• Tentang Kami
Monday, July 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gaza, Tragedi Asyura yang Berulang

SAGOE TV by SAGOE TV
July 9, 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gaza, Tragedi Asyura yang Berulang

Ilustrasi. (AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Syukur Hasbi
Dosen Luar Biasa UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sekitar 1386 tahun lalu, tepatnya pada 10 Muharram (Asyura) 61 Hijriah, telah terjadi tragedi kamanusiaan berupa pembantaian Husein bin Ali bin Abi Thalib beserta keluarga dan para sahabat setianya. Peristiwa pembantaian terburuk dalam sejarah ini telah menjadi madrasah yang mengajarkan kita makna pengorbanan, kesabaran, keberanian, dan keteguhan hati cucu Rasulullah Saw.

BACA JUGA

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Peristiwa ini dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kezaliman dan pembelaan terhadap kebenaran. Bagi umat Islam, Asyura harus menjadi hari perenungan tentang pengorbanan demi prinsip keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tragedi ini bukan sekadar tentang pembantaian, tapi tentang pengorbanan suci untuk membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Imam Husain rela kehilangan segalanya, termasuk keluarga dan nyawanya sendiri, demi mempertahankan ajaran kakeknya dan menyelamatkan Islam dari kehancuran di bawah tirani.

Saat itu, Imam Husain beserta keluarga dan sahabat setianya sekitar 72 orang dikepung oleh sekitar 30.000 tentara Yazid bin Muawiyah. Setelah beberapa hari tanpa air minum karena blokade sungai Efrat, pasukan Yazid mulai melakukan pembantaian. Satu persatu sahabat, keluarga Imam Husain syahid di padang gersang karbala. Terakhir, cawan kesyahidan juga diteguk oleh cucu kesayangan Rasulullah Saw. Kepala Imam Husain dipenggal dan diarak ke Irak hingga Damaskus bersama para tawanan wanita.

Sebagaimana disebutkan, setiap hari adalah asyura setiap bumi adalah karbala. Tragedi kemanusian sekarang juga masih terjadi di Gaza Palestina. Puluhan ribu warga Gaza yang didominasi oleh wanita dan anak-anak dibantai dengan sadis oleh rezim penindas zionis Israel. Namun pertanyaan yang muncul adalah, siapa pemenang atas perang tak berimbang ini? Baik Karbala maupun Gaza, kemenangan adalah milik kebenaran. Kemenangan yang diperoleh oleh Husain cucu Rasulullah dari pengorbanannya ini terus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Madrasah perlawanan yang diajarkan putra Fatimah Azzahra ini tidak bisa dipadamkan oleh kekuatan musuh apapun. Ini berbeda jauh dengan sejarah penzalim. Siapapun yang melakukan kezaliman dan kebatilan, pasti akan hancur. Ia akan dilupakan sejarah atau diingat sebagai terzalim sepanjang sejarah.

Seperti Gaza hari ini, kekuatan militer zionis yang selalu mendapat sokongan peralatan perang dari Amerika tidak mampu memenangkan perang tak seimbang ini. Hingga kini, keberhasilan militer zionis di Gaza hanya membunuh warga yang didominasi oleh anak-anak dan wanita. Sementara target perang yang didengungkan, berupa pembebasan tawanan israel dan pelucutan senjata pejuang Palestina di Gaza hingga kini masih gagal dilakukan. Artinya, kekuatan militer canggih yang dimiliki zionis bila dibandingkan dengan kekuatan militer pejuang Palestina, menunjukkan bahwa kekalahan demi kekalahan terus dialami Israel.

Benar, bahwa Israel mampu membunuh beberapa tokoh sentral gerakan perlwanan di Palestina, Libanon, hingga Iran. Walaupun demikian, mereka tidak mampu mengalahkan gerakan perlawanan. Sebab, gerakan perlawanan ini bukan hanya gerakan militer, tapi ia adalah madarasah yang menanamkan ide, epik dan semangat perlawanan heroik ini dibawah panji Islam.

Mereka inilah pejuang-pejuang Islam, hasil didikan madrasah karbala. Banyak sekali pesan-pesan pantang hina dan kerinduan akan kematian dapat dipetik dari madrasah asyura ini. Imam Husain di antara pesannya sebelum tragedi asyura mengatakan bahwa jika kezaliman sudah tidak mungkin lagi dicegah, hendaklah seseorang merindukan pertemuan dengan Tuhannya.

“Tidakkah kalian melihat bahwa kebenaran tidak diamalkan, dan kebatilan tidak dicegah? Dalam keadaan seperti ini, seorang mukmin hendaklah merindukan pertemuan dengan Tuhannya dalam keadaan benar. Sesungguhnya aku tidak memandang kematian kecuali sebagai kebahagiaan, dan aku tidak memandang hidup bersama orang-orang zalim kecuali sebagai kehinaan,” kata Imam Husein jelang tragedi Asyura. []

Tags: ArtikelAsyuraGazaJalur GazaopiniPalestinasejarahTragedi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026

EDITOR'S PICK

PPIH Temui Kemenhaj Arab Saudi, Ini Arahan Penting untuk Persiapan Haji 2026

PPIH Temui Kemenhaj Arab Saudi, Ini Arahan Penting untuk Persiapan Haji 2026

June 27, 2025
Waled Landeng: Prioritaskan Non-ASN R2 dan R3 Jadi PPPK Penuh Waktu

Waled Landeng: Prioritaskan Non-ASN R2 dan R3 Jadi PPPK Penuh Waktu

February 21, 2025
Pilkada Aceh 2024: Bustami Hamzah Nomor Urut 1, Muzakir Manaf Nomor 2

Pilkada Aceh 2024: Bustami Hamzah Nomor Urut 1, Muzakir Manaf Nomor 2

September 24, 2024
Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

April 17, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.