Oleh: Andri Safrizal, S.AB
Alumnus STIAPEN
Para penulis dalam buku Pendidikan Aceh: Dinamika dan Harapan merupakan akademisi Aceh yang memiliki kepedulian tinggi sekaligus pemahaman mendalam terhadap perkembangan pendidikan di Aceh. Mereka tidak hanya berbicara dari ruang teoritik, tetapi juga berangkat dari pengalaman empiris sebagai pendidik, peneliti, dan pengamat kebijakan pendidikan di daerah. Kedekatan para penulis dengan realitas Aceh menjadikan analisis yang disajikan terasa kontekstual, membumi, dan relevan dengan persoalan yang dihadapi dunia pendidikan Aceh saat ini.
Kompleksitas persoalan pendidikan di Aceh. Pembahasan dimulai dari pendanaan pendidikan melalui Dana Otonomi Khusus yang diposisikan sebagai instrumen penting dalam pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan, hingga penguatan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Buku ini juga menyoroti dampak konflik dan pandemi COVID-19 terhadap dunia pendidikan, sekaligus melihatnya sebagai momentum untuk memperkuat pendidikan karakter dan ketahanan sekolah dalam menghadapi situasi krisis.
Selain itu, buku ini mengulas peran komite sekolah dan madrasah dalam mendukung tata kelola pendidikan yang partisipatif, tantangan peningkatan mutu perguruan tinggi di Aceh, serta urgensi mengarahkan pendidikan pada pembelajaran abad ke-21. Isu pendidikan kejuruan juga menjadi perhatian, khususnya dalam melihat arah dan relevansi pendidikan SMK di masa dan pascapandemi. Secara keseluruhan, buku ini menghadirkan refleksi kritis sekaligus harapan akan terwujudnya sistem pendidikan Aceh yang adaptif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam buku Pendidikan Aceh: Dinamika dan Harapan, keberadaan Majelis Pendidikan Aceh (MPA) ditampilkan sebagai salah satu aktor penting dalam dinamika tata kelola pendidikan daerah. Sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 4 Qanun Nomor 3 Tahun 2006, MPA berfungsi sebagai badan pemberi pertimbangan kepada Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota dalam bidang pendidikan. Fungsi ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan di Aceh tidak semata-mata lahir dari pemerintah, tetapi juga melalui proses dialog dan pertimbangan kolektif yang melibatkan lembaga representatif pendidikan.
Buku ini menggambarkan bagaimana MPA bekerja secara aktif dan sistematis melalui sidang pleno rutin yang menjadi ruang diskusi, perumusan gagasan, serta penjaringan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Dinamika tersebut tampak jelas terutama dalam merespons tantangan pendidikan pada masa pandemi COVID-19 beberapa tahun yang telah berlalu. MPA menjalin komunikasi intensif dengan unsur pemerintah, dinas pendidikan, instansi keagamaan, pemerintah kabupaten/kota, hingga organisasi profesi guru dan tenaga kependidikan. Seluruh masukan tersebut kemudian dirumuskan dalam forum pleno menjadi rekomendasi kebijakan yang disampaikan kepada Pemerintah Aceh.
Dalam buku ini, pembahasan tentang MPA menegaskan pentingnya peran lembaga pertimbangan pendidikan dalam menjaga arah kebijakan agar tetap responsif terhadap perubahan dan krisis. Buku ini tidak hanya memotret dinamika yang terjadi, tetapi juga menghadirkan harapan akan terbangunnya tata kelola pendidikan Aceh yang partisipatif, reflektif dan berpihak pada kepentingan pendidikan jangka panjang.
Judul buku: Pendidikan Aceh: Dinamika dan Harapan
Penulis: Nazamuddin, Syaiful Bahri, Mukhlisuddin Ilyas, Sofyan A. Gani, Syamsul Rizal, Rusli Yusuf, Rinaldi Idroes
Prolog: Prof. Dr. Ir. Abdi A Wahab, M.Sc.
Penerbit: Pale Media Prima
ISBN: 978-623-94527-1-1
Cetakan: 2020
Jumlah halaman: xvii + 176 halaman
Pemesanan buku: +62811-688-801




















