JAKARTA | SAGOE TV – Di sela rangkaian kunjungan benchmarking dan pengembangan kerja sama kelembagaan di Jakarta dan Depok, pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK) menggelar pertemuan silaturahmi dengan alumni FISIP USK yang berdomisili dan berkarier di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Selasa, 1 September 2026.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan serta dihadiri Rizanna Rosemary, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP USK; bersama Alfi Rahman, Ph.D., dosen FISIP USK’ dan sejumlah alumni dari berbagai angkatan dan program studi.
Dalam keterangan tertulis kepada Sagoe TV pada Sabtu, 5 September 2026, disampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi FISIP USK untuk mendengar secara langsung pengalaman alumni setelah menyelesaikan pendidikan, perkembangan karier mereka, sekaligus pandangan alumni mengenai pengembangan fakultas dan program studi ke depan.
Rizanna Rosemary mengatakan bahwa alumni merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan FISIP USK, terutama ketika fakultas sedang mendorong peningkatan mutu program studi dan memperluas jejaring dengan berbagai institusi.
“Kami ingin hubungan dengan alumni tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan studi. Alumni adalah bagian dari keluarga besar FISIP USK dan memiliki pengalaman serta jejaring yang sangat penting untuk membantu fakultas berkembang,” ujar Rizanna.
Menurutnya, FISIP USK yang pada 2027 akan memasuki usia 20 tahun membutuhkan keterlibatan semakin luas dari para alumninya. Jejaring alumni di Jakarta memiliki posisi strategis karena para lulusan FISIP USK telah bekerja dan berkiprah di berbagai sektor.
“Kami ingin mendengar langsung bagaimana alumni melihat FISIP USK hari ini, apa yang perlu diperkuat, dan bagaimana pengalaman mereka di dunia kerja dapat menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum dan kualitas lulusan kita,” tambahnya.
Alumni sebagai Mitra Strategis Fakultas
Dalam diskusi tersebut, Alfi Rahman, Ph.D. menekankan perlunya membangun hubungan yang lebih sistematis antara fakultas, program studi, mahasiswa, dan alumni. Menurutnya, keberadaan alumni seharusnya tidak hanya dilihat sebagai bagian dari tracer study atau kebutuhan administratif akreditasi.
“Alumni seharusnya kita tempatkan sebagai mitra strategis. Mereka dapat menjadi jembatan antara apa yang kita ajarkan di kampus dengan perubahan dan kebutuhan yang terjadi di dunia profesional,” kata Alfi.
Ia menilai jejaring alumni juga dapat membuka berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari berbagi pengalaman melalui kuliah tamu dan mentoring mahasiswa hingga membuka akses magang, riset, pengembangan karier, dan jejaring kelembagaan.
“Teman-teman alumni yang sekarang berada di Jakarta telah masuk ke berbagai ruang profesional. Pengalaman dan network itu merupakan modal besar. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana jejaring tersebut dapat dihubungkan kembali dengan mahasiswa dan pengembangan FISIP USK secara lebih terstruktur,” jelasnya.
Pertemuan juga menjadi ruang informal untuk bertukar pandangan mengenai perubahan kebutuhan dunia kerja dan kompetensi yang perlu dimiliki lulusan ilmu sosial dan politik. Masukan dari alumni dinilai penting untuk memastikan proses pendidikan di FISIP USK tetap relevan dengan perkembangan profesi dan tantangan sosial yang semakin dinamis.
Alumni Siap Berkontribusi untuk FISIP USK
Dalam pertemuan tersebut, para alumni menyampaikan antusiasme atas upaya FISIP USK untuk kembali memperkuat hubungan dengan alumni, khususnya mereka yang saat ini tinggal dan berkarier di Jakarta dan sekitarnya. Alumni berharap komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih konkret.
Mewakili alumni, Ade Mardinal menyampaikan bahwa alumni menyambut baik pertemuan tersebut dan menunggu ruang yang lebih luas untuk dapat berkontribusi bagi almamater.
“Kami sangat senang bisa kembali bertemu dan berdiskusi langsung dengan pimpinan serta dosen FISIP USK. Kami sebagai alumni tentu menunggu ruang untuk dapat memberikan kontribusi seoptimal mungkin bagi pengembangan FISIP. Apa yang bisa kami bantu melalui pengalaman, jejaring, maupun bidang pekerjaan masing-masing, tentu kami siap mendukung,” ujar Ade.
Senada dengan itu, Aris Yunandar menilai kekuatan alumni FISIP USK di Jakarta terletak pada keberagaman bidang pekerjaan dan jejaring yang telah mereka bangun. Alumni FISIP USK saat ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, lembaga nonpemerintah (NGO), media, dunia usaha, hingga sektor industri.
“Di Jakarta cukup banyak alumni FISIP USK yang bekerja di berbagai bidang. Ada yang di pemerintahan, NGO, media, wirausaha, maupun industri. Ini memperlihatkan bahwa alumni FISIP memiliki kemampuan untuk masuk dan beradaptasi di berbagai dunia kerja. Potensi ini sebenarnya bisa kita hubungkan kembali dengan fakultas dan mahasiswa,” kata Aris.
Menurutnya, keberagaman profesi tersebut merupakan modal penting untuk membangun jejaring alumni yang lebih kuat. Alumni dapat berkontribusi melalui mentoring dan sharing karier, kuliah praktisi, akses magang, informasi peluang kerja, jejaring profesional, serta dukungan terhadap kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa.
Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP USK, Rizanna Rosemary, Ph.D., menyambut positif komitmen tersebut. Ia menilai keterhubungan alumni dengan fakultas perlu semakin diperkuat, terutama menjelang dua dekade perjalanan FISIP USK.
“Inilah yang ingin kita bangun ke depan. Alumni bukan hanya bagian dari sejarah FISIP, tetapi juga kekuatan untuk masa depan FISIP. Kami ingin membuka ruang agar pengalaman dan jejaring alumni dapat terhubung dengan mahasiswa, program studi, dan agenda pengembangan fakultas,” ujar Rizanna.
Pertemuan dengan Alumni Chapter Jakarta tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa lulusan FISIP USK telah terserap dalam beragam sektor dunia kerja. Ke depan, jejaring tersebut diharapkan dapat dikonsolidasikan menjadi mitra strategis fakultas, baik dalam pengembangan akademik, peningkatan kesiapan karier mahasiswa, perluasan jejaring profesional, maupun penguatan kelembagaan FISIP USK.




















