-Rekon Pascabencana Didorong Lebih Cepat
News

Aceh Masuki Periode Hujan Tinggi, Rehab-Rekon Pascabencana Didorong Lebih Cepat

by SAGOE TV
September 30, 2026
150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Ikuti Bimtek Pendataan, Ini Pentingnya NPP
News

150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Ikuti Bimtek Pendataan, Ini Pentingnya NPP

by SAGOE TV
September 30, 2026
Berapa Lama Antrean Haji Sekarang Dahnil Sebut Rata-rata Tinggal 14 Tahun
News

Berapa Lama Antrean Haji Sekarang? Dahnil Sebut Rata-rata Tinggal 14 Tahun

by SAGOE TV
September 29, 2026
KEK Arun Lhokseumawe Dibahas, Pemanfaatan Lahan Jadi Perhatian Pemerintah Aceh
News

KEK Arun Lhokseumawe Dibahas, Pemanfaatan Lahan Jadi Perhatian Pemerintah Aceh

by SAGOE TV
September 29, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

September 25, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

September 24, 2026
FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

September 23, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

September 28, 2026
200 Sarjana FSH UIN Ar-Raniry Lulus, 100 di Antaranya Tanpa Skripsi

200 Sarjana FSH UIN Ar-Raniry Lulus, 100 di Antaranya Tanpa Skripsi

September 24, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026

EDITOR'S PICK

Gampong Lamkawee dan Dompet Dhuafa Jalin Kerja Sama Bangun Desa Sehat

Gampong Lamkawee dan Dompet Dhuafa Jalin Kerja Sama Bangun Desa Sehat

April 7, 2025
Basarnas Dorong Sekolah di Aceh Bangun Sistem Keselamatan Mandiri Hadapi Bencana

Basarnas Dorong Sekolah di Aceh Bangun Sistem Keselamatan Mandiri Hadapi Bencana

September 3, 2026
Perkuat Layanan Perlindungan Anak dan Perempuan, DP3A Aceh Barat Gelar Bimtek SIMFONI PPA v.3

Perkuat Layanan Perlindungan Anak dan Perempuan, DP3A Aceh Barat Gelar Bimtek SIMFONI PPA v.3

November 19, 2025
Dr. Teuku Chalidin Yacob : “Diamnya Intelektual Aceh Itu Menyesakkan”

Dr. Teuku Chalidin Yacob : “Diamnya Intelektual Aceh Itu Menyesakkan”

June 18, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.