• Tentang Kami
Friday, July 31, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Alarm Pengelolaan Sumber Daya Alam Aceh Sudah Berbunyi?

SAGOE TV by SAGOE TV
March 15, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Alarm Pengelolaan Sumber Daya Alam Aceh Sudah Berbunyi?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir. Fakhrurrazi
Ketua Acheh Schools Mining and Energy (ASME).

Alarm dapat diartikan sebagai peringatan ketika terjadi sesuatu. Ia adalah alat yang didesain untuk memberi tahu kepada pengguna bahwa ada masalah baik yang sedang terjadi akibat gangguan, atau peralatan hanya dirancang untuk kondisi tertentu. Misalnya, ketika terjadi gempa bumi, maka alarm “potensi akan terjadinya tsunami” dibunyikan, sehingga masyarakat mesti segera melakukan langkah-langkah evakuasi. Jika memang benar-benar terjadi, maka resiko yang ditimbulkan oleh bencana tsunami dapat diminimalisir.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Seorang pelajar mengatur “alarm” jam berapa ingin bangun tidur. Ketika alarm berbunyi, si pelajar terjaga tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Jika tidak ada alarm, maka mungkin dipastikan peluang untuk bangun tidur tidak akan tepat waktu.

Dari uraian sederhana diatas, bahwa desain menjadi kata kunci untuk membuat sebuah alarm. Dalam desain tersebut, telah diatur sedemikian rupa parameter supaya alarm alarm bisa berfungsi. Variabel internal dan eksternal benar-benar dihitung secara cermat, agar bisa terbaca oleh sensor yang mengirimkan sinyal kepada mesin, sehingga alarm berdering. Jika tidak memiliki parameter dan variabel, dipastikan rumit untuk membangun sistem alarm yang bekerja secara efektif dan efisien.

 Jika alarm yang dibuat oleh manusia tidak berfungsi, maka secara alamiah hukum sebab-akibat yang saling terikat satu sama lain. Bencana alam, virus, kelaparan, konflik, perperangan, dan kemiskinan merupakan contoh bagaimana sebab-akibat yang erat kaitannya ketika manusia tidak mampu membangun sistem alarm kehidupan yang kuat, lalu diambil alih oleh alam. Segenap kekacauan itu timbul karena pemikiran dan perbuatan manusia yang bertentangan dengan hukum alam.

Lantas apa kaitannya dengan Pengelolaan Sumberdaya Alam Aceh? Apakah alarm-nya sudah berbunyi dan apa yang telah terjadi? Darimana asal muasal alarm itu dan siapa yang merancangnya ? Jika alarm sudah berbunyi, lantas skenario apa yang akan diperbuat terhadap pengelolaan tambang dan energi aceh? Sekumpulan pertanyaan dialektis yang harus dijawab, sehingga menjadi Frame of Mind yang kuat bagi stakeholder di sektor tersebut, sebelum hukum alam mengambil alih dengan caranya sendiri, dan membuat masyarakat Aceh tak mendapat apa-apa dari kekayaan “Nanggroe-nya”.

Penandatanganan damai antara GAM-RI pada 15 Agustus 2005 yang dituangkan dalam MoU Helsinki, Filandia merupakan titik sejarah baru bagi Aceh untuk membangun kehidupan lebih baik. Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan merupakan fokus utama pembangunan, karena memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan dan kebahagiaan hidup.

Kekayaan sumberdaya alam berupa minyak dan gas bumi, kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, sumberdaya air, dan pertambangan, adalah modal bagi Aceh untuk meraih kemajuan ekonomi, sebab bisa membiayai pendidikan dan layanan kesehatan. Pemerintah RI telah memberi hak untuk Aceh agar mampu mengelola sumberdaya alamnya sendiri sebagaimana yang termuat dalam MoU Helsinki, maupun pada UU No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. Ini apa yang disebut sebagai “Alarm” yang telah didesain sedemikian rupa, dimana jika terjadi pelanggaran, maka akan muncul peringatan kepada pihak yang melanggarnya.

Apakah para pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut diyakini sudah menganalisa secara mendalam parameter dan variabel agar menghasilkan produk “Alarm” yang benar-benar berfungsi dengan baik ? Sudah kah dihitung berapa total nilai kekayaan sumberdaya alam (sebagai parameter) aceh baik di daratan maupun di lautan ? Lantas skema seperti apa yang disiapkan (sebagai variabel) untuk mengelola kekayaan tersebut untuk kepentingan rakyat dan generasi Aceh ?

Pemberitaan situasi realita Aceh saat ini, selalu mendapat cap sebagai provinsi termiskin di Pulau Sumatera. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan di Aceh meningkat 0,20 persen atau 16 ribu orang sejak Maret 2021 hingga September 2021 menjadi 15,53 persen. Secara total, jumlah penduduk miskin di Aceh mencapai 850 ribu orang.

Disisi lain eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam belum memberikan dampak signifikan bagi kemajuan Aceh. Bahkan ada loss begitu saja melalui aktivitas “..illegal..” oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab, yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan tidak tercatat dalam kas pendapatan asli daerah (PAD), kemudian diputar kembali sebagai modal pembangunan masyarakat.

Sekelumit persoalan ini menjadi petanda bahwa “Alarm” pengelolaan Sumberdaya Alam Aceh sedang berbunyi, bahkan mulai terasa keras. Sebab, dana otonomi khusus (OTSUS) sebagai kompensasi perang, akan berakhir pada tahun 2027. Skenario seperti apa yang sudah dirancang dan akan dieksekusi?

Dilain sisi, kebijakan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam oleh Pemerintah Pusat memberi angin segar, bahwa negara sedang berupaya untuk meningkatkan daya saing dalam dunia Industri Global yang terbuka, dan kompetitif. Tak terkecuali Aceh, sebagai daerah kaya akan sumberdaya alam, tentu akan menjadi incaran bagi kepentingan nasional bahkan dunia internasional.

Sekali lagi berbunyi “Alarm” yang mengingatkan kita bahwa saat ini masih tahun 2022, dan 5 tahun lagi dana otsus berakhir. Tahun 2024 akan ada pesta demokrasi pemilihan eksekutif dan legislatif. Kiban Pengelolaan “Kekayaan Sumberdaya Alam Aceh”? Kalimat penutup sebagai “Alarm”.

Tags: AcehAcheh Schools Mining and EnergyEnergyPemuda AcehRI-GAM
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Putri Saleh ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Bidang perlindungan Khusus Anak.

Jangan Biarkan Masa Depan Anak Berjalan Sendiri

July 30, 2026
Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

July 6, 2025
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

July 31, 2026
UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

July 28, 2026

EDITOR'S PICK

Yudisium Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Lulusan 70 Mahasiswa

Yudisium Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Luluskan 70 Mahasiswa

February 4, 2025
Tempo Digugat Rp200 Miliar oleh Mentan Amran Sulaiman, AJI: Upaya Pembungkaman dan Pembangkrutan Media

Hakim PN Jaksel Tolak Gugatan Mentan terhadap Tempo, LBH Pers: Kemenangan Penting bagi Kebebasan Pers

November 18, 2025
sekeping surga tersembunyi di labuhan haji aceh selatan

Sekeping Surga Tersembunyi di Labuhan Haji Aceh Selatan

February 26, 2025
Gubernur Aceh Usulkan Pembangunan Pabrik Penggilingan Padi ke Adik Presiden Prabowo

Gubernur Aceh Usulkan Pembangunan Pabrik Penggilingan Padi ke Adik Presiden Prabowo

July 9, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.