• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Memaknai Arah Kebijakan Ekonomi Aceh yang Inklusif dalam Perspektif UUPA

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Catatan Sagoe: Quo Vadis Aceh dalam Sistem Ekonomi Nasional dan Global
Share on FacebookShare on Twitter

DISKUSI SAGOE.ID 31 JULI 2021: Menjaga Tradisi Intelektual & Menghormati Perbedaan Pandangan Untuk Kebijakan Publik Berkualitas. Fasilitator: Dr. Fahmi Abduh Dahlan.

 

Pada hari Sabtu lepas (31 Juli 2021) dilaksanakan sebuah Diskusi Publik dengan tema : UUPA, Kebijakan Publik Islami dan Arah Kebijakan Ekonomi Aceh di Sagoe.id. Diskusi publik ini adalah diskusi akademik yang menghadirkan pembicara yang yang memiliki pandangan beragam. Pembicara dan peserta diskusi terdiri atas aktivis, akademisi, politisi, jurnalis, praktisi dan kalangan lainnya yang semuanya punya pandangan yang memiliki visi untuk mendukung implementasi nilai-nilai syariah sesuai Maqashid Sharia dalam rangka mewujudkan nilai nilai keadilan dalam sebuah kebijakan publik Islami.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Lebih jauh, masing-masing para pembicara memberikan pandangan akademik sesuai kapasitas keilmuwan dan pengalamannya selama ini untuk melihat secara lebih jernih visi Aceh masa depan sesuai dengan amanat dari UUPA sesuai perspektif masing-masing. Sesuai dengan kondisi kontekstual yang mengemuka di ruang publik, produk Qanun no. 11 tahun 2018 LKS sebagai salah satu produk regulasi turunan dari UUPA dibahas sebagai “case study” dalam memaknai arah kebijakan ekonomi Aceh saat ini dan Aceh masa depan.

Di sesi awal, sebagai perbandingan “best practice”, Prof. Abdul Razak (Director of Bait Al Amanah, Malaysia) menyampaikan bahwa Malaysia dengan pendekatan “sistem dual banking” telah memulai proses implementasi sejak tahun 1983 dan dalam proses implementasi tersebut dilakukan dengan cara “gradual” (step by step process) dengan masa persiapan selama 10 tahun. Kehadiran Perbankan Syariah di negara tersebut memberikan alternatif produk layanan jasa perbankan kepada warga negara sesuai prinsip-prinsip yang Islami. Namun demikian, sistem perbankan konvensional yang telah berkembang dengan infrastruktur dan layanan output yang lebih baik menjadi sparring partner bagi Islamic Banks yang baru tumbuh untuk saling melengkapi (complementary system) dalam atmosfir yang kompetitif. Hasilnya dalam waktu yang tidak terlalu lama, market share Bank Syariah tumbuh sangat baik yang di penghujung tahun 2020 sudah diposisi lebih dari 30%.

Baca Juga:  Bujang Salim: Jejak Pejuang Aceh Di Papua

Prof. Razak menambahkan bahwa proses ini tidak mudah dan melewati banyak tantangan terutama terkait dengan sumber daya manusia (SDM). Malaysia mengirim talenta terbaik e.g. ke beberapa universitas terbaik di luar negara e.g. Stanford University dan California Institute of Technology untuk memperkuat SDM di institusi perbankan. Dalam konteks implementasi kebijakan, Prof. Razak menyampaikan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat hanya secara “legal formal” (baca : hanya kepada Produk Hukum itu), tanpa melihat kondisi kontekstual e.g. “readiness criteria” terkait kondisi faktual di lapangan dalam berbagai aspek. Pengabaian terhadap kondisi tersebut akan mengakibatkan kebijakan yang dipilih itu tidak dapat bekerja dengan baik untuk mencapai visi yang direncanakan dalam produk regulasi tersebut.

Prof. Razak juga menambahkan bahwa SDM adalah kata kunci dan tidak hanya berkaitan dengan disiplin ilmu ekonomi syariah tapi juga lintas bidang keilmuwan lain yang harus dipersiapkan dengan baik. Dalam catatan akhirnya, Prof. Razak menyampaikan bahwa Dual Banking System adalah strategi yang mempertimbangkan kondisi kontekstual untuk memberikan kemaslahatan yang lebih besar dengan belajar dari studi kasus implementasi di Malaysia.

Selanjutnya, Prof Syahrizal Abbas menyampaikan penjelasan terkait bagaimana Keistimewaan Aceh diterjemahkan dari sudut pandang UU No. 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh dan UUPA No. 11 Tahun 2006. Prof. Syahrizal menjelaskan sejarah perbankan Syariah di Indonesia yang telah dimulai sejak era tahun 1990an. Dalam konteks Aceh, tafsir “jalan syariat” dilakukan oleh pihak otoritas yang dituangkan dalam produk regulasi/hukum yang secara normatif dan konsepsional diarahkan untuk mencapai tujuan yang berkeadilan. Dalam hal ini, mekanisme kerja perbankan syariah dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip syariah. Namun demikian, ada catatan khusus yang perlu diberikan terkait proses implementasi yang saat ini berlangsung dengan menimbang kondisi realitas yang terjadi.

Baca Juga:  Pasar Pusat Belanja Bahan Dapur Warga Banda Aceh

Beberapa persoalan tersebut harus disikapi dengan serius, beberapa di antaranya seperti penguatan jenis produk perbankan yang kompetitif, sumber daya manusia insani dan kemajuan teknologi informasi sehingga mampu menghadirkan produk dengan pelayanan paripurna untuk seluruh warga negara tanpa kecuali secara inklusif sesuai tuntunan syariat. Sebagai catatan akhir, Prof. Syahrizal menutup dengan catatan kritis bahwa proses tersebut dalam sisi practice masih memerlukan waktu dan harus menjadi catatan konstruktif dalam memaknai alternatif strategi yang paling maslahan bagi Aceh dalam perspektif kebijakan publik Islami sesuai prinsip-prinsip syariah yang berkeadilan.

Para pembicara lain yang menyampaikan pandangan adalah Ustadz Irawan Abdullah (Politisi), Afwal Winardi (Ketua APERSI Aceh), Nurzahri (Politisi), Teuku Munandar (Analis Perbankan), Zulkarnaen (Praktisi Perbankan), Dr. Hafas Furqani (Akademisi), Raihal Fajri (Aktivis) dan Arabiyani (Aktivis). Semua pembicara mengeksplorasi beragam pandangan dengan perspektif yang berbeda dengan melihat realitas kondisi faktual di lapangan.

Dari seluruh pembicara di atas, ada yang sepakat dengan pilihan single banking sebagaimana yang dituangkan dalam Qanun LKS sebagai pilihan terbaik sesuai dengan amanat UUPA sebagai bentuk implementasi keistimewaan dan kekhususan Aceh. Di sisi lain, beberapa pembicara juga mencerdasi pendekatan dual banking system sebagai “best practice” yang menjadi pilihan mayoritas negara muslim di dunia sebagai alternatif strategi untuk Aceh sebagai kebijakan terbaik untuk menterjemahkan bentuk “keistimewaan” dan “kekhususan” Aceh. Pertimbangan yang digunakan terkait opsi dual banking ini adalah posisi Aceh dalam konstelasi di level nasional dan global untuk mendorong arah kebijakan inklusif untuk ekonomi Aceh yang terbuka sesuai amanat UUPA.

Secara lebih khusus,terkait kendala di lapangan, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (APERSI Aceh) menyampaikan kendala yang mereka hadapi terkait pembiayaan kegiatan pembangunan perumahan di Aceh saat ini pasca implementasi Qanun LKS dengan harapan ada alternatif solusi yang segera dihadirkan oleh stakeholders di Aceh. Namun demikian, walaupun para pembicara memiliki warna pandangan yang berbeda namun semua pembicara menyampaikan bahwa opsi single atau dual banking system tersebut ditujukan untuk mentransformasi kondisi Aceh menjadi lebih baik di masa yang akan datang sesuai dengan amanat dan visi UUPA.

Baca Juga:  Model Pembelajaran Berbasis Al-Qur'an

Sebagai catatan akhir, fasilitator diskusi, Dr. Fahmi Abduh Dahlan menyampaikan catatan kritis bahwa dalam konteks implementasi sebuah produk hukum, menempatkan makna tekstual dalam sebuah produk hukum harus mengacu kepada kondisi kontekstual yang menggambarkan kondisi realitas di lapangan sehingga kebijakan/rencana/program yang dituangkan dalam produk hukum sebagai kebijakan publik tersebut dapat bekerja dengan baik untuk mencapai “objectives dari Maqashid Sharia” atau visi yang ingin dicapai oleh sebuah produk regulasi.

Sebagai catatan penutup, Dr. Fahmi Abduh Dahlan juga menyampaikan catatan, bahwa perbedaan pandangan yang hadir dalam proses diskusi harus dihormati karena sesungguhnya perbedaan tersebut akan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik/produk regulasi terkait untuk menghadirkan nilai-nilai “rahmatan lil alamin”, yaitu kesejahteraan dan keadilan sesungguhnya bagi masyarakat Aceh.

Sharia means the way to reach the sources. In this context, implementation of the laws in referring to a way is an approach to reach the objectives of Maqashid Sharia (Justice). Therefore, We must read the laws in the light of the way to reach the objectives. Forgetting the way will contradict the laws with the objectives.

Credit to : “The Objectives of Maqashid Sharia”, Prof. Tariq Ramadhan, Oxford University.

Tags: Ekonomi AcehKebijakan IslamiUUPA
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

Lewat Gerakan “Bergerak Bersama”, JNE Kirim 500 Ton Logistik ke Wilayah Terdampak Aceh

Lewat Gerakan ‘Bergerak Bersama’, JNE Kirim 500 Ton Logistik ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

December 18, 2025
Aceh Sabet 11 Medali pada Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Aceh Sabet 11 Medali pada Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

November 14, 2025
Mahasiswa Penerima KIP Kuliah UIA Bagikan Sembako ke Warga Sekitar Kampus

Mahasiswa Penerima KIP Kuliah UIA Bagikan Sembako ke Warga Sekitar Kampus

February 19, 2025
Diserahkan Muzakir Manaf, Rektor UIN Ar-Raniry Terima Penghargaan Lencana Pancawarsa

Diserahkan Muzakir Manaf, Rektor UIN Ar-Raniry Terima Penghargaan Lencana Pancawarsa

December 16, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.