BANDA ACEH | SAGOE TV – Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, program Pasar Murah yang diinstruksikan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), diserbu warga di 69 titik yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sejak hari pertama pelaksanaan, antrean panjang terlihat di berbagai lokasi penjualan bahan pokok bersubsidi.
Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan akan komoditas terjangkau di tengah kenaikan harga. Selama tiga hari pelaksanaan, kehadiran pasar murah dinilai efektif menekan beban pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 H.
Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mencatat, hingga hari kedua pelaksanaan saja, realisasi subsidi yang disalurkan pemerintah sudah menembus angka Rp2,3 miliar. Pemerintah menilai tingginya serapan subsidi mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 2026.
Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota di 23 wilayah yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan pasar murah.
“Kesuksesan Pasar Murah serentak di 69 titik ini tidak terlepas dari dukungan penuh dan kerja sama yang solid dari Pemerintah Kabupaten/Kota. Kami mengucapkan terima kasih kepada para bupati, wali kota, serta dinas terkait di daerah yang telah memfasilitasi tempat dan pengamanan, sehingga penyaluran subsidi tepat sasaran dan berjalan tertib,” ujar Adi Darma dalam siaran pers, Selasa (17/2).
Ia menyebutkan bahwa sinergi antara provinsi dan daerah ini adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan warga Aceh. “Dengan berakhirnya program ini pada 16 Februari, masyarakat Aceh kini dapat menyambut ibadah puasa yang dimulai pada 18 atau 19 Februari dengan lebih tenang dan penuh khidmat,” ujarnya. []



















