BANDA ACEH | SAGOE TV – CEO Trans Continent, Ismail Rasyid, menjadi donatur Program Beasiswa Orang Tua Asuh Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan. Dukungan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya hidup mahasiswa agar mereka tetap fokus belajar dan menyelesaikan studi.
Penyaluran bantuan secara simbolis berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK, Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan wawancara bersama mahasiswa penerima manfaat.
Acara ini dihadiri Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, beserta jajaran, pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK, serta empat mahasiswa penerima manfaat. Mereka terdiri atas tiga mahasiswa FEB USK dan satu mahasiswa Fakultas Kedokteran USK.
Ismail mengatakan, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Karena itu, dukungan terhadap mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi perlu diperkuat agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa, memberi mereka semangat untuk terus belajar, dan membantu mereka menyelesaikan pendidikan dengan baik. Semoga ke depan mereka juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar Ismail.
Keterlibatan Ismail Rasyid dalam program tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga filantropi untuk mendukung keberlanjutan pendidikan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan selama kuliah di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Beasiswa Orang Tua Asuh Bantu Kebutuhan Hidup Mahasiswa
Program Beasiswa Orang Tua Asuh merupakan salah satu upaya Rumah Amal Masjid Jamik USK dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, donatur berperan sebagai orang tua asuh dengan memberikan dukungan biaya hidup secara berkala selama mahasiswa menempuh pendidikan.
Kebutuhan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan biaya akademik. Pengeluaran untuk pangan, tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari juga menjadi bagian penting yang dapat memengaruhi keberlangsungan studi.
Dukungan orang tua asuh diharapkan dapat mengurangi tekanan ekonomi tersebut sehingga mahasiswa memiliki kesempatan lebih besar untuk berkonsentrasi pada perkuliahan, mengembangkan kemampuan, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Perwakilan Rumah Amal Masjid Jamik USK, Allayli, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Ismail Rasyid dalam mendukung program tersebut. Menurutnya, kepedulian para donatur berperan penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan mahasiswa, tetapi juga tentang memberikan dukungan moral dan keyakinan bahwa ada banyak pihak yang peduli terhadap perjuangan mereka menyelesaikan pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi perlu terus diperkuat agar bantuan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan secara tepat sasaran.
“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan oleh penerima,” ujarnya.
Rumah Amal USK Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh
Rumah Amal Masjid Jamik USK terus mendorong keterlibatan individu, profesional, alumni, dan pelaku usaha untuk memperluas manfaat Program Beasiswa Orang Tua Asuh. Partisipasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Keterlibatan Ismail Rasyid juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membantu mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Keberlanjutan pendidikan, menurut pihak Rumah Amal, bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa dan perguruan tinggi. Masyarakat dan dunia usaha juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing.
Rumah Amal Masjid Jamik USK mengajak masyarakat, alumni, sivitas akademika, profesional, serta pelaku usaha untuk berpartisipasi melalui infak pendidikan dalam Program Beasiswa Orang Tua Asuh.
Setiap kontribusi diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi Rumah Amal Masjid Jamik USK melalui kanal komunikasi resmi lembaga untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme infak dan dukungan bagi mahasiswa penerima manfaat.




















