• Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dari Thaif yang Berdarah Menuju Madinah yang Berkah

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
April 6, 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dari Thaif yang Berdarah Menuju Madinah yang Berkah
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH — Tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah, Rasulullah Muhammad SAW mengalami salah satu ujian terberat dalam perjalanan dakwahnya. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke-10 kenabian, ketika beliau memutuskan untuk menyampaikan risalah Islam ke Thaif, sebuah kota yang terletak tidak jauh dari Makkah.

Kisah ini dikupas dalam Kajian Halaqah dan Tausiyah Subuh bertema Sirah Nabawiyah yang disampaikan oleh Dr. Tgk. H. Edi Saputra, Lc., MA., di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Ahad (6/4/2025).

Menurut Dr. Edi Saputra, langkah Rasulullah menuju Thaif diambil setelah menghadapi penolakan yang keras dari kaum Quraisy di Makkah. Beliau berharap mendapat sambutan lebih baik di Thaif. Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Bukan hanya ditolak, Rasulullah diusir secara kasar dan dilempari batu hingga kaki beliau berdarah.

BACA JUGA

Aturan Ketat Berlaku di Jembatan Krueng Tingkeum Mulai Besok

Kemenag Aceh Besar Resmikan Musala MIN 41 di Lhoong, Penantian 21 Tahun Terjawab

Peristiwa tersebut meninggalkan luka yang mendalam. Dalam sebuah riwayat, ketika Sayyidah Aisyah RA bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah hari yang lebih berat daripada hari Perang Uhud?” Rasulullah menjawab, “Ada, yaitu hari ketika aku di Thaif.”

Namun, di balik luka yang menyayat, Allah SWT menghadirkan secercah harapan. Dalam perjalanan pulang, Rasulullah singgah di sebuah kebun anggur milik dua orang musyrik yang merasa iba melihat kondisi beliau. Mereka mengutus seorang budak Nasrani bernama Addas untuk menyuguhkan setandan anggur.

Ketika menerima anggur tersebut, Rasulullah mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim.” Ucapan ini mengejutkan Addas, sebab bukanlah kebiasaan orang Arab saat itu. Terjadilah dialog antara Addas dan Rasulullah. Saat mengetahui bahwa Rasulullah mengenal Nabi Yunus AS dari Ninawa—tanah kelahiran Addas—hatinya tersentuh. Tanpa diajak secara langsung, Addas memeluk Islam.

Baca Juga:  Operasi Keselamatan Seulawah 2025 Dukung Kamseltibcarlantas Jelang Ramadhan

Peristiwa ini menjadi titik balik. Dari luka Thaif, Allah SWT membuka jalan menuju kemenangan. Addas menjadi buah pertama dari dakwah Rasulullah pascakegagalan di Thaif.

Tak lama setelah itu, Malaikat Jibril datang bersama malaikat penjaga gunung dan menawarkan untuk membinasakan penduduk Thaif. Namun Rasulullah menolak tawaran tersebut. Beliau justru berdoa agar dari keturunan Thaif kelak lahir generasi yang beriman. Doa itu dikabulkan. Setelah peristiwa Fathu Makkah dan Perang Hunain, penduduk Thaif datang sendiri ke Madinah dan masuk Islam secara sukarela.

Dalam perjalanan kembali ke Makkah, sekelompok jin mendengar Rasulullah membaca Al-Qur’an saat shalat. Mereka pun beriman, sebagaimana diabadikan dalam Surah al-Jin. Peristiwa ini menunjukkan bahwa penderitaan dalam dakwah Rasulullah SAW justru menjadi pembuka pintu-pintu hidayah dan kemenangan.

Awal Kemenangan Islam

Setelah 13 tahun berdakwah di Makkah dengan berbagai tantangan, cahaya Islam mulai menyinari Yatsrib (sekarang Madinah). Momen penting ini ditandai dengan masuk Islamnya sekelompok kecil penduduk Yatsrib yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya masyarakat Muslim pertama.

Pada tahun ke-11 kenabian, enam orang dari Yatsrib datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Secara diam-diam, mereka bertemu Rasulullah SAW dan menerima dakwah Islam. Setahun kemudian, mereka kembali bersama enam orang tambahan. Di musim haji tahun ke-12 kenabian, mereka melakukan Bai’atul Aqabah al-Ula, yaitu janji setia untuk menunaikan salat, membayar zakat, dan menjauhi kemaksiatan.

Setahun berikutnya, pada tahun ke-13 kenabian, lebih dari 70 orang dari Yatsrib datang ke Makkah dan menyatakan keislaman mereka. Pertemuan besar ini menghasilkan Bai’atul Aqabah ats-Tsaniyah, yang mencakup komitmen melindungi Rasulullah SAW, mendakwahkan Islam, dan siap berjihad jika diperlukan.

Setelah perjanjian tersebut, Rasulullah SAW pun memulai hijrah ke Madinah pada bulan Rabiul Awal tahun ke-14 kenabian. Hijrah ini menandai berdirinya masyarakat Islam yang kuat secara spiritual dan sosial.

Baca Juga:  Kodam IM Kerahkan Prajurit untuk Pengamanan Kejati dan Kejari se-Aceh

Salah satu tokoh penting dari enam orang pertama yang memeluk Islam adalah As’ad bin Zurarah. Ia dikenal sebagai sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Namun, ia wafat beberapa bulan setelah kedatangan Rasulullah di Madinah, tepatnya pada bulan Syawal tahun pertama Hijriyah, akibat penyakit az-Zabḥah (sejenis serangan jantung).

Wafatnya As’ad sempat menjadi bahan ejekan sebagian orang Yahudi, yang mempertanyakan kenabian Rasulullah. Menanggapi hal itu, Rasulullah bersabda, “Bissattatil maitatulil Yahud” – “Sungguh buruknya kematian ini di mata orang Yahudi.” Beliau menegaskan bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.

Sebagian dari enam orang awal tersebut berasal dari kabilah Aus dan Khazraj, yang sebelumnya telah lama mendengar kabar tentang datangnya Nabi akhir zaman dari orang-orang Yahudi. Ketika Rasulullah benar-benar datang, mereka segera beriman—bahkan sebelum orang Yahudi itu sendiri.

Salah satu dari mereka adalah Auf bin Harits, saudara dari dua pemuda pemberani dalam Perang Badar, yaitu Mu’adz dan Mu’awwidz bin Afra’. Kedua pemuda ini dikenal karena keberanian mereka menyerang Abu Jahal dalam pertempuran tersebut.

Sejarah mencatat bahwa awal mula Islam di Madinah bertumpu pada hati-hati yang jujur, terbuka, dan berani mengambil langkah pertama menuju kebenaran. Dari langkah inilah, lahir masyarakat Islam yang kelak menjadi kekuatan besar dalam sejarah peradaban manusia. []

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Sebulan Terputus Akibat Banjir, Akses Jembatan Kuta Blang Bireuen Kini Sudah Bisa Dilalui
News

Aturan Ketat Berlaku di Jembatan Krueng Tingkeum Mulai Besok

by SAGOE TV
January 17, 2026
Kemenag Aceh Besar Resmikan Musala MIN 41 di Lhoong, Penantian 21 Tahun Terjawab
News

Kemenag Aceh Besar Resmikan Musala MIN 41 di Lhoong, Penantian 21 Tahun Terjawab

by SAGOE TV
January 17, 2026
Kapolda Aceh Pastikan Bripda Rio Berangkat Sendiri, Tak Ada Anggota Polri Lain
News

Kapolda Aceh Pastikan Bripda Rio Berangkat Sendiri, Tak Ada Anggota Polri Lain

by Anna Rizatil
January 17, 2026
Desersi dan Dugaan Gabung Militer Rusia, Bripda Muhammad Rio Dipecat Tidak Hormat
News

Desersi dan Dugaan Gabung Militer Rusia, Bripda Muhammad Rio Dipecat Tidak Hormat

by Anna Rizatil
January 17, 2026
Harga Minyak Mentah Indonesia Tertekan di Tengah Kelebihan Pasokan Dunia
News

Harga Minyak Mentah Indonesia Tertekan di Tengah Kelebihan Pasokan Dunia

by Anna Rizatil
January 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Jurnalis asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

January 14, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

January 14, 2026
Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

December 20, 2025
Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

January 12, 2026

EDITOR'S PICK

Bayu dan Aldi Inisiasi Kurban untuk Disabilitas, dari Satu Kambing Jadi Gerakan Kolaboratif

Bayu dan Aldi Inisiasi Kurban untuk Disabilitas, dari Satu Kambing Jadi Gerakan Kolaboratif

June 7, 2025
Persiraja Resmi Rekrut Juan Mera, Bidik Promosi Liga 1

Persiraja Resmi Rekrut Juan Mera, Bidik Promosi Liga 1

January 7, 2026
Pelantikan PW ISNU Aceh, Kamaruddin Amin Tekankan Peran Ormas Keagamaan Jaga Persatuan Bangsa

Pelantikan PW ISNU Aceh, Kamaruddin Amin Tekankan Peran Ormas Keagamaan Jaga Persatuan Bangsa

August 9, 2025
Safari Ramadhan di Pidie, Wagub Aceh Serahkan Bantuan Masjid dan Santunan bagi Mustahik

Safari Ramadhan di Pidie, Wagub Aceh Serahkan Bantuan Masjid dan Santunan bagi Mustahik

March 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.