• Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Obituari: Prof Farid sebagai Profesor Merakyat

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Biografi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Obituari: Prof Farid sebagai Profesor Merakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar Raniry, Banda Aceh.

Innalillahi Wainna Ilaihi Raajiuun. Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, telah berpulang, menghadap Yang Maha Kuasa. Aceh kehilangan sosok profesor merakyat di tengah pandemi Covid-19 yang semakin nyata mengancam jiwa.

BACA JUGA

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

Prof. Farid, sapaan akrab kami dikampus, dikenal luas sebagai profesor yang merakyat. Pemikiran dan pandangannya yang disampaikan dalam berbagai forum, seperti mimbar Jumat, dialog interaktif, forum ilmiah selalu mewakili kegelisahan rakyat.

Bahasa yang beliau gunakan pun, baik dalam keseharian maupun forum akademik dapat dengan mudah dipahami oleh semua kalangan.

Pesan yang beliau sampaikan lengket di telinga pendengar. Tamsilan-tamsilan yang beliau pakai tidak rumit, sangat mudah dicerna oleh siapapun, termasuk orang awam. Hal ini menunjukkan kapasitas dan kecerdasan sosial beliau yang tinggi sebagai seorang professor merakyat.

Pergaulan beliau tidak mengenal strata sosial. Di kampus UIN Ar-Raniry misalnya, tempat beliau mengabdi, hampir semua pegawai bisa bercengkrama dengan beliau. Beliau suka bercanda gurau dengan siapapun untuk memecah suasana. Selera humornya sangat tinggi.

Setiap Sabtu pagi, sesibuk apapun agendanya, masih menyempatkan diri bermain bola kaki di lapangan UIN Ar-Raniry bersama satpam, cleaning service, dan pegawai honorer lainnya. Momentum itu kadangkala beliau manfaatkan untuk mendengarkan keluh kesah pegawai tingkat rendahan.

Mahasiswa, baik yang sedang menjalani proses bimbingan akademik maupun yang mengalami masalah dalam hal perkuliahan bisa menemui beliau kapanpun dan dimanapun, seperti di warung kopi, masjid, musalla atau saat berpapasan di jalan. Tidak ada birokrasi, tidak ada pula protokoler seperti lazimnya seorang pejabat tinggi negara lainnya.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry Usulkan Program Pengembangan untuk Penerima Beasiswa BI

Saat menjabat rektor, Prof. Farid lebih memilih gaya kepemimpinan sederhana, tidak terlihat mencolok, elite seperti sosok pejabat tinggi negara yang sedang menduduki posisi eselon I. Misalnya, beliau lebih memilih tinggal di rumah pribadi, dibanding rumah dinas, jarang menggunakan mobil dan sopir dinas, dan berpakaian sederhana.

Sehingga bagi yang belum pernah bertemu langsung dengan beliau, dapat dipastikan tidak menyangka jika orang yang sedang ditemuinya itu adalah pemimpin tertinggi kampus jantung hati rakyat Aceh.

Namun, meski dalam keseharian Prof. Farid terlihat sederhana, bukan berarti beliau tidak bisa bersikap tegas dalam memimpin. Dalam berbagai kesempatan seperti rapat atau pertemuan, beliau selalu menunjukkan ketegasan, keseriusan, terutama jika berkaitan dengan persoalan kualitas pelayanan kepada mahasiswa.

Uniknya, meskipun selama rapat terlihat tegang, karena gaya bahasa beliau yang blak-blakan, terbuka, dan tidak bertele-tele, beliau selalu menutup pertemuan dengan melemparkan humor segar baik dalam bentuk hikayat maupun pepatah, sehingga membuat semua peserta yang hadir ketawa terbahak-bahak dan tidak ada yang meras “terluka”.

Prof. Farid juga dikenal sebagai sosok yang kritis dan berani terutama terhadap pejabat negara yang levelnya lebih tinggi. Beliau tidak sunkan mengkritik pejabat tinggi di tingkat kementerian yang bersikap tidak adil terhadap kampus-kampus kecil yang ada di luar pulau Jawa.

Karena alasan itu pula, saat menjabat rektor, beliau dipilih sebagai Ketua Forum Rektor PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) se-Indonesia dimana sebelumnya jabatan itu selalu diisi oleh rektor yang berkampus di pulau Jawa.

Konstribusi Prof. Farid terhadap Aceh sangat besar. Salah satu yang tidak mungkin dilupakan adalah keberhasilan mengawal proses transisi kampus Ar-Raniry dari IAIN ke UIN. Proses perubahan IAIN ke UIN telah mulai dirintis pada masa kepemimimpinan Prof. Yusny Saby, kemudian dilanjutkan oleh Prof. Farid.

Baca Juga:  Wagub Sambut Kepulangan Jemaah Haji Aceh, Serukan Teladan Haji Mabrur di Masyarakat

Proses tersebut tidaklah mudah, karena harus berhadapan dengan banyak pihak, beragam instansi, berjibaku dengan setumpuk regulasi dan birokrasi. Namun Prof. Farid mampu melewatinya.

Prof. Farid juga mampu mengawal proses pembangunan sejumlah gedung baru dan rehab gedung lama di lingkungan UIN Ar Raniry yang didanai oleh IDB (Islamic Development Bank). Proses tersebut tidak mudah karena harus berhadapan dengan sejumlah pihak yang mencoba mencari “proyek pembangunan” dengan cara-cara kekerasan dan intimidasi.

Meski Prof. Farid tidak lagi menjabat rektor, tidak lagi menduduki jabatan ketua PTKIN Se-Indonesia, namun nama beliau tidak pudar di mata publik, bahkan semakin bersinar. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari sikap dan kepedulian beliau terhadap Aceh, khususnya bidang pendidikan, agama, sosial dan adat.

Kini Prof. Farid telah pergi, meninggalkan kita semua untuk selamanya. Kepergian Prof. Farid merupakan kehilangan besar bagi Aceh. Sosok beliau yang sederhana, berani dan merakyat sangat dibutuhkan dan sulit tergantikan saat ini. Selamat jalan Prof. Farid. Kami selalu mengingatmu sebagai profesor yang merakyat.

Tags: acehICMI AcehIndonesiamajelis adat acehObituariPendidikan IslamProf Farid Wajri IbrahimRektor UIN Ar RaniryUIN Ar-Raniry
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh
Biografi

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

by SAGOE TV
January 9, 2026
Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami
Biografi

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

by SAGOE TV
September 22, 2025
Kisah Inspiratif Juliana Agani Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry
Biografi

Kisah Inspiratif Juliana Agani: Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

by SAGOE TV
September 5, 2025
Teungku Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Pertama RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Presiden Prabowo
Biografi

Teungku Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Pertama RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Presiden Prabowo

by SAGOE TV
August 27, 2025
Mayor Pnb Eri Nasrul, Putra Aceh Penerbang F-16 yang Bersiap Terbangkan Jet Tempur Rafale
Biografi

Mayor Pnb Eri Nasrul, Putra Aceh Penerbang F-16 yang Bersiap Terbangkan Jet Tempur Rafale

by SAGOE TV
June 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Jurnalis asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

January 14, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

January 14, 2026
Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

December 20, 2025
Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

January 12, 2026

EDITOR'S PICK

Kemenag Ajak ASN Berwakaf Rp10 Ribu per Bulan Bantu Pengentasan Kemiskinan

Kemenag Ajak ASN Berwakaf Rp10 Ribu per Bulan Bantu Pengentasan Kemiskinan

August 9, 2025
Persiraja vs Garudayaksa FC: Laskar Rencong Tampil Full Team Hadapi Pemuncak Klasemen

Persiraja vs Garudayaksa FC: Laskar Rencong Tampil Full Team Hadapi Pemuncak Klasemen

October 5, 2025
Outing Class TK Al-Jihad di Damkar Banda Aceh, Edukasi Pengenalan Bahaya Kebakaran

Outing Class TK Al-Jihad di Damkar Banda Aceh, Edukasi Pengenalan Bahaya Kebakaran

February 15, 2025
Menko AHY Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah, Serahkan Bantuan dan Pastikan Pemulihan Infrastruktur

Menko AHY Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah, Serahkan Bantuan dan Pastikan Pemulihan Infrastruktur

December 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.