BANDA ACEH | SAGOE TV – Kegiatan Skate Park Stage Vol. 2 akan kembali digelar di kawasan Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, pada Jumat, 10 April 2026, pukul 16.30 hingga 18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem praktik seni yang terbuka dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
Skate Park Stage dirancang bukan sebagai pertunjukan seni konvensional, melainkan sebagai ruang eksperimen atau living lab bagi mahasiswa dan komunitas untuk menguji ide, mengeksplorasi bentuk karya, serta menampilkan proses kreatif secara langsung di hadapan publik.
Dalam kegiatan ini, publik tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai peran, seperti pengamat, pendokumentasi, maupun pemberi respons terhadap karya yang ditampilkan.
Program ini juga menjadi bagian dari pengembangan Inkubator Seni Universitas Syiah Kuala, yang menghubungkan praktik seni dengan sistem produksi karya, dokumentasi digital melalui DigitaLab, hingga pengolahan karya menjadi arsip, data, serta potensi pengembangan ke arah riset dan publikasi.
Pada penyelenggaraan kedua ini, Skate Park Stage USK mengangkat tema “Mate Aneuk Meupat Jeurat Gadoh, Mate Adat Pat Ta Mita”, yang menjadi refleksi tentang pentingnya menjaga dan menghidupkan praktik budaya dalam konteks masa kini.
Melalui tema tersebut, para peserta diberi ruang untuk menghadirkan berbagai pendekatan kreatif, mulai dari karya yang berangkat dari tradisi hingga eksplorasi bentuk yang lebih eksperimental.
Salah satu penampilan yang dijadwalkan hadir adalah koreografi berjudul “Meugang” yang dikembangkan bersama mahasiswa Kampus Seni USK. Karya ini mencoba membaca kembali ingatan kolektif masyarakat Aceh melalui pendekatan artistik yang kontekstual.
Dalam satu sesi Skate Park Stage, berbagai bentuk ekspresi dapat muncul secara bersamaan, mulai dari gerak, bunyi, kata, hingga interaksi lintas disiplin. Proses kreatif yang ditampilkan tidak selalu berupa karya yang selesai, tetapi juga ide dan eksperimen yang masih berkembang.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran berbasis praktik nyata, mulai dari proses perencanaan, produksi, dokumentasi, hingga evaluasi karya. Sementara bagi komunitas dan publik, Skate Park Stage menjadi ruang terbuka untuk menyaksikan sekaligus merasakan dinamika proses kreatif seni yang berlangsung secara langsung.
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi awal dalam membangun sistem pengembangan seni yang lebih luas, di mana praktik seni tidak hanya berhenti sebagai kegiatan pertunjukan, tetapi juga berkembang menjadi pengetahuan dan bagian dari ekosistem industri kreatif.
Kegiatan Skate Park Stage Vol. 2 terbuka untuk umum dan akan berlangsung di area Skate Park Gelanggang, Kopelma Darussalam. []




















