SAGOETV | BANDA ACEH – Imam Al-Qurtubi dan Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan, di mana Allah SWT menetapkan segala keputusan-Nya. Sebagai seorang Muslim, kita wajib meyakini kemuliaan malam ini. Menganggap remeh keutamaan Lailatul Qadar dapat berakibat pada lemahnya iman dan bahkan dapat mengeluarkan seseorang dari keislaman jika disertai dengan sikap penolakan terhadap kebenaran yang telah ditetapkan Allah SWT.
“Kita kini berada di penghujung bulan suci Ramadan. Semoga Allah SWT menyempurnakan ibadah Ramadan kita dengan bilangan hari yang genap dan memberikan kita kekuatan, kesehatan, serta keimanan untuk melaksanakan ibadah, baik yang wajib maupun yang sunah,” jelas Tgk H Tamlikha Hasan, LC, MA, dalam ceramah dan Halaqah Subuh, Senin, (24/03/2025).
Menurut Akhi Tamlikha, Malam Lailatul Qadar disebut secara langsung dalam Al-Qur’an, terutama dalam Surah Al-Qadar. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Qadar itu? Malam Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS Al-Qadar: 1-3).
Dalam ayat ini, jelas Akhi saapan akrab untuk Tgk H Tamlikha bahwa Allah SWT memberikan gambaran tentang keagungan malam Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Dalam ayat lain, Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan.” (QS Ad-Dukhan: 3).
Pada malam tersebut, kata beliau, segala ketentuan Allah SWT untuk setahun ke depan ditetapkan. Keputusan ini berkaitan dengan maqadir lil ‘ibad (ketentuan bagi para hamba), yang akan berlaku hingga malam Lailatul Qadar tahun berikutnya. Segala ketetapan ini berasal dari Lauhul Mahfuz dan kemudian disampaikan kepada malaikat.
“Kita juga berharap agar Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, serta membebaskan kita dari api neraka. Tentunya, kita juga berdoa agar Allah SWT menganugerahkan kemuliaan kepada kita dengan mendapatkan malam Lailatul Qadar.” ujarnya.
Ia menjelaskan,dalam tafsir Imam Al-Qurtubi dan Imam Ath-Thabari menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan, di mana Allah SWT menetapkan segala keputusan-Nya. Sebagai seorang Muslim, kita wajib meyakini kemuliaan malam ini. Menganggap remeh keutamaan Lailatul Qadar dapat berakibat pada lemahnya iman dan bahkan dapat mengeluarkan seseorang dari keislaman jika disertai dengan sikap penolakan terhadap kebenaran yang telah ditetapkan Allah SWT.
Dalam Surah Al-Qashash, Allah SWT berfirman:
“Dan Tuhanmu menciptakan segala sesuatu dan memilihnya menurut kehendak-Nya. Mereka tidak mempunyai pilihan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS Al-Qashash: 68).
Allah SWT telah memilih dan memuliakan beberapa hal yang harus kita muliakan sebagai bagian dari keimanan. Contohnya, Allah SWT memuliakan Masjidil Haram, Ka’bah, dan Masjid Nabawi. Dalam Islam, kita wajib menghormati dan mengagungkan apa yang telah dimuliakan oleh Allah, sebagaimana termaktub dalam berbagai ayat dan hadis.
Kemuliaan Ditetapkan Allah
Lebih lanjut, Penceramah tetap Masjid Raya Baiturrahman menyebutkan bahwa Allah SWT tidak hanya memuliakan waktu-waktu tertentu seperti Lailatul Qadar, tetapi juga tempat dan makhluk pilihan-Nya. Beberapa di antaranya adalah, Pertama, Ka’bah dan Masjidil Haram. Dimana Allah telah menjadikan Ka’bah sebagai tempat suci yang dimuliakan. Siapa pun yang memiliki kemampuan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah wajib melakukannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, siapa yang mampu tetapi enggan menunaikan haji, maka dia bisa mati dalam keadaan Yahudi atau Nasrani.
Kedua, Kemulian Masjid-masjid yang Dimuliakan. Hal ini sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian bersusah payah bepergian kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa tiga masjid tersebut memiliki keutamaan khusus di sisi Allah SWT.
Selanjutnya, Tanah-tanah yang Diberkahi. dimana Allah SWT memuliakan tanah haram di Mekah dan Madinah, serta negeri Syam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Dajjal tidak akan bisa memasuki kota Madinah, karena kota ini dijaga oleh para malaikat di setiap pintu masuknya.
Terakhir, jelas beliau adalah kemulian para Rasul dan Malaikat Pilihan. dalam hal ini, urai beliau sebagaimana Allah SWT telah memilih manusia dan malaikat tertentu untuk menjadi utusan-Nya. Dalam Surah Al-Baqarah, Allah berfirman: “Barang siapa yang memusuhi Allah dan malaikat-malaikat-Nya, serta Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir.” (QS Al-Baqarah: 98).
“Sebutan khusus terhadap malaikat Jibril dan Mikail dalam ayat ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah.” ujarnya.
Untuk itu, mengimani kemuliaan malam Lailatul Qadar adalah bagian dari akidah yang wajib bagi setiap Muslim. Malam ini merupakan malam penuh keberkahan di mana segala ketentuan tahunan ditetapkan oleh Allah SWT.
Selain itu, Allah juga telah memilih tempat-tempat suci, para utusan-Nya, dan waktu-waktu tertentu yang memiliki keistimewaan dalam Islam. Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk memuliakan dan menghormati segala sesuatu yang telah ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.
“Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT di sisa Ramadan ini.” harapnya. []