• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gaza, Tragedi Asyura yang Berulang

SAGOE TV by SAGOE TV
July 9, 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gaza, Tragedi Asyura yang Berulang

Ilustrasi. (AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Syukur Hasbi
Dosen Luar Biasa UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sekitar 1386 tahun lalu, tepatnya pada 10 Muharram (Asyura) 61 Hijriah, telah terjadi tragedi kamanusiaan berupa pembantaian Husein bin Ali bin Abi Thalib beserta keluarga dan para sahabat setianya. Peristiwa pembantaian terburuk dalam sejarah ini telah menjadi madrasah yang mengajarkan kita makna pengorbanan, kesabaran, keberanian, dan keteguhan hati cucu Rasulullah Saw.

BACA JUGA

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

Peristiwa ini dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kezaliman dan pembelaan terhadap kebenaran. Bagi umat Islam, Asyura harus menjadi hari perenungan tentang pengorbanan demi prinsip keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tragedi ini bukan sekadar tentang pembantaian, tapi tentang pengorbanan suci untuk membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Imam Husain rela kehilangan segalanya, termasuk keluarga dan nyawanya sendiri, demi mempertahankan ajaran kakeknya dan menyelamatkan Islam dari kehancuran di bawah tirani.

Saat itu, Imam Husain beserta keluarga dan sahabat setianya sekitar 72 orang dikepung oleh sekitar 30.000 tentara Yazid bin Muawiyah. Setelah beberapa hari tanpa air minum karena blokade sungai Efrat, pasukan Yazid mulai melakukan pembantaian. Satu persatu sahabat, keluarga Imam Husain syahid di padang gersang karbala. Terakhir, cawan kesyahidan juga diteguk oleh cucu kesayangan Rasulullah Saw. Kepala Imam Husain dipenggal dan diarak ke Irak hingga Damaskus bersama para tawanan wanita.

Sebagaimana disebutkan, setiap hari adalah asyura setiap bumi adalah karbala. Tragedi kemanusian sekarang juga masih terjadi di Gaza Palestina. Puluhan ribu warga Gaza yang didominasi oleh wanita dan anak-anak dibantai dengan sadis oleh rezim penindas zionis Israel. Namun pertanyaan yang muncul adalah, siapa pemenang atas perang tak berimbang ini? Baik Karbala maupun Gaza, kemenangan adalah milik kebenaran. Kemenangan yang diperoleh oleh Husain cucu Rasulullah dari pengorbanannya ini terus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Madrasah perlawanan yang diajarkan putra Fatimah Azzahra ini tidak bisa dipadamkan oleh kekuatan musuh apapun. Ini berbeda jauh dengan sejarah penzalim. Siapapun yang melakukan kezaliman dan kebatilan, pasti akan hancur. Ia akan dilupakan sejarah atau diingat sebagai terzalim sepanjang sejarah.

Seperti Gaza hari ini, kekuatan militer zionis yang selalu mendapat sokongan peralatan perang dari Amerika tidak mampu memenangkan perang tak seimbang ini. Hingga kini, keberhasilan militer zionis di Gaza hanya membunuh warga yang didominasi oleh anak-anak dan wanita. Sementara target perang yang didengungkan, berupa pembebasan tawanan israel dan pelucutan senjata pejuang Palestina di Gaza hingga kini masih gagal dilakukan. Artinya, kekuatan militer canggih yang dimiliki zionis bila dibandingkan dengan kekuatan militer pejuang Palestina, menunjukkan bahwa kekalahan demi kekalahan terus dialami Israel.

Benar, bahwa Israel mampu membunuh beberapa tokoh sentral gerakan perlwanan di Palestina, Libanon, hingga Iran. Walaupun demikian, mereka tidak mampu mengalahkan gerakan perlawanan. Sebab, gerakan perlawanan ini bukan hanya gerakan militer, tapi ia adalah madarasah yang menanamkan ide, epik dan semangat perlawanan heroik ini dibawah panji Islam.

Mereka inilah pejuang-pejuang Islam, hasil didikan madrasah karbala. Banyak sekali pesan-pesan pantang hina dan kerinduan akan kematian dapat dipetik dari madrasah asyura ini. Imam Husain di antara pesannya sebelum tragedi asyura mengatakan bahwa jika kezaliman sudah tidak mungkin lagi dicegah, hendaklah seseorang merindukan pertemuan dengan Tuhannya.

“Tidakkah kalian melihat bahwa kebenaran tidak diamalkan, dan kebatilan tidak dicegah? Dalam keadaan seperti ini, seorang mukmin hendaklah merindukan pertemuan dengan Tuhannya dalam keadaan benar. Sesungguhnya aku tidak memandang kematian kecuali sebagai kebahagiaan, dan aku tidak memandang hidup bersama orang-orang zalim kecuali sebagai kehinaan,” kata Imam Husein jelang tragedi Asyura. []

Tags: ArtikelAsyuraGazaJalur GazaopiniPalestinasejarahTragedi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026
Opini

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

by SAGOE TV
September 2, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK
Opini

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

by SAGOE TV
August 31, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Investor Malaysia Tertarik Bangun Industri Peternakan di Aceh, Gubernur Mualem Siap Beri Dukungan Penuh

Investor Malaysia Tertarik Bangun Industri Peternakan di Aceh, Gubernur Mualem Siap Beri Dukungan Penuh

November 5, 2025
69 Titik di 23 Kabupaten/Kota, Pasar Murah Aceh Diserbu Warga Jelang Ramadhan

69 Titik di 23 Kabupaten/Kota, Pasar Murah Aceh Diserbu Warga Jelang Ramadhan

February 17, 2026
Hardiknas 2025 di USK, Prof Agussabti: Pendidikan Jantung Peradaban

Hardiknas 2025 di USK, Prof Agussabti: Pendidikan Jantung Peradaban

May 2, 2025
Timnas Indonesia Kini Sudah Bisa Dimainkan di Game Sepak Bola eFootball

Timnas Indonesia Kini Sudah Bisa Dimainkan di Game Sepak Bola eFootball

April 10, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.