• Tentang Kami
Thursday, October 22, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

SAGOE TV by SAGOE TV
January 11, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Buku Kemelut Demokrasi Liberal: Surat-surat Rahasia Boyd R. Compton karya Boyd R Compton. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Usman Kansong.
Penulis Buku Bara Kata di Toko Buku Terakhir.

Boyd R. Compton berbincang panjang lebar dengan Daud Beureueh pada Juli 1952. Compton tinggal dan meneliti di Indonesia pada 1952-1956 untuk penulisan disertasinya tentang sejarah kontemporer Indonesia. Daud Beureueh ulama tokoh pemberontak Aceh.

Compton menulis surat-surat berisi berbagai hal yang diamatinya selama tinggal di Indonesia. Surat-surat itu dikompilasi menjadi buku berjudul “Kemelut Demokrasi Liberal: Surat-surat Rahasia Boyd R. Compton” yang diterbitkan LP3ES pada 1992. Saya membeli buku ini di Medan pada 12 Oktober 1994. Saya dulu selalu menerakan kota dan tanggal pembelian setiap buku. Buku ini masih saya koleksi dengan kondisi banyak halamannya yang lepas dari penjilidan.

BACA JUGA

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

Negeri Hahaha Hihihi

Daud Beureueh bercerita tentang kemerosotan ekonomi di Aceh sejak 1951. Dia membandingkan surplus beras di Aceh sebelum perang dengan defisit-defisit dewasa itu. Dia juga mengaitkan kemerosotan produksi beras yang mencolok dengan sistem irigasi yang rusak di lembah-lembah sungai Aceh yang subur, khususnya di Sigli dan Bireun.

Daud Beureueh mempersalahkan pemerintah pusat yang lalai memperbaiki dan memelihara saluran-saluran irigasi yang vital itu. Ketika Compton mengatakan kondisi buruk keuangan negara yang menyebabkan kelalaian itu, Daud menanggapi bahwa daerah lain, terutama Jawa Timur, menerima jumlah yang jauh lebih besar daripada sumbangan mereka bagi pembangunan. Dia mengusulkan Aceh diberi otonomi administratif penuh dan sebuah undang-undang tentang otonomi keuangan. Dia yakin ulama Aceh mampu mengatasi masalah irigasi itu sebagaimana mereka mengatasi masalah serupa di masa lampau.

Daud Beureueh bercerita pada zaman Iskandar Muda, dibuat saluran dari sungai yang jauhnya 11 kilometer menuju laut. Daerah Pidie menjadi sangat makmur. Dibuat pula saluran tak jauh dari yang pertama. Ulama yang mengerjakan pembangunan irigasi itu. Ulama dan pemimpin saat itu tak takut sarung mereka kena lumpur. Akan tetapi, saluran-saluran itu rusak dan hasil panen merosot. Sebelum revolusi, Aceh biasa mengekspor beras untuk kebutuhan seluruh Sumatra Timur. Aceh kemudian terpaksa mengimpor beras dari Burma.

Kemerosotan ekonomi Aceh yang dipersepsi terjadi akibat pusat cuek pada Aceh kiranya menjadi salah satu pemicu pemberontakan yang dipimpin Daud Beureauh.

Saya mengutip bagian buku Compton ini ketika menulis artikel untuk Koran Tempo pada 2003. Ceritanya, editor Koran Tempo menghubungi saya meminta saya menulis artikel untuk harian tersebut. Saya yang sedang mengikuti progran singkat “Transition to Democracy” di Inggris dan Skotlandia merencanakan tulisan bertema ‘bagaimana menyelesaikan konflik Aceh dengan model Inggris.’

Di Skotlandia salah satu pemberi materi ialah Sekretaris Jenderal Scotish National Party (SNP). Dia bercerita upaya memisahkan diri dari Inggris Raya ditempuh melalui perjuangan politik sebagai ganti perjuangan bersenjata. Perjuangan politik itu diupayakan melalui partai politik, termasuj SNP sebagai partai terbesar. Jika dalam pemilu SNP menang, dia berhak mengajukan referendum untuk menentukan apakah rakyat ingin berpisah atau tetap bersatu dengan Inggris. Model seperti ini ditempuh juga di Quebec, Kanada.

Saya memulai tulisan dengan cerita Daud Beureueh tentang rusaknya irigasi yang dipersepsi terjadi akibat pusat abai dan menjadi salah satu pemantik pemberontakan. Lalu saya mengusulkan perjuangan politik melalui partai politik lokal Aceh sebagai pengganti perjuangan bersenjata yang dimotori GAM. Intinya saya mengusulkan GAM berubah menjadi partai politik lokal.

Pada 2006 tercapai perdamaian di Aceh lewat perjanjian Helsinski, yang didorong peristiwa tsunami 2004. Sejumlah partai lokal Aceh terbentuk.[]

Tags: AcehBoyd R. ComptonDamaiDaud Beureu'ehIndonesiakonflikPemerintah Pusat
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa
Opini

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

by SAGOE TV
October 19, 2026
Risnawati Ridwan
Opini

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

by Risnawati binti Ridwan
October 18, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan
Opini

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

by SAGOE TV
October 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

October 21, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

October 21, 2026

EDITOR'S PICK

Ancaman Ranjau di Aceh: Catatan 20 Tahun Damai Aceh

Ancaman Ranjau di Aceh: Catatan 20 Tahun Damai Aceh

October 1, 2025
MIH USK Dampingi Penyusunan Qanun Gampong Limpok

MIH USK Dampingi Penyusunan Qanun Gampong Limpok

June 23, 2026
Allah dan CCTV, Menata Kesadaran Moral di Era Digital

Allah dan CCTV, Menata Kesadaran Moral di Era Digital

February 5, 2025
sulaiman tripa

Hak Konstitusional Lingkungan

April 10, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.