BANDA ACEH | SAGOE TV — Putra Aceh, Prof. Muhammad Siddiq Armia, M.H., Ph.D., mendapat amanah baru di tingkat nasional setelah diangkat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia pada Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) Republik Indonesia.
Kabar pengangkatan guru besar hukum tata negara Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh ini sebagai Deputi Koordinasi HAM mendapat sambutan dari keluarga besar Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussaadah Pusat. Dalam unggahan di akun Instagram @darussaadah.pusat, keluarga besar yayasan menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar amanah tersebut dijalankan dengan baik.
“Semoga amanah yang diberikan menjadi ladang pengabdian untuk menegakkan keadilan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tulis YPI Darussaadah Pusat, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Bagi keluarga besar Darussaadah, pengangkatan Muhammad Siddiq Armia juga menjadi kebanggaan tersendiri. Ia merupakan cucu ulama kharismatik Aceh, Abu Teupin Raya, pendiri Dayah Darussaadah Teupin Raya di Kabupaten Pidie.
https://youtu.be/l20mACjgYVc?si=NTcpBxwEjvFd1klO
Sebelum mendapat amanah di Kemenko Kumham Imipas, Siddiq dikenal sebagai dosen tetap pada Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kiprahnya di bidang akademik juga mendapat pengakuan internasional.
Ia tercatat masuk dalam daftar Top 2% Scientists Worldwide versi Stanford University dan Elsevier pada 2025 dan 2026. Pada 2026, ia menempati peringkat pertama di kalangan akademisi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia dalam pemeringkatan tersebut.
Selain berkarier di dunia akademik, Siddiq merupakan alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-67 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Keluarga besar YPI Darussaadah Pusat berharap jabatan baru yang diemban Siddiq dapat menjadi ruang pengabdian untuk memperkuat penegakan keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Putra Aceh, mengabdi untuk Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.




















